Mengenal Arti Jales Veva Jaya Mahe yang Sering Muncul di Medsos

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalimat Jales veva jaya mahe banyak digunakan warganet Indonesia di medsos. Rangkaian kata itu ternyata merupakan salah satu ungkapan atau semboyan yang berasal dari bahasa Sansekerta.
Mengutip buku Kosakata Bahasa Sansekerta dalam Bahasa Melayu Masa Kini yang disusun oleh Edi Sedyawati dkk, penulisan yang tepat adalah jalesveva jayamahe. Menurut mereka, semboyan itu terdiri dari kalimat pendek yang tak berstruktur sebagai kata majemuk.
Lantas apa sebenarnya arti dari jales veva jaya mahe? Berikut informasi lengkapnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.
Arti Jales Veva Jaya Mahe
Masih dari sumber yang sama, ungkapan satu ini terdiri dari tiga unsur kata yaitu jalesu, iva dan jayamahe. Kata jalesu artinya jala atau dalam kasus yang menunjukkan makna tempat pada nomina dan sejenisnya (lokatif), artinya di air.
Sedangkan kata iva memiliki arti seperti, demikianlah, atau tepatlah yang merupakan konjungsi. Dan kata jayamahe adalah bentuk kata orang pertama jamak dari kata kerja ji yang artinya menaklukkan, memenangkan, memperoleh atau mengalahkan.
Sehingga apabila dirangkai menjadi kalimat, jalesveva jayamahe artinya demikianlah di air kita jaya. Semboyan ini ternyata telah lama menjadi doktrin atau ajaran yang bersifat mendasar dan diyakini kebenarannya oleh TNI Angkatan Laut (AL)
Pada laman resminya, TNI AL mengartikan jalesveva jayamahe sebagai ‘Justru di Lautan Kita Menang’ atau ‘Kejayaan Kita Ada di Laut’. Semboyan ini dijadikan pedoman setiap anggotanya untuk menuju kejayaan TNI AL.
Bagi mereka, doktrin itu berada tepat di bawah doktrin TNI ‘Tri Dharma Eka Karma’. Sifatnya pun strategis sehingga pengoperasionalannya perlu dijabarkan dalam doktrin-doktrin dan petunjuk-petunjuk turunan, baik di level operasional maupun taktis.
10 Ungkapan Bahasa Sansekerta yang Populer hingga Kini
Selain jales veva jaya mahe, ternyata ada banyak ungkapan, nama dan semboyan dari bahasa Sansekerta dan masih digunakan sampai saat ini. Berikut beberapa daftarnya yang dikutip dari buku Kosakata Bahasa Sansekerta dalam Bahasa Melayu Masa Kini:
Abdi negara = Orang yang selalu mengabdi atau berbakti kepada negara atau pemerintah.
Bhinneka tunggal ika = Meskipun berbeda namun hakikatnya adalah satu.
Candrakirana = Berkas cahaya bulan atau berkas cahaya dari sesuatu yang cantik.
Dirgahayu = Panjang umur.
Griya asri = Rumah yang indah.
Hina dina = Yang kekurangan/miskin/rendah dan sengsara/tertekan.
Istana negara = Istana atau ruangan pertemuan (kepunyaan) negara atau pemerintah.
Jati diri = Seseorang sesuai dengan sifat alamiahnya atau seseorang pada kelahirannya.
Kerja bakti = pekerjaan yang diabdikan kepada seseorang atau masyarakat.
Narotama = yang utama di antara lelaki.
Baca Juga: 80 Bahasa Sansekerta dan Artinya sebagai Referensi Nama Anak
(NSA).
Frequently Asked Question Section
Dari mana asal kalimat jalesveva jayamahe?

Dari mana asal kalimat jalesveva jayamahe?
Jalesveva jayamahe adalah semboyan atau ungkapan yang berasal dari bahasa Sansekerta.
Terdiri dari berapa unsur kata jalesveva jayamahe?

Terdiri dari berapa unsur kata jalesveva jayamahe?
Tiga yaitu jalesu, iva dan jayamahe.
Apa arti kata hina dina dalam bahasa Sansekerta?

Apa arti kata hina dina dalam bahasa Sansekerta?
Artinya adalah yang kekurangan/miskin/rendah dan sengsara/tertekan.
