Mengenal Karakteristik Perusahaan Jasa dan Siklus Akuntansinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan pelayanan atau membuat jasa. Dalam prosesnya, perusahaan ini bertujuan untuk mencari laba atau keuntungan.
Sama seperti perusahaan lain, perusahaan jasa juga tetap memerlukan barang berwujud fisik untuk menunjang operasinalnya. Misalnya peralatan kantor, tanah, gedung, kendaraan, alat elektronik, dan lain-lain.
Mengutip buku Membina Kompetensi Ekonomi untuk SMA Kelas XI susunan Eeng Ahman, dkk (2007), jasa yang ditawarkan perusahaan ini biasanya memiliki ciri-ciri dan karakteristik tertentu. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan jasa merangkap banyak bidang usaha.
Ada yang bergerak di bidang hiburan, transportasi, profesi, dan reparasi. Bagaimana karakteristik perusahaan jasa yang sebenarnya? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.
Karakteristik Perusahaan Jasa
Pada dasarnya, perusahaan jasa bertujuan untuk memberikan pelayanan, kemudahan, dan kenyamanan kepada konsumen. Perusahaan ini ingin memperlancar akivitasnya agar bisa memperoleh keuntungan.
Perusahaan jasa menjual layanan berupa barang tak berwujud kepada masyarakat. Beberapa hal yang membedakan perusahaan jasa dengan perusahaan dagang adalah sebagai berikut:
Item yang dijual tak berwujud.
Item yang dijual tidak dapat diretur kembali.
Item tidak dapat dihitung jumlah stoknya.
Item yang dijual tidak memiliki harga pokok (COGS)
Karakteristik perusahaan jasa (services) sangat spesifik pada poin-poin tertentu. Dikutip dari buku KPI untuk Perusahaan Jasa karya Arini T. Soemohadiwidjojo (2017), berikut penjelasan masing-masing karakteristiknya:
1. Tidak berwujud (intangibility)
Produk jasa memiliki sifat tidak berwujud karena tidak dapat dilihat, diraba, didengar, atau dicium sebelum ada transaksi pembelian. Dengan demikian, kualitas jasa baru dapat diketahui setelah konsumen membelinya.
2. Tidak terpisahkan (inseparability)
Produk jasa diproduksi dan dikonsumsi secara simultan, sehingga tidak terpisahkan dari sumbernya. Dari sisi lain, interaksi antara perusahaan penyedia jasa dan konsumen juga menjadi hal penting yang tidak terpisahkan.
3. Heterogen (heterogenity)
Jenis dan kualitas jasa yang diberikan akan berbeda untuk setiap konsumen. Hal ini membuat produk jasa sangat heterogen dan sulit memiliki standar yang pakem.
4. Cepat hilang (perishability)
Karena sifatnya nonfisik, maka produk jasa tidak dapat disimpan dan harus segera dikonsumsi saat diperoleh. Dengan demikian, manfaat produk jasa bagi konsumen akan habis dengan cepat. Hal ini membuat konsumsi jasa selalu dibutuhkan konsumen berulang kali.
Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Kegiatan akuntansi merupakan suatu proses yang dilakukan secara berurutan, saling berkaitan, dan berulang-ulang sehingga membentuk sebuah siklus. Perusahaan jasa memiliki siklus akuntansi yang terdiri dari jurnal, neraca saldo, buku besar, dan lain-lain.
Siklus akuntansi tersebut nantinya akan diolah dengan tahapan-tahapan tertentu. Berikut kegiatan yang biasa dilakukan perusahaan jasa:
Identifikasi dan analisis transaksi keuangan.
Pencatatan bukti transaksi ke dalam jurnal umum.
Posting ke buku besar.
Penyusunan neraca saldo.
Jurnal penyesuaian.
Neraca lajur pada perusahaan jasa.
Neraca saldo setelah jurnal penyesuaian (adjusted trial balance).
Penyusunan laporan keuangan.
Penyusunan jurnal penutup.
Jurnal balik.
Neraca saldo setelah jurnal penutup.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu perusahaan jasa?

Apa itu perusahaan jasa?
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan pelayanan atau membuat jasa.
Apa saja bidang usaha perusahaan jasa?

Apa saja bidang usaha perusahaan jasa?
Ada yang bergerak di bidang hiburan, transportasi, profesi, dan reparasi.
Apa karakteristik perusahaan jasa?

Apa karakteristik perusahaan jasa?
Produk jasa memiliki sifat tidak berwujud karena tidak dapat dilihat, diraba, didengar, atau dicium sebelum ada transaksi pembelian.
