Mengenal IGRS Komdigi, Sistem Rating Usia yang Jadi Polemik di Kalangan Gamer

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kemunculan rating usia IGRIS (Indonesia Game Rating System) di platform Steam menuai polemik di kalangan gamer Indonesia. Pasalnya, sejumlah game dengan konten dewasa justru diberi label ramah anak, sementara beberapa game populer malah dinilai tidak layak didistribusikan di Indonesia.
Kondisi ini memicu kritik dari komunitas gamer hingga pelaku industri game di Indonesia yang mempertanyakan akurasi sistem tersebut. Sebab, sistem IGRS yang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia merupakan standar nasional untuk melindungi masyarakat dari konten yang tidak sesuai usia.
Jadi, kehadiran IGRS seharusnya dapat memberikan panduan yang jelas dan konkret dalam memilih produk digital yang aman. Lantas, apa itu IGRS dan bagaimana mekanisme klasifikasi rating yang diberlakukan? Mari simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa Itu IGRS Komdigi?
Industri game di Indonesia berkembang sangat pesat, sehingga dibutuhkan regulasi yang lebih jelas, khususnya terkait klasifikasi usia dan konten. Untuk menjawab hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI memperkuat sistem klasifikasi nasional melalui IGRS.
Dikutip dari laman Komdigi, Indonesia Game Rating System merupakan sistem yang dirancang untuk memastikan setiap game digital ditujukan kepada kelompok usia yang sesuai dengan isi kontennya. Sistem ini menjadi acuan penting agar distribusi dan konsumsi game dapat berlangsung secara lebih bertanggung jawab.
Sistem IGRS sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016 dalam ajang BEKRAF Game Prime. Sistem ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 yang mengatur klasifikasi permainan interaktif elektronik di Indonesia.
Melalui IGRS, setiap judul game akan dinilai berdasarkan berbagai elemen konten, mulai dari bahasa, tingkat kekerasan, hingga tema sensitif yang diangkat.
Hasil penilaian tersebut kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori usia, seperti semua umur, 3+, 7+, 13+, hingga 18+, sehingga pemain dapat lebih bijak dalam memilih game yang aman dan sesuai dengan usianya.
Kategori Usia dalam IGRS
Dalam sistem IGRS, klasifikasi usia menjadi acuan utama untuk menentukan kelayakan sebuah game bagi kelompok umur tertentu. Penilaian ini disusun berdasarkan tingkat sensitivitas konten, mulai dari yang sepenuhnya ramah anak hingga yang mengandung unsur dewasa.
Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, secara umum kategori usia dalam Indonesia Game Rating System terbagi menjadi beberapa kelompok berikut:
1. Semua Usia (SU)
Kategori ini menunjukkan bahwa game aman dimainkan oleh semua kalangan tanpa batasan umur, karena tidak mengandung unsur yang berisiko.
2. 3+ (Usia 3 Tahun ke Atas)
Game dalam kategori ini hanya memuat konten yang sangat ringan, tanpa kekerasan maupun bahasa kasar, sehingga cocok untuk anak usia dini.
3. 7+ (Usia 7 Tahun ke Atas)
Mulai terdapat elemen fantasi atau adegan ringan yang sedikit menegangkan, namun masih tergolong aman untuk anak-anak dengan pengawasan orang dewasa.
4. 13+ (Usia 13 Tahun ke Atas)
Kategori ini sudah mengandung kekerasan tingkat sedang atau penggunaan bahasa yang lebih kompleks, sehingga ditujukan untuk remaja.
5. 18+ (Usia 18 Tahun ke Atas)
Diperuntukkan bagi pemain dewasa karena memuat tema berat, kekerasan intens, atau elemen sensitif lainnya yang tidak sesuai untuk anak-anak.
Selain kategori tersebut, terdapat pula label unrated atau tidak terklasifikasi. Label ini biasanya diberikan pada game yang mengandung unsur terlarang, seperti perjudian, pornografi, atau konten yang bertentangan dengan hukum di Indonesia.
Baca Juga: Komdigi Akan Evaluasi Sistem IGRS Usai Polemik Rating Game di Steam
(ANB)
