Mengenal Dark Triad Personality dan Ragam Kepribadiannya yang Perlu Diwaspadai

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
18 Agustus 2022 9:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi dark triad personality. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dark triad personality. Foto: pixabay
ADVERTISEMENT
Dark triad personality adalah kepribadian atau sisi gelap tiap individu yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Paulhus D. L., & Williams, K. M. pada tahun 2002.
ADVERTISEMENT
Dark triad berawal dari teori Jung yang menyatakan bahwa setiap individu memiliki bayangan (shadow) yang sering kali tidak disadari. Sebagian orang tidak melihat bayangan tersebut atau bahkan berusaha menyembunyikannya dari diri sendiri dan orang lain.
Teori dark triad berpendapat bahwa setiap individu memiliki ketiga trait yaitu machiavellianism, narcissism, dan psychopathy. Pada sebagian orang, salah satu diantarannya berperan lebih dominan.
Dark triad adalah pertengahan antara kepribadian normal dan patologi klinis. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang dark triad personality selengkapnya untuk Anda.

Teori Dark Triad Personality

Dark triad personality adalah kepribadian yang menunjukkan sisi gelap dari individu. Kepribadian ini terdiri dari tiga poin utama, yakni machiavellianism, narcissism, dan psychopathy.
Ilustrasi dark triad personality. Foto: pixabay

1. Machiavellianism

Machiavellian diartikan sebagai kepribadian yang kurang peduli terhadap hubungan personal. Mengutip buku Studies in Machiavellianism karya Cristie & Geis, mereka biasanya cenderung mengabaikan nilai moralitas dan memiliki komitmen ideologi yang cukup rendah.
ADVERTISEMENT
Seorang machiavellian memiliki sifat curang, egois, acuh tak acuh, dingin, dan tidak peduli terhadap orang lain. Mereka cenderung memprioritaskan hal-hal yang berbau seks, uang, bisnis, kekuasaan, dan persaingan.
Machiavellianism dikaitkan dengan sifat manipulatif dan sangat berorientasi pada tujuan kotor. Meski begitu, individu machivellian cenderung lebih hati-hati dalam bertindak.

2. Narcissism

Individu narcissism cenderung mementingkan diri sendiri, haus akan perhatian, mendominasi, dan merasa paling berkuasa. Narcissism memiliki dua bentuk yaitu, grandiose narcissism dan vulnerable narcissism.
Grandiose narcissism adalah gambaran individu yang narsistik terhadap rasa percaya diri, memiliki sifat egois, arogan, dan eksibisionis. Mereka haus akan validasi dan kerap menampilkan pencitraan yang palsu di depan publik.
Ilustrasi dark triad personality. Foto: pixabay
Sementara vulnerable narcissism lebih hipersenstif. Mereka sering terlibat dalam permusuhan dan cenderung memiliki rasa malu yang besar. Rasa percaya diri yang rendah membuat mereka bersikap defensif dan sensitif di waktu bersamaan.
ADVERTISEMENT

3. Psychopathy

Seorang psychopathy cenderung memiliki emosi berlebihan yang membuat mereka sering terlibat dalam konflik interpersonal. Mereka tidak memiliki rasa empati dan penyesalan.
Giammarco & Vernon dalam jurnal berjudul Vengeance and the Dark Triad: The role of empathy and perspective taking in trait forgivingness mengatakan bahwa sifat lain dari seorang psychopathy yaitu impulsif, tidak konsisten, dan memiliki kebiasaan thrillseeking atau kebiasaan untuk mencari situasi/hal yang mendebarkan.
Mereka kerap mengabaikan norma dan nilai sosial, tidak jujur, tidak bertanggungjawab, dan mudah frustrasi. Individu psychopathy sangat rentan terhadap gangguan mental dan kejiwaan.
(MSD)