Konten dari Pengguna

Mengenal Ilmu Mustholah Hadits untuk Mengetahui Istilah dalam Kajian Hadits

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock

Mustholah hadits adalah ilmu yang mempelajari istilah-istilah dalam kajian hadits. Ilmu ini dapat digunakan sebagai penentu tingkatan suatu hadits, apakah masyhur, shahih, hasan, dan lain sebagainya.

Sebelum membahasnya, perlu diketahui terlebih dahulu definisi hadits dalam Islam. Menurut Syaikh Manna al-Qaththan dalam buku Pengantar Studi Ilmu Hadits, hadits adalah hal-hal yang datang dari Rasulullah SAW, baik berupa ucapan, perbuatan, ataupun pengakuan.

Hadits dapat menjadi penjelas sekaligus perinci bagi ayat Alquran yang sifatnya masih samar. Sehingga, umat Muslim pun mampu memaknainya dengan benar dan sesuai. Lantas, apa itu mustholah hadits dan bagaimana pembagiannya?

Ilmu Mustholah Hadits

Para ulama hadits kerap memunculkan istilah tertentu ketika mengkaji suatu hadits. Ada yang sifatnya umum, namun ada pula yang khusus. Sehingga, terkadang masyarakat awam tidak bisa mengetahuinya dengan jelas.

Ilustrasi anak Islam membaca Al-Quran. Foto: Shutter Stock

Oleh karena itu, diperlukan mustholah hadits. Ilmu ini bisa menjabarkan asal-usul dan kaidah suatu hadits secara menyeluruh. Selain itu, mustholah hadits juga bisa menjelaskan tingkatan hadits dan isyarat yang terkandung di dalamnya.

Hukum mempelajari ilmu mustholah hadits adalah fardhu kifayah. Namun, jika tidak ada satupun yang menguasainya, hukumnya menjadi fardhu ‘ain.

Ilmu ini mampu mendekatkan seseorang kepada Allah Swt dan Rasul-Nya. Ilmu mustholah hadits juga bisa membantu umat Muslim dalam memahami Alquran dan ilmu keislaman lainnya secara umum.

Sama seperti ilmu kalam, mustholah hadits juga mengenal istilah pembagian ilmu. Menurut Abu Utsman Karisman dalam buku Mudah Memahami Ilmu Mustholah Hadits, pembagiannya dibedakan menjadi dua jenis, yakni ilmu dirayah dan ilmu riwayah.

Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan kedua ilmu ini. Sebagian menjelaskan bahwa riwayah adalah menukil hadits dengan sanadnya. Sedangkan dirayah adalah meneliti sanad hadits, shahih atau tidak, bisa dijadikan hujjah atau tidak, dan seterusnya.

Ilustrasi Alquran Foto: Pexels

Sebagian ulama lain berpandangan bahwa riwayah itu mempelajari ilmu (riwayat), sedangkan dirayah adalah memahami makna penukilan yang terkandung dalam hadits. Pendapat ini berasal dari Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Aalusy Syaikh dalam Kitab al-Farqu bayna Kutubil Fiqhi wa Kutubil Hadits.

Adapun istilah-istilah yang kerap digunakan dalam mustholah hadits adalah sebagai berikut:

  • Matan, yaitu isi atau perkataan hadits yang disampaikan.

  • Rawi (perawi), yaitu orang yang membawa (meriwayatkan) hadits atau membukukannya. Perawi pertama adalah para sahabat, kemudian para tabi'in, lalu para penyusun hadits sepeti Bukhari, Muslim dan sebagainya.

  • Sanad, yaitu orang-orang yang menjadi sandaran dalam meriwayatkan hadits. Dengan kata lain, sanad adalah orang-orang yang menjadi perantara dari Nabi Muhammad SAW ke perawi.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu mustholah hadits?

chevron-down

Mustholah hadits adalah ilmu yang mempelajari istilah-istilah dalam hadits.

Apa saja pembagian ilmu hadits?

chevron-down

Ilmu hadits dibagi menjadi dua yakni ilmu dirayah dan ilmu riwayah.

Apa yang dimaksud dengan sanad?

chevron-down

Sanad, yaitu orang-orang yang menjadi sandaran dalam meriwayatkan hadits. Dengan kata lain, sanad adalah orang-orang yang menjadi perantara dari Nabi Muhammad SAW ke perawi.