Mengenal Bambu Petuk yang Diyakini Memiliki Kesaktian dan Ilmu Magis

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
17 Januari 2023 9:21
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi pohon bambu. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pohon bambu. Foto: Shutter Stock
Pohon bambu (pring) dianggap memiliki kekuatan magis oleh sebagian masyarakat Indonesia, khususnya di Tanah Jawa. Pohon ini termasuk dalam jenis rumput-rumputan yang memiliki rongga dan ruas.
Beberapa jenis bambu dipercaya memiliki khasiat dan kesaktian tersendiri bagi pemiliknya, salah satunya adalah jenis bambu petuk. Jenis bambu ini dianggap menjadi pusaka dengan kekuatan magis tinggi oleh masyarakat Jawa.
Dijelaskan dalam buku Sejarah Daerah Malang Timur karya Devan Firmansyah (2020), bambu petuk memiliki ruas-ruas yang posisinya saling berhadapan. Jenis bambu ini berbeda dengan bambu lainnya.
Terkadang, ruas bambu petuk diperdagangkan sebagai barang antik. Bagaimana karakteristiknya? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.

Bambu Petuk dalam Mitos Jawa

Ilustrasi pohon bambu. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pohon bambu. Foto: pixabay
Pring pethuk atau bambu petuk merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dipercaya memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi pemiliknya. Konon, bambu tersebut dapat mendatangkan kekebalan, keselamatan, pengasihan, dan penglarisan.
Kehadiran bambu petuk sebagai pusaka berkekuatan tinggi telah lama diakui masyarakat Jawa. Mereka meyakini bahwa ruas yang saling berhadapan itu diyakini sebagai kediaman makhluk halus atau khodam.
Bambu petuk diyakini sebagai benda bertuah yang berasal dari alam gaib. Benda keramat ini dihuni oleh makhluk bangsa jin yang senang menggoda dan memperdaya manusia.
Mengutip jurnal Pring Pethuk dalam Karya Keramik Ekspresi karya Dio Pujaka (2017), bambu petuk menjadi perantara untuk mendapatkan rahmat dan berkah dari Tuhan. Kepercayaan ini dianut oleh masyarakat Jawa sejak dulu hingga kini.
Khasiat tersebut membuat bambu petuk ini banyak dicari dan bernilai jual tinggi. Terlebih, bambu petuk memiliki sifat alami yang tidak dimiliki oleh benda pusaka lain.
Saat berada di dalam aliran air sungai, bambu ini tidak akan terbawa arus air. Namun, ia akan bergerak ke atas melawan arus air tersebut.
Untuk mendapatkan bambu petuk, dibutuhkan usaha yang tidak mudah. Anda harus memiliki ilmu spiritual tinggi yang didapatkan sebelumnya melalui petunjuk mimpi.

Jenis-Jenis Bambu

Ilustrasi bambu. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bambu. Foto: pixabay
Selain bambu petuk, ada juga jenis bambu lainnya yang dapat ditemukan di sekitar. Dirangkum dari jurnal Keanekaragaman Jenis dan Pemanfaatan Bambu di Desa Lopait Kabupaten Semarang Jawa Tengah susunan Dian Setyo Putro, dkk., berikut ini penjelasannya yang bisa Anda simak:

1. Bambu Apus (Gigantochloa apus)

Bambu apus membentuk rumpun yang rapat. Warna batangnya hijau cerah dan terdiri dari 30 batang. Umumnya, tinggi bambu apus mencapai 20 m.

2. Bambu Betung (Dendrocalamus asper)

Bambu betung berumpun lebih renggang dan berwarna hijau kekuningan. Setiap rumpunnya terdiri atas 15 batang. Di beberapa daerah, bambu ini dikenal dengan nama yang beragam mulai dari awi bitung, pring petung, dan pereng petong.

3. Bambu Hitam (Gigantochloa atroviolacea)

Bambu hitam berumpun lebih renggang dan berwarna hijau kehitaman. Ada sekitar 15 batang dalam setiap rumpunnya. Bambu ini dikenal juga dengan sebutan bambu wulung, pring wulung, pring ireng.
(MSD)
Apa itu bambu petuk?
chevron-down
Apa manfaat bambu petuk?
chevron-down
Apa ciri-ciri bambu petuk?
chevron-down