Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Lobotomy, Prosedur, dan Risikonya bagi Pasien

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bedah lobotomy. Foto: MAD.vertise/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bedah lobotomy. Foto: MAD.vertise/Shutterstock

Lobotomy adalah prosedur bedah otak yang dicetuskan oleh ahli saraf asal Portugal bernama Antonio Egas Moniz. Tindakan medis yang juga dikenal sebagai leukotomi ini marak dilakukan di Amerika Serikat sejak tahun 1935 hingga 1980-an.

Seiring berjalannya waktu, praktik lobotomy mulai kurang diminati. Pasien lebih memilih mengatasi masalah kejiwaan mereka dengan mengonsumsi obat-obatan psikiatri maupun menjalani terapi lainnya. Lagipula, metode pengobatan lobotomy memang sudah dilarang sejak lama.

Sebenarnya, apa itu lobotomy? Mengapa praktik medis tersebut dilarang? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut.

Apa Itu Lobotomy

Ilustrasi bedah. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Mengutip laman Healthline, lobotomy adalah jenis bedah psiko yang dilakukan untuk menangani gangguan mental seperti gangguan mood dan skizofrenia. Prosedur ini bertujuan untuk membantu pasien gangguan jiwa tenang dengan cara memotong jaringan otak di area yang disebut korteks prefrontal.

Ilmuwan zaman dahulu menduga gangguan jiwa atau kesehatan mental dipengaruhi oleh emosi dan reaksi seseorang yang berlebihan. Mereka percaya bahwa cara mengatasi gangguan tersebut adalah dengan memodifikasi struktur otak agar emosi pasien lebih mudah dikendalikan.

Umumnya ada dua prosedur yang dilakukan pada pembedahan lobotomy, yaitu frontal lobotomy dan transorbital lobotomy. Pada prosedur frontal lobotomy, ahli bedah akan melubangi setiap sisi tengkorak dan memotong jaringan otak di dalamnya dengan leukotom, alat yang menyerupai pemecah es.

Sedangkan, prosedur transorbital lobotomy dilakukan dengan memasukkan leukotom melalui rongga mata dan mendorongnya melalui lapisan tipis tulang dengan palu untuk mengakses otak.=

Risiko Lobotomy

Ilustrasi operasi lobotomy. Foto: Pixabay

Sama seperti operasi otak lainnya, lobotomy merupakan prosedur yang sangat berbahaya. Apalagi prosedur lobotomy melibatkan pemotongan jaringan otak yang sangat penting bagi manusia.

Dijelaskan dalam laman Medical News Today, lobotomy membawa beberapa risiko serius, termasuk kejang dan kematian. Itulah mengapa prosedur ini tidak lagi dipraktikkan bahkan dilarang untuk dilakukan saat ini.

Beberapa risiko dan efek samping langsung maupun jangka panjang setelah lobotomy dilakukan antara lain:

  • Pendarahan setelah operasi.

  • Infeksi otak dan abses.

  • Demensia.

  • Epilepsi.

  • Gangguan intelektual

  • Disinhibition dan perilaku sosial yang tidak pantas.

  • Apati.

  • Inkontinensia.

  • Kematian.

Ilustrasi operasi. Foto: Pixabay

Dijelaskan dalam laman WebMD, pembedahan untuk mengobati gangguan kejiwaan sebenarnya masih dilakukan sampai saat ini. Namun, prosedur yang dilakukan sangat berbeda, tidak seekstrem lobotomy.

Di zaman sekarang, dokter dapat secara tepat memetakan bagian yang tidak berfungsi dengan teknik pencitraan seperti CT scan, magnetic resonance imaging (MRI), electroencephalograms (EEG), dan metode lainnya. Teknik-teknik tersebut kini dikenal sebagai bedah saraf stereotactic.

Operasi otak untuk mengatasi gangguan psikologis umumnya dilakukan sebagai opsi terakhir jika obat-obatan, konseling, atau terapi tidak mempan mengurangi gejalanya. Prosedurnya dilakukan oleh ahli bedah saraf dengan menggunakan alat-alat yang lebih canggih guna meminimalisir berbagai risiko yang mungkin terjadi.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Siapa yang mengembangkan praktik lobotomy?

chevron-down

Lobotomy dicetuskan oleh ahli saraf asal Portugal bernama Antonio Egas Moniz.

Bagaimana prosedur lobotomy dilakukan?

chevron-down

Prosedur ini dilakukan dengan cara memotong jaringan otak di area yang disebut korteks prefrontal.

Mengapa lobotomy dilarang?

chevron-down

Lobotomy merupakan prosedur yang sangat berbahaya.