Mengenal Apa Itu Hippie beserta Karakteristik dan Prinsip Hidupnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hippie merupakan sebutan bagi sebuah kelompok yang menentang kebudayaan mainstream di tengah masyarakat luas. Kelompok ini sudah hadir dan berkembang di Amerika sejak lama.
Hippie memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan kelompok lainnya. Umumnya mereka berambut panjang, senang mengenakan pakaian mencolok, dan gemar menjalani hidup secara komunal.
Beberapa di antaranya juga suka melakukan tindakan menyimpang seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba. Dijelaskan dalam jurnal Hippies Characteristics in Peace, Love & Misunderstanding Movie susunan Niesrin, dkk., mayoritas kaum hippie kerap menentang kebudayaan dan institusi politik di Amerika.
Gerakan sosial Hippie mulai populer di California pada pertengahan tahun 1960-an. Bagi yang ingin tahu lebih lanjut tentang apa itu Hippie, berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda.
Prinsip Hidup Hippie dan Karakteristiknya
Kebudayaan hippies di tahun 1960-an berkembang secara signifikan. Gerhard Falk dalam buku berjudul Youth Culture and Generation Gap mengungkapkan bahwa jumlah pengikutnya terus bertambah setiap tahun.
Bahkan pada tahun 1965-1967, jumlah pengikut hippie meningkat dari 15.000 menjadi 100.000. Peningkatan ini mayoritas terjadi di beberapa wilayah di Amerika.
Beberapa sumber mengatakan bahwa prinsip dan gaya hidup kaum Hippie sangatlah bebas dan bertentangan dengan kaum mayoritas. Hippie sering mendapatkan stereotip negatif, dianggap sebagai pemalas, dan tidak memiliki masa depan.
Mengutip buku Before It Was Cool susunan Alexander Kusuma (2015), mayoritas kaum hippie menghabiskan hari-harinya dengan bermain musik, mabuk-mabukan, dan menggunakan obat-obatan terlarang. Drugs culture seolah tak terpisahkan dalam keseharian mereka.
Mereka menganut prinsip “personal freedom” yang sangat mengedepankan kebebasan. Prinsip ini datang akibat persepsi yang dibangun oleh media dan adanya perlawanan kaum konservatif.
Meski identik dengan narkoba dan seks bebas, kaum hippie juga turut membawa pengaruh positif dalam masyarakat. Mereka mengajarkan lingkungan sekitarnya untuk hidup lebih santai, toleran, dan terbuka terhadap hal-hal baru.
Kaum hippie juga disebut sangat menghargai lingkungan hidup dan hak-hak orang di sekitarnya. Budaya yang diwariskan oleh kaum hippie masih digandrungi hingga kini yang meliputi gaya fesyen, budaya festival musik outdoor, gaya hidup vegan, dan mengonsumsi produk-produk organik.
Pada awal kemunculannya, kalangan hippie hanya berkembang di wilayah Amerika. Namun berkat kemajuan teknologi informasi, subkultur kelompok ini mampu menyebar ke negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Berkat pengaruh budaya hippie, musik-musik barat yang semula dilarang pada era Presiden Soekarno kini mulai dibolehkan. Hingga akhirnya muncul sejumlah band rock kenamaan seperti Ariesta Birawa Group, AKA, dan The Rollies.
Di industri perfilman, budaya hippie juga mulai diangkat oleh para produser. Aktor legendaris Benyamin Syueb bahkan pernah membintangi film berjudul ‘Hippies Lokal’ pada tahun 1976.
Meskipun film tersebut tidak benar-benar menceritakan tentang hippie, namun judulnya sudah cukup mewakili. Judul tersebut memiliki nilai jual tersendiri di industri hiburan Tanah Air.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Kapan hippie pertama kali muncul?

Kapan hippie pertama kali muncul?
Pada tahun 1960-an.
Di mana lokasi kemunculan kaum hippie?

Di mana lokasi kemunculan kaum hippie?
Umumnya tersebar di Amerika.
Bagaimana karakteristik kaum hippie?

Bagaimana karakteristik kaum hippie?
Umumnya mereka berambut panjang, senang mengenakan pakaian mencolok, dan menjalani hidup secara komunal. Beberapa di antaranya juga suka melakukan tindakan menyimpang seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba.
