Mengenal Apa Itu Mastitis dan Penyebabnya dalam Ilmu Medis

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Saat menyusui, seorang ibu kerap kali mengalami peradangan payudara yang disebut sebagai mastitis. Gangguan ini ditandai dengan gejala seperti rasa nyeri, bengkak, kemerahan, dan panas pada payudara.
Mengutip Majalah Kesehatan Muslim Edisi 11, mastitis yang berhubungan dengan masa kehamilan, menyusui, dan penyapihan dikenal dengan istilah Puerperal mastitis. Pada sebagian besar kasus, gejala penyakit ini muncul pada 3 bulan pertama setelah melahirkan.
Umumnya, mastitis menyerang salah satu bagian payudara saja. Pasien yang menderita mastitis biasanya merasakan demam dan nyeri di seluruh tubuh, kemudian diikuti dengan kemerahan dan bengkak di payudara.
Terkadang, pasien juga mengeluarkan cairan selain air susu lewat payudaranya. Apa itu mastitis dan penyebabnya dalam ilmu medis? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.
Pengertian Mastitis dan Penyebabnya
Mastitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan payudara. Penyakit ini biasanya menyertai laktasi, sehingga disebut sebagai mastitis laktasional atau mastitis puerperal.
Abses atau nanah pada payudara dan pengumpulan nanah lokal di dalam payudara merupakan komplikasi berat dari mastitis. Dua penyebab utama dari mastitis yaitu terhentinya ASI dan terjadinya infeksi.
Patogen yang paling sering diidentifikasi sebagai penyebab mastitis ialah Staphilokokus aureus. Pada mastitis infeksius, ASI akan terasa asin karena kadar natrium dan kloridanya sangat tinggi. Hal ini dapat merangsang penurunan aliran ASI dalam payudara.
Namun, dalam kondisi seperti ini, ibu harus tetap menyusui sang bayi. Sebagai solusinya, antibiotik (resisten-penisilin) dapat diberikan untuk meringankan peradangan.
Berdasarkan jenisnya, gejala mastitis dibedakan menjadi dua kelompok. Dikutip dari Buku Lengkap Perawatan Bayi dan Balita karya Puri Mahayu (2016), berikut penjelasannya:
1. Gejala Mastitis non-Infeksius
Pasien mengalami "bercak panas" atau area nyeri tekan pada payudara yang akut.
Pasien bisa merasakan bercak kecil yang keras di daerah nyeri tekan tersebut.
Pasien tidak mengalami demam dan baik-baik saja.
2. Gejala Mastitis Infeksius
Pasien merasa lemah dan sakit pada otot payudaranya. Ia juga mengalami gejala-gejala seperti flu.
Sakit kepala.
Demam dengan suhu di atas 34°C.
Terdapat luka sedikit atau banyak pada area payudara.
Kulit payudara tampak kemerahan.
Kedua payudara terasa keras, tegang, dan lebih bengkak dari biasanya.
Cara Mengatasi Mastitis
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi mastitis. Dirangkum dari buku Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui susunan Dina Dewi Anggraini (2022), berikut penjelasannya:
Pemberian salep curcuma 200 mg yang dioleskan pada payudara setiap 8 jam sekali dan diberikan selama 3 hari.
Gunakan pompa manual untuk mengeluarkan ASI yang menumpuk di payudara.
Kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelah menyusui.
Menggunakan bra yang pas dan tidak menekan payudara.
Konsumsi anelgesic paracetamol 3x500 mg (harus dengan resep dokter)
Rutin menyusui untuk mengosongkan saluran payudara yang terkena mastitis.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu mastitis?

Apa itu mastitis?
Mastitis adalah peradangan yang terjadi pada jaringan payudara.
Apa gejala mastitis?

Apa gejala mastitis?
Rasa nyeri, bengkak, kemerahan, dan rasa panas pada payudara.
Bagaimana cara menyembuhkan mastitis?

Bagaimana cara menyembuhkan mastitis?
Gunakan pompa manual untuk mengeluarkan ASI yang menumpuk di payudara.
