Mengenal Darah Manis dalam Dunia Medis beserta Penyebab dan Cara Mengatasinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Darah manis adalah suatu kondisi ketika seseorang memiliki kulit yang rentan gatal, sehingga kerap meninggalkan bekas luka kehitaman yang sulit hilang. Dalam dunia medis, darah manis dikenal juga dengan istilah prurigo.
Mengutip buku Cantik, Cerdas, Feminin karya Dr. Hendrawan (2010), gejala darah manis biasanya sudah terlihat sejak kecil yang diturunkan melalui orangtua. Berbeda dengan kulit normal, ketika terkena luka atau digigit serangga, bekas kemerahan pada kulit darah manis cenderung lebih sulit mereda.
Kulitnya rentan gatal hampir di sekujur kulit, lengan, hingga tungkai. Pada sebagian orang, kulit darah manis juga bisa memunculkan bintik-bintik kemerahan atau bentol kecil di beberapa bagian.
Darah manis atau prurigo biasanya akan mereda setelah usia pubertas. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang darah manis yang bisa dipahami.
Penyebab Darah Manis
Kondisi kulit darah manis atau prurigo dapat dialami oleh siapa pun, baik anak-anak, remaja, dewasa, ataupun lansia. Biasanya, pasien darah manis memiliki riwayat dermatitis atopic, alergi, dan asma.
Ketika kambuh, kulit darah manis akan memunculkan papul (bintik ) dengan gelembung kecil di permukaan kulit. Ada dua macam prurigo yang dapat diidentifikasi, yaitu prurigo herba dan prurigo nodularis.
Mengutip buku Merawat Kulit dan Wajah karya Dr. Maria Dwikarya, prurigo herba biasanya disebabkan oleh gigitan serangga seperti nyamuk, semut, dan lain-lain. Gejalanya ditandai dengan rasa gatal di beberapa bagian tubuh dan kemerahan.
Prurigo herba biasa terjadi pada wanita dewasa berusia 20-30 tahun dengan atau tanpa riwayat atopi (kepekaan genetis). Gejala klinisnya dapat dirasakan di area vesikel tungkai tangan, lengan, dan semua bagian tubuh.
Sementara prurigo nodularis banyak terjadi pada pria dan wanita usia pertengahan dari ras oriental. Biasanya, faktor stres menjadi penyebab utama dari penyakit kulit ini.
Saat merasa gatal, garukan yang diberikan justru akan menimbulkan kemerahan dan bisul bernanah. Jika pecah, bagian kulit pasien prurigo nodularis akan berubah menjadi keras dan timbul bekas kehitaman.
Cara Mengatasi Darah Manis atau Prurigo
Darah manis atau prurigo dapat dicegah dan dihindari inflamasinya. Namun, U.S. Food and Drug Administration belum menyetujui terapi apa pun untuk mengobati kondisi ini.
Oleh sebab itu, tindakan preventif bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko terkena gatal-gatal. Dirangkum dari American Academy of Dermatology Association dan sumber lain, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
Baluri kulit yang tak tertutup pakaian dengan minyak sereh atau sejenisnya sebagai penangkal gigitan serangga.
Biasakan tidur berkelambu dan memakai pakaian berlengan panjang.
Langsung redakan gatal dengan minyak kayu putih dan tidak menggaruknya.
Kuku jemari pengidap darah manis atau prurigo hendaknya selalu digunting pendek dan bersih, sehingga tidak menimbulkan infeksi pada kulit ketika menggaruknya.
Begitu muncul calon bisul pada kulit yang bentol, langsung bubuhi krim antibiotik.
Rawat kulit dengan air mandi yang sudah dibubuhi antisepsis.
Bubuhi kulit tungkai dan lengan dengan bedak antiprurigo sehabis mandi.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu prurigo?

Apa itu prurigo?
Darah manis adalah suatu kondisi ketika seseorang memiliki kulit yang rentan gatal, sehingga meninggalkan bekas luka kehitaman yang sulit hilang.
Apa nama lain dari darah manis?

Apa nama lain dari darah manis?
Dalam istilah medis, darah manis disebut juga sebagai prurigo.
Apa saja jenis darah manis atau prurigo?

Apa saja jenis darah manis atau prurigo?
Ada dua macam prurigo yang dapat diidentifikasi, yaitu prurigo herba dan prurigo noularis.
