Mengenal Ciri-Ciri Fabel, Dongeng yang Tokohnya Berupa Hewan

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
22 Februari 2022 8:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi membaca dongeng yang tokohnya berupa hewan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca dongeng yang tokohnya berupa hewan. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Dongeng adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari kelompok masyarakat atau etnis tertentu di berbagai belahan dunia. Cerita dalam dongeng tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.
ADVERTISEMENT
Vemmi Kesuma Dewi, M.Pd dalam buku Keajiban Dongeng Teori dan Praktek Mendongeng memaparkan bahwa dongeng bisa dibagi menjadi beberapa macam, mulai dari dongeng dengan tokoh manusia hingga berwujud hewan.
Dongeng yang tokohnya berupa hewan disebut fabel. Dongeng ini kerap ditemui dalam buku cerita anak-anak sekaligus menghadirkan cerita menarik yang diperankan oleh tokoh binatang jinak hingga liar.
Taufiqur Rahman menambahkan dalam buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan, fabel adalah cerita yang menjabarkan watak serta akal budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang.
Di sisi lain, fabel juga bisa diartikan sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan hewan yang berperilaku layaknya manusia. Namun, tak jarang juga dongeng ini menyertakan manusia sebagai karakter minoritas.
Ilustrasi buku cerita yang di dalamnya terdapat cerita fabel. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi buku cerita yang di dalamnya terdapat cerita fabel. Foto: Unsplash

Ciri-Ciri Fabel

Mengutip buku Top Fokus Ulangan & Ujian SMP oleh Tim Maestro Eduka, fabel bisa dikenali dengan beberapa ciri, yaitu:
ADVERTISEMENT
  • Menggunakan tokoh hewan dalam cerita.
  • Hewan yang bertingkah seperti manusia.
  • Ceritanya cenderung pendek.
  • Menunjukkan moral dan kritik tentang kehidupan.
  • Menggunakan setting alam.

Struktur Teks Fabel

Terdapat beberapa struktur yang menyusun sebuah fabel di antaranya:
1. Orientasi
Orientasi merupakan bagian awal teks fabel. Bagian ini memuat pengenalan tokoh, latar tempat, waktu, dan awalan untuk masuk ke tahap berikutnya.
2. Komplikasi
Komplikasi merupakan konflik atau masalah utama yang muncul dalam cerita.
3. Resolusi
Resolusi menjadi jawaban atas komplikasi. Bagian ini memuat penyelesaian masalah yang menimpa tokoh dalam cerita.
4. Koda
Koda adalah perubahan yang terjadi pada tokoh. Bagian ini juga memuat pelajaran atau moral yang bisa dipetik dari cerita.
Ilustrasi membaca fabel yang ceritanya diperankan tokoh berupa hewan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca fabel yang ceritanya diperankan tokoh berupa hewan. Foto: Unsplash

Contoh Dongeng Fabel untuk Anak-Anak

Diambil melalui situs sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id, berikut contoh cerita fabel berjudul: "Kisah Itik Buruk Rupa yang Berubah Menjadi Seekor Angsa Cantik".
ADVERTISEMENT

Suatu hari, terlihat seekor ibu itik sedang mengerami telur-telurnya. Satu persatu telur tersebut menetas. Namun, betapa terkejutnya ibu itik saat melihat salah satu anaknya berbeda.

Anak itik tersebut memiliki warna abu-abu dan berbadan besar, berbeda dengan anaknya yang lain. Ibu itik tidak peduli dan tetap menyambut anak-anaknya yang telah lahir ke dunia.

Ketika mereka berenang, hewan lain mulai berbisik-bisik. “Siapa itu? Dia sangat jelek, berbeda dengan saudaranya yang lain”. Semua hewan, bahkan saudaranya sendiri mengejek si itik buruk rupa. Si itik merasa sedih dan memutuskan untuk pergi seorang diri.

Ia pun berjalan kesana kemari dan bertemu seekor anjing. Namun, anjing tersebut malah menjauhinya. Ia pun melanjutkan perjalanan. Saat dalam perjalanan, ia kelelahan dan tertidur di depan sebuah rumah.

Datanglah seekor kucing dan ayam, lantas mereka mengusir si itik buruk rupa. Dengan perasaan yang sedih ia melanjutkan perjalanannya. Saat sedang beristirahat di pinggir sungai, si itik melihat serombongan angsa yang sangat cantik. Ia merasa iri melihat kecantikan para angsa tersebut.

“Kenapa kamu bersedih?” sapa salah satu angsa.

“Aku sedih karena jelek dan tidak bisa seperti kalian” jawab si itik dengan sedih. Rombongan angsa hanya tertawa.

“Siapa yang bilang kamu jelek? Kamu sangat cantik seperti kami” jawab angsa tersebut.

Rombongan angsa mengajak si itik buruk rupa untuk mendekati tepi sungai. Betapa terkejutnya si itik saat melihat pantulannya di sungai. Ia tidak melihat sosoknya yang buruk rupa, namun sesosok angsa putih yang sangat cantik.

Kini ia bukan itik buruk rupa lagi. Si itik pun ikut terbang bersama angsa lainnya dan mencari tempat untuk mereka tinggali.

ADVERTISEMENT
(VIO)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·