Mengenal Fase Bipolar Manik dan Depresi beserta Masing-Masing Gejalanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bipolar disorder adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati atau mood yang ekstrem. Suatu waktu, pengidap bipolar bisa merasa sangat senang. Di lain waktu, ia akan merasa begitu depresi.
Gejala gangguan mental tersebut kebanyakan muncul untuk pertama kalinya pada masa dewasa awal. Ada pula yang mengalaminya pada masa remaja, namun, gejalanya sulit diidentifikasi karena perubahan mood memang menjadi bagian dari tahap perkembangan masa tersebut.
Menurut laman Mayo Clinic, gangguan bipolar merupakan kondisi seumur hidup yang tidak bisa disembuhkan. Namun, gejalanya bisa dikelola agar pasien bisa beraktivitas normal.
Selain suasana hati, gangguan bipolar juga menyebabkan perubahan tingkat energi dan perilaku yang dikenal sebagai siklus. Setiap siklusnya, pengidap bipolar akan mengalami fase yang berubah-ubah. Apa saja fase bipolar itu?
Fase Bipolar
Mengutip laman Cleveland Clinic, pemicu fase bipolar berbeda-beda pada setiap pasien. Mulai dari situasi yang bising, cahaya terang, kurang tidur, penggunaan zat tertentu seperti narkoba atau alkohol, hingga perubahan besar dalam hidup seperti perceraian, pernikahan, atau kehilangan pekerjaan.
Bipolar terbagi menjadi dua fase yang disebut manik dan depresi. Setiap fase bipolar memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya:
Fase Manik
Fase manik atau mania adalah periode suasana hati yang sangat bahagia dan penuh semangat. Fase ini berlangsung setidaknya selama satu minggu. Jika tidak ditangani dengan benar, fase itu bisa bertahan selama berbulan-bulan. Fase manik dapat dikenali dengan gejala sebagai berikut:
Memiliki energi yang sangat tinggi.
Merasa sangat bahagia dan bersemangat, bahkan terlampau berlebihan.
Tidak tidur atau hanya tidur beberapa jam tetapi masih bersemangat.
Memiliki harga diri yang tinggi dan merasa bahwa diri tidak terkalahkan.
Lebih banyak bicara dari biasanya. Terkadang, penderita bipolar yang sedang mengalami fase manik juga akan bicara sangat cepat sehingga tidak bisa disela orang lain.
Banyak ide yang muncul di saat yang bersamaan.
Mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak penting atau tidak berhubungan.
Terobsesi akan suatu aktivitas.
Melakukan gerakan tanpa tujuan, misalnya mondar-mandir di sekitar rumah dan merasa gelisah jika hanya berdiam diri.
Menunjukkan perilaku impulsif yang berdampak buruk, misalnya belanja berlebihan, seks bebas, dan sebagainya.
Fase Depresi
Berbanding terbalik dengan fase manik, saat mengalami fase depresi, pengidap bipolar akan merasa sangat sedih, putus asa, bahkan mungkin berpikir ingin bunuh diri. Lamanya fase depresi bervariasi, namun umumnya terjadi selama 1-2 minggu.
Menurut informasi dari laman WebMD, selama fase depresi, penderita bipolar mungkin mengalami gejala sebagai berikut:
Merasa sedih, khawatir, atau kosong.
Memiliki sedikit atau tidak ada energi.
Merasa tidak bisa menikmati apa pun.
Tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Makan terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Sulit fokus atau mengingat sesuatu.
Sulit membuat keputusan.
Terkadang berpikir tentang bunuh diri atau kematian.
(ADS)
