Mengenal Apa Itu Husband Stitch dan Dampaknya untuk Kesehatan Tubuh

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah husband stitch belakangan menjadi viral di media sosial Twitter. Ini bermula dari cuitan akun bernama Ranger Pink yang diunggah pada Kamis (20/1). Dalam cuitan tersebut, ia mengatakan:
“Baru tau ada banyak kejadian pasca kelahiran yang namanya husband stitches atau jahitan untuk suami. Ini di mana ibu melahirkan diberi jahitan untuk memperbaiki sobek akibat melahirkan, tapi dokternya kasih jahitan lebih biar suami tambah puas tanpa persetujuan si ibu.”
Sontak, unggahan tersebut menuai respons yang beragam. Banyak netizen yang menyayangkan dan menentang praktik husband stitch itu sendiri. Mereka menganggap bahwa tindakan tersebut adalah ilegal dan membahayakan.
Lantas, apa itu husband stitch dan bagaimana dampaknya untuk kesehatan? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.
Praktik Husband Stitch Pasca Melahirkan
Mengutip Medical News Today, husband stitch adalah jahitan tambahan yang diterima perempuan setelah melakukan persalinan normal atau pervaginam. Praktik ini menyebabkan parineum (jaringan di antara kulit kelamin dan anus) terpotong atau robek.
Berbeda dengan jahitan biasa, pada praktik husband stitch kulit akan dijahit lebih dari yang diperlukan. Umumnya, dokter melakukan tindakan tersebut secara ilegal tanpa sepengetahuan ibu yang melahirkan.
Praktik husband stitch atau jahitan suami sudah dikenal sejak tahun 1950-an. Praktik ini tidak diterima dalam prosedur medis karena bisa menimbulkan komplikasi lain yang berdampak buruk pada kesehatan.
Dijelaskan pada laman Healthline, dalam praktiknya, dokter yang melakukan tindakan husband stitch bertujuan untuk mengembalikan vagina ke kondisi semula seperti sebelum melahirkan.
Saat memperbaiki robekan, dokter akan menambahkan jahitan ekstra pada vagina tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan wanita dengan mempertahankan ukuran dan bentuk vaginanya.
Sesuai dengan namanya, jahitan ini memang diperuntukkan bagi suami. Praktik husband stitch dianggap baik untuk meningkatkan frekuensi orgasme dan kenikmatan suami saat berhubungan intim.
Padahal, teori tersebut tidaklah benar. Dalam ilmu kedokteran, kerapatan vagina tidak bisa ditentukan oleh besar kecilnya jalur penetrasi. Lebih spesifik, kerapatan vagina dipengaruhi oleh otot yang berada di saluran vagina itu sendiri.
Oleh karena itu, tindakan husband stitch dirasa kurang tepat untuk dilakukan. Menurut World Health Organization (WHO), tindakan ini sangat tidak dianjurkan bagi wanita yang menjalani persalinan pervaginam spontan.
Meskipun pada beberapa kasus pasien bisa sembuh dengan cepat, tetap ada kemungkinan komplikasi terjadi pada tindakan husband stitch. Selain pendarahan, ada dampak lain yang bisa ditimbulkan, yakni:
Peningkatan nyeri di area sayatan.
Perdarahan yang terjadi terus-menerus.
Kebocoran urine atau feses.
Tanda-tanda infeksi, seperti nanah, bau tak sedap, atau bengkak di lokasi sayatan.
Mengalami nyeri saat berhubungan intim.
Pembentukan jaringan parut.
Prolaps rahim.
Trauma emosional.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu husband stitch?

Apa itu husband stitch?
Husband stitch adalah jahitan tambahan yang diterima perempuan setelah melakukan persalinan normal atau pervaginam.
Kapan praktik husband stitch pertama kali dilakukan?

Kapan praktik husband stitch pertama kali dilakukan?
Praktik husband stitch atau jahitan suami sudah dikenal sejak tahun 1950-an.
Apa tujuan husband stitch?

Apa tujuan husband stitch?
Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan wanita dengan mempertahankan ukuran dan bentuk vagina.
