Mengenal Apa Itu Sesar Baribis, Patahan Aktif Pemicu Gempa di Jabodetabek

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Bekasi pada Rabu (20/8). Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tergolong dangkal karena berpusat pada kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa terasa cukup luas hingga ke wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatatan. Analisa dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa gempa di Bekasi dipicu oleh aktivitas sesar naik pada zona Sesar Baribis.
Sesar Baribis dikenal sebagai salah satu sesar aktif yang memiliki potensi memicu gempa di kawasan Jabodetabek. Untuk mengenal lebih jauh mengenai apa itu Sesar Baribis, simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Sesar Baribis?
Sesar adalah zona retakan pada kerak bumi di mana batuan bergerak saling bergeser satu sama lain. Dikutip dari buku Structural Geology, sesar terbentuk ketika gaya yang bekerja pada batuan melebihi kekuatannya sehingga batuan mengalami retakan dan pergeseran.
Di Indonesia, terdapat sejumlah sesar aktif yang tersebar luas di berbagai wilayah, salah satu adalah Sesar Baribis. Tidak hanya aktif, sesar ini juga menjadi sesar utama yang membentang di daerah bagian utara Jawa Barat.
Nama “Baribis” sendiri diambil dari Perbukitan Baribis yang berada di daerah Kadipaten, Majalengka. Sesuai namanya, Sesar Baribis membentang dari Kabupaten Purwakarta hingga mencapai Perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka, dengan panjang sekitar 100 km.
Jalur sesar ini tidak membentuk satu kesatuan yang lurus, melainkan terbagi menjadi beberapa segmen dengan panjang yang berbeda. Secara umum, Sesar Baribis terbagi menjadi tiga segmen utama, yaitu:
1. Segmen Timur
Mengutip jurnal Variasi Strain di Sekitar Sesar Baribis Berdasarkan Data Pengamatan GPS Kontinyu, segmen timur dikenal sebagai area fix fault, yaitu bagian Sesar Baribis di sisi timur yang aktivitasnya dapat dipastikan melalui bukti-bukti yang ada.
Berikut adalah karakteristik dari segmen ini:
Mencakup daerah dari Kabupaten Majalengka sampai Kabupaten Kuningan.
Pergerakan sesar naik mendominasi, dengan sedikit pergeseran mendatar.
Deformasi terlihat pada formasi batuan Miosen-Pliosen.
Potensi gempa sedang hingga kuat (magnitudo 6 ke atas) jika terjadi pelepasan energi.
2. Segmen Barat
Segmen barat disebut sebagai inferred fault, yaitu bagian Sesar Baribis di sisi barat yang belum memiliki bukti yang cukup untuk memastikan keberadaannya. Berikut adalah karakteristik dari segmen ini:
Terletak antara Kabupaten Lebak hingga Kabupaten Bogor.
Dominasi pergerakan geser mendatar (strike-slip) dengan sedikit komponen sesar naik.
Batuan Kuarter mengalami deformasi, aliran sungai bergeser.
Terdapat aktivitas gempa kecil, namun belum ada gempa besar yang tercatat.
3. Segmen Tengah
Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari segmen tengah:
Membentang di wilayah Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, hingga Sumedang.
Kombinasi gerakan geser mendatar dan sesar naik (reverse fault).
Beberapa gempa kecil dengan magnitudo di bawah 5 pernah terjadi.
Baca juga: Analisis Badan Geologi soal Gempa 4,7 M di Bekasi: Tak Ada Penurunan Lahan
(RK)
