Mengenal Jenis Lidah Buaya yang Beracun dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
11 Agustus 2022 15:29
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi lidah buaya. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lidah buaya. Foto: pixabay
ADVERTISEMENT
Lidah buaya (aloe vera) adalah jenis tanaman hias yang sering dijadikan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri. Tanaman ini banyak ditemui di daerah beriklim tropis dan biasa tumbuh pada tanah yang subur.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Super Master Pelajaran SMA/MA susunan Tim Quantum Research (2020), lidah buaya memiliki akar serabut dengan batang yang sangat pendek. Daunnya berwarna hijau, tebal, berbintik putih, dan memiliki duri di bagian pinggirnya.
Ada 350 jenis tanaman lidah buaya yang tersebar di seluruh dunia. Masing-masing memiliki nilai guna dan karakteristiknya sendiri, mulai dari yang bernilai ekonomis, memiliki khasiat untuk kesehatan, beracun, dan lain-lain.
Ada juga jenis lidah buaya beracun yang dikenal dengan nama Agave American atau American Aloe. Apa bahaya jenis lidah buaya tersebut untuk kesehatan? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Jenis Lidah Buaya yang Beracun

Agave American memiliki ciri daun yang besar, runcing, dan dikelilingi oleh duri yang tajam. Mengutip situs Plant Care Today, Agave American sering dijumpai di kawasan New Mexico dan Arizona. Tanaman ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi.
Ilustrasi lidah buaya. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lidah buaya. Foto: pixabay
Di America, Agave biasa dimanfaatkan seratnya untuk dijadikan bahan dasar tekstil. Pengrajin biasa mengubah serat Agave menjadi berbagai macam atribut fesyen seperti baju, celana, rok, tas, dan sepatu.
ADVERTISEMENT
Namun, Anda harus berhati-hati saat mengolahnya karena semua bagian Agave sangat beracun, mulai dari daun, tangkai bunga, hingga batangnya. Satu-satunya bagian Agave American yang tidak beracun adalah bunganya.
Saat terinfeksi racun Agave, seseorang akan mengalami beberapa gejala parah seperti kulit yang melepuh, kemerahan, dan rasa panas terbakar. Jika tidak sengaja menelan getah Agave American, Anda bisa mengalami kerusakan hati dan ginjal.
Pada kasus terparah, Agave American bisa menyebabkan kematian. Dilaporkan situs Business Insider, ada kasus di mana seorang vlogger asal Tiongkok mengalami kerusakan hati usai memakan getah Agave American.
Ia mengira bahwa tanaman tersebut tidak berbahaya, sama seperti jenis tanaman lidah buaya lainnya. Sialnya, ia salah menduga hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani tindakan medis untuk menyembuhkan kerusakan hati yang dialaminya.
Ilustrasi lidah buaya. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lidah buaya. Foto: pixabay
Selain tidak disarankan untuk dikonsumsi, Agave American juga tidak boleh dipegang. Ini karena duri yang mengelilingi Agave mengandung racun berbahaya yang dapat mengiritasi kulit.
ADVERTISEMENT
Pada beberapa kasus, ditemukan pasien yang mengalami alergi hebat usai menyentuh tanaman ini. Mereka mengalami gejala iritasi, kulit melepuh, kulit membengkak, dan gatal-gatal.
Senyawa yang menyebabkan reaksi serius ini disebut kalsium oksalat raphides. Apabila tersentuh, senyawa tersebut dapat memicu timbulnya rasa sakit hebat pada kulit Anda.
Oleh karena itu, disarankan untuk berhati-hati ketika menemui tanaman asing di sekitar rumah atau kebun. Bisa jadi tanaman tersebut berbahaya dan dapat mengancam keselamatan nyawa Anda.
(MSD)
Apa itu lidah buaya?
chevron-down
Ada berapa jenis tanaman lidah buaya?
chevron-down
Apa jenis lidah buaya yang beracun?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020