Mengenal Izrail, Malaikat Pencabut Nyawa yang Wajib Diimani Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beriman kepada malaikat termasuk ke dalam perkara yang harus ditunaikan oleh seorang Muslim. Dengan mengimani keberadaan malaikat, maka seorang Muslim juga mengimani keberadaan Allah SWT, Tuhan yang menciptakannya.
Mengutip buku Mengenal Malaikat oleh M. Rosid Kusnan, secara istilah malaikat diartikan sebagai makhluk gaib yang diciptakan Allah SWT dari cahaya. Jumlah malaikat ada banyak, namun yang wajib diketahui hanya ada 10, salah satunya Malaikat Izrail.
Malaikat Izrail adalah malaikat yang ditugaskan untuk mencabut nyawa semua makhluk di muka bumi. Sosoknya banyak dijelaskan dalam Alquran dan hadist, salah satunya Surat Al-An’am ayat 61 berikut ini:
وَهُوَ الۡقَاهِرُ فَوۡقَ عِبَادِهٖ وَيُرۡسِلُ عَلَيۡكُمۡ حَفَظَةً ؕ حَتّٰٓى اِذَا جَآءَ اَحَدَكُمُ الۡمَوۡتُ تَوَفَّتۡهُ رُسُلُـنَا وَهُمۡ لَا يُفَرِّطُوۡنَ
Dan Dialah Penguasa mutlak atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya, dan mereka tidak melalaikan tugasnya.
Agar lebih mengenalnya, berikut penjelasan tentang sosok Malaikat Izrail lengkap dengan dalil yang membahasnya.
Mengenal Izrail, Malaikat Pencabut Nyawa
Malaikat Izrail yang juga dikenal dengan Malaikat Maut bertugas mencabut nyawa semua makhluk, termasuk dirinya sendiri. Ia termasuk salah satu malaikat utama setelah Jibril, Mikail, dan Israfil.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Malaikat Izrail akan turun ke dunia bersama dengan dua kumpulan malaikat lain, yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab.
Dalam kitab Hikayat Shufiya diceritakan, ketika Malaikat Izrail ‘alaihissalam ditanya: “Apakah Engkau juga pernah tertawa?”
Kemudian ia menjawab bahwa ia pernah tertawa sekali dan menangis sekali.
“Ya, aku pernah tertawa sekali, dan menangis sekali. Pertama, aku tertawa kepada laki-laki yang telah melakukan tawar-menawar harga sepatu yang tidak akan rusak sampai masa lima tahun, sementara aku mengambil nyawanya saat dia sedang melakukan transaksi,” jawab Malaikat Izrail.
Adapun yang membuat Malaikat Izrail menangis adalah ketika ada perempuan yang memiliki dua anak yatim yang masih imut-imutnya. Perempuan itu menyeberangkan sungai anaknya satu per satu. Anak pertama sudah perempuan itu turunkan di tepi sungai, sementara saat hendak mengambil yang anak keduanya, karena kuasa Allah, tiba-tiba air menyeret menenggelamkan ibu dua anak yatim tersebut dan meninggal. Kejadian tersebut membuatku terharu, karena ada dua anak kecil yatim dan terpisahkan oleh keadaan, sementara ibunya telah meninggalkan mereka.
Dari kisah tersebut dapat diambil hikmah bahwa kematian bisa datang kepada siapa pun, kapan pun, dimana pun, dan dalam kondisi apapun. Semuanya sudah tertera dalam kitab takdir Allah yang sudah dituliskan dalam lauhul mahfudz.
Sebagai Muslim yang taat, kita hendaknya selalu bersiap menyambut kematian. Perbanyak amal saleh dan ibadah untuk mendapatkan ridho-Nya.
(MSD)
