Mengenal Grooming, Pelecehan Seksual yang Terjadi pada Anak

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Grooming adalah modus pelecehan seksual yang di mana si pelakunya melakukan pendekatan dengan korban untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Biasanya grooming ini dilakukan kepada anak-anak yang masih awam dengan pengertian dari pelecehan seksual tersebut.
Memang jika dilihat secara harfiah, grooming memiliki arti sebagai perawatan diri. Namun, makna ini akan berubah ketika berbicara dalam konteks pelecehan seksual. Itu juga yang menjadi sebab bahwa tidak sedikit masyarakat yang masih awam dengan istilah grooming dalam pelecehan seksual.
Padahal, jika diamati lebih lanjut, kejadian grooming ini sering terjadi di lingkungan sekitar tanpa disadari. Maka itu, orang tua perlu untuk memastikan bahwa anak-anaknya tidak mengalami kejahatan seksual tersebut yang akan membuat mereka trauma.
Ingin tahu lebih banyak tentang grooming pada pelecehan seksual yang dialami anak-anak? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Pengertian Grooming
Menyadur laman Raising Children, grooming adalah upaya seseorang untuk menciptakan kedekatan dengan anak yang bertujuan untuk melakukan pelecehan seksual di waktu yang akan datang. Melihat dari kasus-kasus yang terjadi, kebanyakan korbannya adalah anak-anak yang belum memahami secara jelas apa itu pelecehan seksual.
Kejadian grooming ini sendiri bisa terjadi pada siapa pun tidak memandang jenis kelamin. Namun, memang tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan korban grooming ini adalah anak-anak perempuan. Biasanya, pelaku grooming ini datang dari seseorang yang memang sudah dikenal sebelumnya.
Sebab, ketika menjalani aksinya, pelaku akan melakukan berbagai pendekatan untuk bisa membangun hubungan serta kepercayaan dengan si anak. Hal ini juga yang menjadi sebab bahwa tidak sedikit dari orang tua yang pada akhirnya tidak menyadari anaknya mengalami grooming.
Contoh-Contoh Grooming
Supaya para orang tua bisa lebih peduli dengan pelecehan seksual grooming ini, berikut ada beberapa contoh kasus grooming yang perlu diwaspadai terjadi pada anak-anak, di antaranya:
Memberikan hadiah atau perhatian lebih kepada anak-anak, atau orang tua mereka untuk membuat korban merasa spesial atau berutang budi kepada si pelaku.
Melakukan kontak fisik secara seksual, seperti menggelitik, bergulat, atau berkelahi secara lembut.
Secara sengaja atau tidak sengaja menunjukkan konten serta tindakan seksual kepada korban.
Mengendalikan anak dan remaja lewat ancaman, pemaksaan, atau penyalahgunaan wewenang agar membuat korban merasa takut untuk melaporkan perilaku tak terpuji tersebut.
Tanda-Tanda Grooming
Mengutip dari laman The UK Children's Charity, selain contoh-contoh, ada juga tanda-tanda grooming yang patut untuk diwaspadai terjadi pada anak-anak, seperti:
Sering mendapatkan mainan atau baju baru, tapi tidak jelas siapa yang memberikannya
Si anak tidak mau menceritakan siapa yang memberikan hadiahnya
Mendapatkan banyak pesan dari orang asing yang mereka temui di dunia maya
Sering berbicara tentang orang dewasa
Ingin menghabiskan waktu bersama orang dewasa
Ingin pergi sendirian saat akan bertemu dengan orang dewasa
Tidak mau bercerita mengenai apa yang dilakukannya
Sering menyendiri di kamar
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu grooming pada anak?

Apa itu grooming pada anak?
Grooming adalah modus pelecehan seksual yang di mana si pelakunya melakukan pendekatan dengan korban untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh.
Apa tanda-tanda grooming?

Apa tanda-tanda grooming?
Salah satu tanda grooming yang terjadi pada anak adalah sering mendapatkan mainan atau baju baru, tapi tidak jelas siapa yang memberikannya.
Apa ciri-ciri grooming?

Apa ciri-ciri grooming?
Ciri-ciri grooming yakni pelakunya melakukan kontak fisik secara seksual, seperti menggelitik, bergulat, atau berkelahi secara lembut.
