Mengenal Jenis-Jenis Awan dan Karakteristiknya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah Anda memperhatikan awan di langit? Meskipun terlihat sama, bentuk awan yang tampak seperti kapas dengan warna putih ini memiliki jenis dan karakteristik yang berbeda-beda.
Awan merupakan salah satu benda langit yang terbentuk dari udara jenuh karena mendapat tambahan uap air, dan akhirnya mengalami pendinginan (kondensasi). Awan adalah kumpulan titik-titik air yang melayang-layang di udara.
Lantas, apa saja jenis awan dan bagaimana karakteristiknya? Simak penjelasannya berikut ini.
Jenis Awan dan Karakteristiknya
Dihimpun dari buku Bentuk-bentuk Di Angkasa, Josepha Sherman memaparkan awan mempunyai beragam bentuk dan ketinggian berdasarkan morfologinya (bentuk permukaan).
1. Awan cumulus
Awan yang berbentuk bulat putih, yang biasanya bisa dijumpai pada awal musim penghujan. Awan cumulus berbentuk seperti gumpalan, melayang di langit pada ketinggian menengah. Gumpalan-gumpalan awan ini berkumpul membentuk awan besar.
Pada bagian atas awan terdapat tonjolan-tonjolan, sehingga bentuknya menyerupai bunga kol. Bila matahari bersinar dari balik awan, bagian tepi awan akan terlihat bercahaya. Awan cumulus merupakan tanda bahwa cuaca akan tetap cerah dan panas.
Bila awan ini berwarna abu-abu kehitaman, berarti hujan akan segera turun. Hujan yang turun terjadi secara tiba-tiba dan reda secara tiba-tiba pula. Seringkali hujan disertai petir atau bahkan butiran butiran es.
2. Awan stratus
Awan Stratus menggantung rendah di langit, berlapis-lapis dan biasanya memiliki warna yang kehitaman. Awan ini menutupi puncak bukit dan bangunan-bangunan tinggi.
Awan Stratus seringkali muncul di musim dingin. Mereka dapat menyebabkan turunnya hujan rintik-rintik atau serpihan-serpihan salju.
3. Awan nimbus
Ini adalah awan tebal kehitaman yang sering menimbulkan hujan. Awan nimbus mempunyai warna yang lebih gelap dibandingkan dengan jenis jenis awan yang lainnya. Awan nimbus sangat tebal dan menyebabkan hujan lebat. Karenanya, awan nimbus disebut juga awan hujan.
4. Awan cirrus
Awan ini memiliki warna putih menyurupai bulu dengan bentuk yang tipis. Awan cirrus berbentuk serat dan kadang menyerupai tirai tipis yang menyebar.
Awan cirrus berada pada langit yang paling tinggi. Pada pagi yang cerah, awan cirrus tampak lebih dulu di langit daripada awan lain. Awan cirrus masih dapat ditembus cahaya matahari atau bulan dan menghasilkan pemandangan indah.
Bila beberapa bentuk awan tersebut bergabung akan terbentuk awan gabungan, misalnya nimbostratus, cumulonimbus, dan cirrostratus. Awan gabungan yang sering mendatangkan hujan adalah awan cumulonimbus. Adakalanya awan ini juga menimbulkan hujan deras yang disertai badai.
Jenis Awan Berdasarkan Ketinggiannya
Dirangkum dari buku Agroklimatologi, karya Lestari Irene Purba, dkk., selain yang disebutkan di atas, berikut jenis awan yang digolongkan berdasarkan ketinggiannya.
Awan Rendah
Kategori awan rendah merupakan awan yang ketinggiannya kurang dari 2.000 m dari permukaan laut (dpl), antara lain:
Stratocumulus (Sc) merupakan jenis awan bertumpuk (cumulus), berlapis (stratus) yang membentuk gumpalan. Jenis awan ini memiliki ketinggian antara 1.5000 3.000 m dpl. Awan ini memiliki bentuk massa gloubler yang besar serta berwarna kelabu dengan tepian yang agak terang dan halus.
Nimbostratus (Ns) merupakan jenis awan yang terletak antara ketinggian 1.200-1.500 m dpl. Awan ini berjenis gloubuler tebal serta luas arah horizontal dan menyerupai lapisan.
Stratus (St) merupakan jenis awan yang memiliki warna serba sama namun berlapis. Awan jenis ini termasuk awan rendah dengan ketinggian Antara 300-750 m dpl. Awan ini menyerupai kabut tanah (fogs) namun tidak menyentuh permukaan tanah.
Awan Sedang
Awan ini memiliki ketinggiannya antara 2.000 m-6.000 m dpl. Yang termasuk ke dalam awan sedang antara lain:
Awan Altocumulus yang berada di ketinggian sekitar 4000 m dpl. Awan ini menyerupai bulu domba Merino yang tebal dan memiliki warna yang seragam yaitu kelabu hingga kelabu kebiruan.
Awan Altostratus merupakan awan dengan ketinggian antara 3.000 4.000 m dpl. Awan ini menyerupai cadar yang rapat dan berwarna kelabu yang merupakan globuler horisonal. Awan Altostratus tersusun oleh garis-garis berlapis (stratus) yang sering membentuk bayangan.
Awan Tinggi
Awan tinggi berada di ketinggian lebih dari 6.000 m. Berikut macam-macam awan tinggi:
Awan Cirrocumulus berada pada ketinggian 7.500 9.000 m dpl. Jenis awan ini menyerupai gumpalan bulu domba berwarna putih yang dikenal dengan nama massa globuler.
Awan Cirrus menyerupai bulu ayam yang halus dan tipis serta memiliki warna putih. Awan cirrus memiliki struktur yang tersusun seperti serat-serat halus dan nampak seperti benang sutera putih, awan jenis ini akan nampak pada kondisi langit cerah.
Awan Cirrostatus berada pada ketinggian 6000-7500 m dpl. Himpunan awan ini merupakan lapisan awan yang putih dan tipis, namun jika berada di udara akan terlihat seperti susu. Jenis awan ini biasanya membuat sebuah lingkaran bila berada di sekitar matahari atau bulan.
Secara material pembentukanya, awan bisa dibedakan menjadi:
Awan air yang seluruhnya terdiri dari bintik-bintik uap air.
Awan es yang seluruhnya terdiri dari kristal-kristal es.
Awan campuran yang terdiri dari bintik-bintik uap air dan kristal es.
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apa itu awan?

Apa itu awan?
Awan merupakan salah satu benda di langit yang terbentuk dari udara jenuh karena mendapat tambahan uap air, dan akhirnya mengalami pendinginan (kondensasi). Awan berisi kumpulan titik-titik air yang melayang-layang di udara.
Ada berapa jenis awan di langit?

Ada berapa jenis awan di langit?
Awan yang ada di langit dibagi menjadi empat jenis yakni awan cumulus, awan status, awan nimbus, dan awan cirrus.
Apa itu awan cumulus?

Apa itu awan cumulus?
Awan cumulus berbentuk seperti gumpalan, melayang di langit pada ketinggian menengah.
