Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Lapas Super Maximum Security untuk Napi Risiko Tinggi

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
17 Oktober 2025 12:12 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Mengenal Apa Itu Lapas Super Maximum Security untuk Napi Risiko Tinggi
Mantan pesinetron Ammar Zoni dipindahkan ke Lapas Super Maximum Security di Nusakambangan. Sebenarnya, apa itu lapas super maximum security? Berikut penjelasannya.
Berita Hari Ini
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Aktor Ammar Zoni dipindahkan ke Nusakambangan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Aktor Ammar Zoni dipindahkan ke Nusakambangan. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Pesinetron Ammar Zoni resmi dipindahkan dari Rutan Salemba ke Lapas Super Maximum Security Karanganyar di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Bersama lima narapidana berisiko tinggi lainnya, Ammar tiba pada Kamis pagi, 16 Oktober 2025.
ADVERTISEMENT
Penempatan mereka di Nusakambangan bukan tanpa alasan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan proses pembinaan tetap berjalan sesuai standar pemasyarakatan.
Nusakambangan sendiri dikenal memiliki lapas dengan level keamanan beragam, mulai dari kategori minimum hingga super maximum security sebagai level tertinggi. Lantas, apa itu lapas super maximum security? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Lapas Super Maximum Security?

Aktor Ammar Zoni dipindahkan ke Nusakambangan. Foto: Dok. Istimewa
Mengutip jurnal Manajemen Lapas Super Maximum Security dalam Perspektif Global karya Robi Setiawan Tridesia, lapas super maximum security merupakan tempat pembinaan bagi narapidana dengan tingkat risiko tinggi.
Tujuannya adalah mengubah perilaku mereka agar menjadi lebih baik sekaligus menurunkan potensi ancaman. Yang dimaksud dengan “risiko tinggi” di sini yakni narapidana yang dinilai dapat membahayakan negara maupun masyarakat.
ADVERTISEMENT
Salah satu contohnya adalah Lapas Super Maximum Security Nusakambangan. Lapas ini menjadi satu dari tiga lapas berlevel “high risk” di Indonesia, bersama Lapas Kelas I Batu dan Lapas Kelas IIA Pasir Putih. Fasilitas ini dirancang khusus untuk menampung narapidana kasus terorisme dan narkoba yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Ketiga lapas tersebut berada di bawah pengawasan langsung Kementerian Hukum dan HAM dengan dukungan sistem keamanan digital yang terus ditingkatkan.
Lokasinya dipilih secara strategis karena sulit dijangkau, dikelilingi kanal air, dan dilindungi pagar berlapis, sehingga memperkuat sistem pengamanan alaminya.
Merujuk pada informasi di laman Instagram Lapas Karanganyar, setiap narapidana ditempatkan di sel “one man one cell” (satu orang satu sel) untuk membatasi interaksi antarwarga binaan dan menjaga keamanan maksimum.
ADVERTISEMENT
Mereka hanya diperbolehkan keluar sel selama maksimal satu jam per hari untuk sekadar menghirup udara segar.
Sebanyak 37 warga binaan high risk Jawa Timur tiba di Lapas Super Maksimum Security Pulau Nusakambangana, Minggu (27/7/2025). Foto: Dok. Istimewa
Sebagai lapas dengan tingkat keamanan tertinggi, fasilitas di sini juga dilengkapi teknologi modern seperti CCTV dengan fitur pengenal wajah (face recognition), sistem pintu otomatis (automatic door lock), serta ruang pengawasan 24 jam yang memantau seluruh aktivitas narapidana.
Kunjungan keluarga pun diawasi ketat, dan komunikasi dilakukan melalui sistem pemantauan khusus. Selain itu, terdapat pengacak sinyal, pagar listrik bertegangan tinggi, serta perekam suara di setiap kamar hunian.
Faktor keamanan tidak hanya ditopang oleh teknologi. Petugas di Lapas Karanganyar juga merupakan personel terlatih yang telah melalui seleksi dan penilaian ketat oleh Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas). Mereka dibekali kompetensi khusus untuk menangani narapidana berisiko tinggi.
ADVERTISEMENT
Meski pengamanan diterapkan secara maksimal, program pembinaan tetap dijalankan di dalam sel. Narapidana tetap mendapatkan bimbingan rohani dan pengembangan kepribadian di bawah pengawasan langsung petugas.
Selain itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara rutin melakukan asesmen perilaku setiap enam bulan untuk menilai perkembangan para narapidana.
Jika menunjukkan perubahan positif, mereka berpeluang dipindahkan ke lapas dengan tingkat keamanan yang lebih rendah, yaitu Lapas Maximum Security.
(ANB)