Konten dari Pengguna

Mengenal Gejala HIV Pada Pria yang Harus Diwaspadai

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Obat HIV Kaletra Foto: AFP/Geoff Robbin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Obat HIV Kaletra Foto: AFP/Geoff Robbin

Daftar isi

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan jenis virus yang dapat menginfeksi sel darah putih dan menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Infeksi virus HIV dapat mendatangkan penyakit AIDS.

Mengutip buku Awal Menjadi Ibu karya Connie Marshal (2000), infeksi HIV umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini biasa dialami oleh kaum homoseksual atau biseksual, orang yang memakai narkoba lewat jarum suntik, dan mereka yang menerima darah dari orang yang mengidap HIV.

Pasien HIV berisiko terserang penyakit lain yang berakibat sangat fatal. Gejala umumnya ditandai dengan flu berulang, lesu, berkeringat pada malam hari tanpa sebab, otot sakit, batuk, pembesaran kelenjar limfe, dan infeksi mulut.

Secara khusus, pasien HIV pria dan wanita memiliki gejala yang berbeda. Apa gejala HIV pada pria? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut.

Gejala HIV Pada Pria

Umumnya, sebagian besar pasien HIV tidak menyadari gejala infeksi tahap awal karena mereka tidak melihat tanda-tandanya secara fisik. Meski begitu, mereka tetap membawa virus HIV di dalam darahnya.

Sel imun yang terinfeksi HIV. Foto: NIH/NIAID

Orang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus kepada orang lain, terlepas dari mereka terkena AIDS atau tidak. Untuk mengetahui diagnosisnya, mereka harus segera melakukan tes HIV di rumah sakit terdekat.

Mengutip buku Hijama or Oxidant Drainage Therapy karya Azib Susiyanto (2013), pada tahap menengah, pasien HIV biasanya akan mengalami gejala flu berulang, otot sakit, pembesaran kelenjar limfa, dan infeksi mulut atau sariawan. Gejala tersebut dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh mereka.

Gejala infeksi HIV tahap akhir disebut juga sebagai gejala AIDS. Kondisi ini ditandai dengan berat badan yang menurun, diare kronis, batuk, sesak napas, infeksi paru-paru atau tuberkulosis, sarkoma kaposi, pusing, linglung dan infeksi otak.

Secara spesifik, gejala HIV pada pria dapat memengaruhi aktivitas seksual mereka. Kondisi ini disebut sebagai hipogonadisme, di mana testis tidak menghasilkan hormon seks testosteron secara cukup.

Selain itu, ada pula gejala HIV pada pria lainnya yang bisa dirasakan. Dirangkum dari situs WebMD dan Healthlines, berikut penjelasannya:

Ilustrasi HIV AIDS. Foto: Shutter Stock

1. Luka pada penis

Gejala umum HIV adalah luka terbuka pada penis yang terasa menyakitkan. Biasanya, luka ini dibarengi dengan keluhan bisul di mulut atau kerongkongan pasien. Luka ini sering hilang dan timbul dalam peride tertentu.

2. Nyeri saat buang air kecil

Pasien HIV yang berada di stadium menengah akan merasakan nyeri saat buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh pembengkakan prostat, yaitu kelenjar kecil di bawah kandung kemih.

Terkadang, nyeri disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut sebagai prostatitis. Jika mulai terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan HIV?
chevron-down

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan sejenis virus yang dapat menginfeksi sel darah putih dan menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia.

Apa perbedaan HIV dan AIDS?
chevron-down

HIV adalah virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sementara itu, AIDS adalah sebuah kondisi akibat infeksi HIV.

Apa gejala HIV secara umum?
chevron-down

Gejala umumnya ditandai dengan flu berulang, lesu, berkeringan pada malam hari tanpa sebab, otot sakit, batuk, pembesaran kelenjar limfe, dan infeksi mulut.