Konten dari Pengguna

Mengenal Hadits Arbain Nawawi, Karya Imam Nawawi yang Paling Mahsyur

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hadits Arbain Nawawi. Foto: almanshurohagency.com
zoom-in-whitePerbesar
Hadits Arbain Nawawi. Foto: almanshurohagency.com

Arbain Nawawi atau Al-Arba'in An-Nawawiyah adalah sebuah kitab berisi kumpulan hadits yang banyak diterima di kalangan masyarakat muslim Indonesia, bahkan dunia.

Kitab ini dapat ditemukan di hampir seluruh pondok pesantren dan menjadi favorit para santri untuk menghafal hadits-hadits nabi sebelum beralih ke kitab-kitab yang lebih besar. Pasalnya, pokok-pokok agama Islam di dalamnya disusun secara ringkas dan padat.

Terdapat alasan mengapa kitab ini sangat populer di Indonesia. Imam Muhyidin dalam Syarah Hadis Arbain menuliskan bahwa hadits Arbain Nawawi dianggap sebagai kitab Syafiiyah dan mayoritas umat Muslim di Indonesia menganut mazhab Syafi’i.

Kitab Hadits Arbain sendiri terdiri dari 42 hadits-hadits pilihan yang berkaitan dengan kehidupan beragama, ibadah, muamalah, dan syariah. Ini merupakan deretan fondasi dalam agama Islam.

Imam an-Nawawi berkomitmen untuk menyantumkan hadits-hadits yang shahih saja. Sebagian besar hadits-hadits dalam Arbain an-Nawawi terdapat dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

Kandungan Pokok Hadits Arbain Nawawi

Pembahasan dari 42 hadits tersebut meliputi:

  1. Niat, Kunci Amal;

  2. Islam, Iman, Ihsan;

  3. Rukun Iman;

  4. Amalan Itu Tergantung Bagaimana Kesudahannya;

  5. Kemungkaran dan Bid‘ah;

  6. Halal dan Haram;

  7. Agama adalah Nasihat;

  8. Kesucian Setiap Muslim;

  9. Pembebanan Sesuai Kemampuan;

  10. Do‘a dan Kaitannya Dengan Makan yang Halal;

  11. Wara‘ dan Meninggalkan Subhat;

  12. Meninggalkan Hal-Hal yang Tidak Bermakna

  13. Mencintai Kebaikan Bagi Orang Lain;

  14. Kapan Darah Muslim Boleh Ditumpahkan;

  15. Kemurahan dan Diam;

  16. Larangan Marah;

  17. Berbuat Baik Dalam Segala Hal

  18. Takwa dan Akhlak yang Baik;

  19. Bantuan Allah dan Penjagaan-Nya;

  20. Rasa Malu dan Iman;

  21. Iman dan Istiqamah;

  22. Jalan ke Surga

  23. Sarana-Sarana Kebaikan;

  24. Haram Berbuat Zhalim;

  25. Keutamaan Dzikir;

  26. Di antara Jalan-Jalan Kebaikan;

  27. Kebaikan dan Dosa;

  28. Berpegang Pada Sunnah serta Menjahui Penyelisihan dan Bid‘ah;

  29. Jalan Menuju Surga;

  30. Hak-Hak Allah;

  31. Keutamaan Zuhud;

  32. Jangan Menimbulkan Bahaya dan Jangan Balas Membahayakan Orang Lain;

  33. Bukti dan Sumpah;

  34. Mengubah Kemungkaran;

  35. Adab-Adab Kemasyarakatan;

  36. Amal Kebajikan dan Balasannya;

  37. Kemurahan Allah;

  38. Kemurkaan Allah dan Keridhaan-Nya;

  39. Sesuatu yang Tidak Mengandung Dosa,

  40. Pendek Angan-Angan;

  41. Keinginan Seorang Mukmin;

  42. Ampunan Allah.

Di antara 42 hadits tersebut, yang paling inti adalah hadits pertama yaitu hadits niat yang mengandung inti bahwa amalan tergantung niatnya. Kemudian hadits kedua yaitu hadits Jibril yang memuat rukun Islam, rukun Iman, dan rukun Ihsan.

Ada pula hadits keenam tentang halal, haram, dan syubhat, serta hadits kesembilan tentang mengerjakan perintah sesuai kesanggupan.

Ilustrasi muslim membaca Alquran. Foto: Pixabay

Kedudukan Kitab Arbain Nawawi

Terdapat sejumlah alasan yang menunjukan pentingnya kitab Arbain Nawawi, di antaranya yaitu:

  • Mencakup sebagian besar urusan dan kebutuhan umat Islam di dunia dan di akhirat, baik dari segi akidah, hukum, syariah, muamalah dan akhlak.

  • Kumpulan hadits-hadits nabi pilihan dan merupakan jawami'ul kalim yang memiliki keutamaan dalam pembahasan yang singkat dan padat.

  • Hadits-haditsnya merupakan satu kesatuan yang menjadi cakupan ajaran Islam, baik setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya.

  • Banyak digunakan oleh para ulama untuk memberikan pemahaman ajaran Islam.

(ERA)