Mengenal Baitul Izzah, Rumah Ibadah Para Penduduk Langit Dunia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baitul Izzah adalah istilah yang kerap kali muncul ketika membahas proses turunnya kitab suci Al-Qur'an. Sebenarnya, apa itu Baitul Izzah?
Al-Qur'an merupakan kitab suci umat Islam yang diwahyukan kepadan Nabi Muhammad SAW. Proses turunnya Al-Qur'an tidak dilakukan secara langsung, melainkan berangsur-angsur dan melalui beberapa tahapan.
Salah satu tahapan yang dilalui adalah turunnya Al-Qur'an di Baitul Izzah sebelum akhirnya diteruskan kepada Nabi Muhammad SAW oleh Malaikat Jibril.
Apa Itu Baitul Izzah?
Mengutip buku Be Qur’an Lovers Membangun Keluarga Qur'ani karya Ratna Latifah, Baitul Izzah adalah suatu tempat yang berada di langit pertama. Baitul Izzah adalah istilah yang merujuk kepada rumah ibadah bagi penduduk langit dunia dalam kepercayaan agama Islam.
Setiap langit memiliki rumah yang digunakan oleh penduduk langit untuk ibadah, dan mereka melaksanakan salat menghadap rumah tersebut yang disebut sebagai Baitul Izzah. Lalu, apa kaitannya Baitul Izzah dengan turunnya Al-Qur'an?
Dalam buku Al-Itqan Fi 'Ulumil Qur'an karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi, disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani menjelaskan bahwa Al-Qur'an pernah ditempatkan di Baitul Izzah.
"Dari Ibnu Abbas: Al-Qur'an diturunkan secara menyeluruh dan ditempatkan di Baitul Izzah di langit dunia. Malaikat Jibril kemudian membawanya turun kepada Nabi Muhammad SAW untuk memberikan jawaban atas perkataan dan perbuatan hamba-hamba Allah." (HR. Hakim)
Dari penjelasan hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa Baitul Izzah adalah salah satu tempat disimpannya Al-Qur'an sebelum akhirnya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Nuzulul Quran: Peristiwa Turunnya Alquran Pertama Kali
Proses Turunnya Al-Qur'an
Peristiwa turunnya Al-Qur'an secara umum telah dijelaskan dalam firman Allah SWT yang berbunyi:
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185)
Mengutip buku Ulumul Qur’an karya Rosihan Anwar, Al-Qur'an diturunkan melalui beberapa tahapan. Proses turunnya Al-Qur'an dalam Islam disebut sebagai Nuzulul Quran.
Tahapan pertama, Al-Qur'an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia secara keseluruhan pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Para ulama menyepakati bahwa Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan secara utuh dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah.
Tahapan kedua, Al-Qur'an turun dari Baitul Izzah di langit tersebut kepada Rasulullah SAW melalui malaikat Jibril secara bertahap selama periode 22 tahun, 2 bulan, 22 hari, atau 23 tahun, dengan pembagian 10 tahun di Mekkah dan 13 tahun di Madinah.
Al-Qur'an diturunkan agar dijadikan sebagai pedoman utama ajaran Islam dan panduan bagi kehidupan umat Islam. Al-Qur'an tidak hanya memberikan petunjuk mengenai hubungan antara manusia dan Allah SWT, tetapi juga mengatur interaksi manusia dengan sesamanya (hablum min Allah wa hablum min annas).
(SAI)
