Konten dari Pengguna

Mengenal Ilmu Tafsir, Bidang Kajian Islam yang Membahas Firman Allah SWT

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Alquran Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Alquran Foto: Pexels

Alquran adalah kitab suci umat Muslim yang sempurna. Untuk dapat memahami maknanya, diperlukan ilmu khusus atau yang disebut ilmu tafsir.

Secara bahasa, tafsir berasal kata fasaro dari berarti penjelasan atau penampakan makna. Dalam buku Al-Maqayis fi al-Lughah, Ahmad Ibnu Faris menyatakan bahwa kata tafsir mengandung makna keterbukaan dari kejelasan. Artinya, makna tersebut dapat dijangkau oleh akal pikiran.

Secara istilah, Abu Hayyan dalam Al-Bahru Muhith mendefinisikan ilmu tafsir sebagai ilmu yang membahas tentang bagaimana mengucapkan lafadz Alquran, madlulnya, hukum-hukumnya, baik yang bersifat tunggal atau dalam untaian kalimat. Orang yang ahli dalam ilmu tafsir disebut mufassir.

Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang ilmu tafsir dan mufassir yang bisa Anda simak.

Pengertian Ilmu Tafsir dan Mufassir

Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock

Secara sederhana, ilmu tafsir dapat didefinisikan sebagai ilmu yang membahas tentang firman-firman Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Mengutip buku Kaidah Tafsir oleh M. Quraish Shihab (2019), tafsir itu lahir dari upaya sungguh-sungguh para mufassir untuk beristinbath atau menemukan makna-makna dalam teks ayat-ayat Alquran.

Ilmu tafsir biasa disebut juga dengan ilmu takwil. Penamaan ini didasari pada kitab pertama yang diciptakan oleh Imam At-Thabari yang berjudul Jami’ul bayan ‘An Ta’wili Ayi Al-quran.

Mengutip buku Kaidah Ilmu Tafsir Alquran Praktis oleh Dr. HK. Juhana Nasrudin, dalam menafsirkan Alquran, para Ulama dari semua kalangan dan generasi Ulumul Quran selalu berpegang teguh pada empat hal. Empat hal tersebut di antaranya Alquran Karim, Nabi SAW, para sahabat, dan ijtihad ulama.

Untuk menafsirkan Alquran sejatinya hanya boleh dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW saja. Sebab hanya Beliau yang diutus oleh Allah dan diberikan ilmu yang secara langsung oleh-Nya.

Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock

Allah mempercayakan amanah untuk menjelaskan isi dan makna Alquran di pundak beliau. Sehingga semua yang keluar dari mulut Rasulullah adalah wahyu juga, meski bukan termasuk ayat Alquran. Allah SWT berfirman dalam surat An-Najm ayat 3-4 yang berbunyi:

وَمَا يَنۡطِقُ عَنِ الۡهَوٰىؕ(3) اِنۡ هُوَ اِلَّا وَحۡىٌ يُّوۡحٰىۙ‏ (4)

"Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)."

Maka, sejatinya yang pantas disebut sebagai mufassir hanyalah Rasulullah SAW. Sedangkan orang selain Rasulullah, termasuk para sahabat, pada dasarnya bukanlah mufassir. Sebab wahyu tidak turun secara langsung kepada mereka.

Mengutip buku Ilmu Tafsir: Sebuah Pengantar oleh Ibnu Sarwat, apa yang dijelaskan oleh para sahabat itu bukan semata-mata hasil pemikiran mereka sendiri, melainkan bersumber dari Nabi SAW juga. Maka dalam hal ini, para sahabat berfungsi sebagai perawi atau meriwayatkan perkataan Nabi SAW saja.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan ilmu tafsir?

chevron-down

Ilmu tafsir adalah yang membahas tentang bagaimana mengucapkan lafadz Al-Quran, madlulnya, hukum-hukumnya, baik yang bersifat tunggal atau dalam untaian kalimat.

Apa contoh kitab ilmu tafsir?

chevron-down

Kitab berjudul Jami’ul bayan ‘An Ta’wili Ayi Al-quran karangan Imam At-Thabari.

Apa yang dimaksud mufassir?

chevron-down

Orang yang ahli dalam ilmu tafsir disebut mufassir.