Konten dari Pengguna

Mengenal Apa Itu Wolf Moon dan Waktu Kemunculannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan purnama, yang dikenal sebagai "Super Pink Moon", terbit di Ronda, Spanyol selatan, Selasa (27/4). Foto: Jon Nazca/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Bulan purnama, yang dikenal sebagai "Super Pink Moon", terbit di Ronda, Spanyol selatan, Selasa (27/4). Foto: Jon Nazca/REUTERS

Fenomena Wolf Moon baru-baru ini ramai diperbincangkan netizen di dunia maya. Banyak yang penasaran sebenarnya apa itu Wolf Moon?

Secara bahasa, wolf moon artinya bulan serigala. Di Amerika, wolf moon dikenal juga dengan istilah full moon atau bulan purnama penuh.

Mayoritas masyarakat menamainya sebagai wolf moon karena mereka lebih sering mendengar serigala melolong pada momen tersebut. Alasannya karena serigala berusaha untuk menemukan kawanannya di tengah musim dingin yang melanda.

Di tahun 2024, wolf moon diprediksi akan terjadi secara serentak pada malam ini, Kamis (25/1). Pukul berapa wolf moon dapat disaksikan? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Waktu Kemunculan Wolf Moon 2024

Bulan purnama, kadang-kadang dikenal sebagai "Bulan Serigala", muncul di atas patung serigala di Hunstanton, Inggris. Foto: Andrew Couldridge/Reuters

Dikutip dari laman NASA, fenomena wolf moon akan terjadi pada hari Kamis, 25 Januari 2024 pukul 12.54 Eastern Time. Jika diubah ke waktu Indonesia, maka wolf moon dapat disaksikan pada 26 Januari 2024 dini hari, sekitar pukul 00.53 WIB.

Saat prosesnya terjadi, bulan akan berada di atas cakrawala sampai fajar tiba. Jika sudah memasuki fase purnama, bulan akan bergeser secara perlahan sehingga menyebabkan waktu terbitnya semakin malam.

Karena cahaya bulan sangat terang saat purnama, maka bintang-bintang pun akan terlihat lebih redup. Namun, ada sejumlah planet yang akan bersinar karena tidak terpengaruh oleh cahaya bulan.

Saat matahari terbenam di tanggal 25 Januari 2024, planet Jupiter dan Saturnus akan tampak lebih jelas. Pemandangan ini dapat diamati apabila cuaca di sekitar terang dan tidak hujan.

Fenomena wolf moon ternyata dapat memberikan efek domino pada kehidupan di bumi. BMKG mengungkapkan bahwa bulan purnama berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut secara maksimum.

Selain itu, ada pula potensi banjir rob di beberapa wilayah. Tentunya, ini dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan wilayah pesisir.

Asal Usul Istilah Wolf Moon

Bulan purnama terlihat di balik bangunan di kota Ashkelon selatan Israel, dekat perbatasan Israel dengan Gaza, Israel 18 Januari 2022. Foto: REUTERS/Amir Cohen

Bicara soal asal-usulnya, ternyata penamaan wolf moon ini sudah digunakan oleh penduduk asli Amerika dan Eropa sejak dulu. Mereka menamainya sesuai dengan pembahasan yang tertuang dalam The Old Farmer’s Almanac.

Mengutip laman Almanac, dinamakan wolf moon karena penduduk Amerika dan Eropa kala itu menyadari bahwa serigala lebih sering melolong saat bulan purnama tiba. Menurut pengamatan mereka, serigala melolong karena kelaparan dan hendak mencari makan.

Padahal faktanya, serigala tersebut melolong karena mencari kawanannya. Sebab seringkali serigala terpisah dari kawanannya ketika musim dingin tiba.

Di belahan negara lain, tepatnya di Dataran Besar Utara, orang Assiniboine menamai wolf moon sebagai Bulan Tengah. Ini karena wolf moon selalu jatuh pada bulan Januari, di mana sudah memasuki pertengahan musim dingin.

Sebagian dari mereka juga menamainya dengan sebutan unik lain. Misalnya bulan dingin (cree), bulan meledak beku (cree), bulan beku (algonquin), bulan parah (dakota), bulan angsa Kanada (tlingit), bulan salam (west abenaki), dan bulan roh (ojibwe).

Baca juga: Proses Terjadinya Gerhana Bulan dan Jenisnya

(MSD)