Mengenal Apa itu Sarkas dan Perbedaannya dengan Satire

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa Indonesia, apa itu sarkas? Secara sederhana, sarkas adalah upaya terselubung untuk menyamarkan perasaan marah, takut, hingga terluka. Biasanya istilah sarkas ini disamakan dengan satir. Padahal, kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda-beda.
Sebagai informasi, satir adalah jenis lelucon yang dimaksudkan untuk mengejek kejahatan atau kesalahan manusia, sering kali lelucon tersebut bersifat hiperbola, meremehkan, dan lain sebagainya.
Nah, ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan sarkas? Untuk informasi lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini.
Perbedaan Sarkas dan Satire
Mengutip dari Ungkapan Satire dan Sarkasme dalam Charlie Hebdo tulisan Sri Ratnawati, satire pada dasarnya digunakan untuk menyindir secara halus, bahkan bisa dijadikan sebagai lelucon.
Itu berarti, seseorang yang menerapkan satire ini tidak memiliki maksud untuk melukai hari seseorang. Di sisi lain, sarkasme adalah majas yang dimaksudkan untuk menyindir, menyinggung, dan mengolok-olok seseorang atau sesuatu.
Contoh majas satire yang biasanya ditemui, yakni:
Netizen itu reporter yang andal, peristiwa yang sebenarnya tidak pernah terjadi saja dapat menjadi berita.
Nyaman sekali makan di sini, sampai tikus dan kecoa saja ikut bergabung dengan kita.
Pengertian dan Ciri-Ciri Sarkas
Sebagai informasi, sarkas berasal dari bahasa Yunani, yakni "sark" yang berarti "daging", dan "asmos" yang berarti "merobek". Jadi, apabila digabungkan sarkas memiliki arti sebagai merobek daging. Sementara itu, menurut KBBI, sarkasme adalah kata-kata pedas yang menyakiti hati orang lain, seperti cemooh dan ejekan kasar.
Adanya sarkas ini bertujuan untuk menyindir atau menyinggung seseorang. Sayangnya, majas ini dapat melukai perasaan seseorang. Sebab di dalam sarkas, penggunanya bisa mengatakan kebalikan dari apa yang dimaksudkan dan melakukannya dengan nada mengejek.
Menurut buku Pengkajian Prosa dan Friksi yang ditulis oleh Garudhawaca, sarkasme adalah penggunaan kata-kata yang biasanya digunakan untuk mengejek atau mengganggu seseorang, atau untuk tujuan humor. Supaya lebih jelas, berikut adalah ciri-ciri sarkasme, di antaranya:
Bertujuan untuk menyakiti perasaan pendengarnya.
Tidak selalu digunakan untuk mengungkapkan yang sebenarnya, tapi bersifat emosional.
Berlandaskan kekecewaan atau emosi negatif terhadap suatu hal.
Pasif agresif, artinya dapat terlihat tidak menyerang pembacanya padahal sebenarnya menyerang.
Biasanya penggunaan sarkasme ini bergantung pada isyarat verbal yang dilontarkan. Maka itu, kebanyakan dari penggunanya beranggapan bahwa sarkasme ini bentuk dari ejekan atau ucapan yang tidak tulus diucapkan.
Contoh-Contoh Sarkasme
Supaya lebih jelas mengetahui apa itu sarkas, berikut beberapa contoh-contoh kalimat sarkasme yang biasanya digunakan, yaitu:
Dasar playboy kelas teri! Modal dompet tipis dan wajah standar saja sudah berani mempermainkan hati wanita!
Jangan bermimpi kau bisa menjadi menantu keluarga terhormat itu. Kau hanyalah anak dari keluarga miskin. Bahkan, jadi pembantu mereka saja kau tidak akan diterima!
Putih benar wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud sarkas?

Apa yang dimaksud sarkas?
Menurut KBBI, sarkasme adalah kata-kata pedas yang menyakiti hati orang lain, seperti cemooh dan ejekan kasar.
Apa itu sarkasme dan contohnya?

Apa itu sarkasme dan contohnya?
Sarkasme adalah penggunaan kata-kata yang biasanya digunakan untuk mengejek atau mengganggu seseorang, atau untuk tujuan humor. Contohnya, putih benar wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.
Sindiran halus disebut apa?

Sindiran halus disebut apa?
Sindiran halus disebut juga dengan sarkasme.
