Mengenal Kitab Nadhom Imrithi beserta Isinya Secara Keseluruhan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nadhom Imrithi merupakan salah satu kitab yang paling banyak digunakan dalam ilmu nahwu. Kitab ini sering dijadikan acuan bagi para santri yang ingin mempelajari tata bahasa Arab lanjutan dengan cara menghafal syair-syair.
Ilmu nahwu merupakan bidang kajian yang wajib dipahami ketika hendak memahami bahasa Arab. Akan tetapi, tingkat kesulitan yang sangat tinggi membuat sebagian orang mundur dan menyerah sebelum berhasil menguasainya.
Karena alasan tersebut, beberapa ulama dan ilmuwan Islam kemudian menyusun kitab-kitab yang bertujuan untuk membantu proses pembelajaran ilmu nahwu, salah satunya Nadhom Imrithi.
Ingin tahu siapa pengarang dan apa isi kitab Nadhom Imrithi? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut ini.
Apa itu Kitab Nadhom Imrithi?
Dirangkum dari Buku Nahwu Praktis Al-Imrithy Dilengkapi Keterangan Penting karangan M. Fathu Illah, kitab Nadhom Imrithi adalah kitab yang menjelaskan dasar pokok kaidah-kaidah ilmu nahwu.
Nama kitab ini diambil dari dua kata, yaitu nadhom yang berarti “syair” dan imrithi yang merupakan nisbat daerah asal pengarangnya di Mesir, yaitu Amrith atau Imrith. Judul asli kitab Nadhom Imrithi adalah ad-Durrotu al-Bahiyyah Nadzmu al-Ajurumiyyah.
Nadhom Imrithi disusun oleh seorang ulama abad ke-16 M bernama Syekh Yahya Syarafuddin al-‘Imrithi. Materi-materi dalam Nadhom Imrithi diambil dari kitab Matn al-Ajurumiyah yang berbentuk prosa, kemudian dikreasi ulang dalam bentuk nadhom (syair).
Kitab ini merupakan salah satu favorit bagi para santri yang ingin mendalami ilmu nahwu. Dengan bentuk syair-syair, mereka menjadi lebih mudah menghafal setiap perubahan dan kedudukan kalimat yang dibahas dalam kitab kuning.
Isi Kitab Nadhom Imrithi secara Keseluruhan
Mengutip laman Nahdlatul Ulama (NU Online) dan buku Untaian Motivasi dalam Nadhom al-‘Imrithi karya Amien Nurhakim, nadhom imrithi terdiri dari 204 bait syair dengan tambahan 113 bait syair dari Nadham Maqshud karya Syaikh Ahmad bin Abdurrahim.
1. Bait-bait Mukaddimah
2. Bab Kalam
3. Bab I'rob
4. Bab Alamat I'rob
5. Bab Alamat Nashab
6. Bab Alamat Khafad
7. Bab Alamat Jazm
8. Bab Nakirah dan Ma'rifah
9. Bab Marfu'ati al-Asma’
10. Bab Na'ib al-Fa'il
11. Bab Idlofah
Bab-bab di atas secara keseluruhan membahas mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu nahwu, perubahan kalimat dalam bahasa Arab, serta contoh-contoh kalimatnya.
Salah satu bab dalam Nadhom Imrithi yang cukup menarik untuk dibahas adalah Mukadimmah. Bab tersebut berisi pesan Syaikh Syarafuddin agar para pemuda memiliki tekad dan motivasi yang kuat dalam mempelajari ilmu nahwu. Berikut terjemahan bab Mukadimmah.
Pembukaan - المقدمة
اَلحْـَــمْدُ للهِ الَّـذِى قَـدْ وَفَقَ ۞ لِلْعِلْمِ خَيْرَ خَـلْقِهِ وَللِتُّقَى
Segala puji bagi Allah yang menunjukkan kepada ilmu dan ketakwaan terhadap sebaik-baik makhluknya.
حَتَّى نَحَتْ قُلُـوْبــُهُمْ لِنَحْوِهِ ۞ فَمِنْ عَظِيْمِ شَأْنِهِ لَمْ تَـحْوِهِ
Hingga hati mereka menuju kepada-Nya, dan karena kebesaran dzat-Nya maka hati mereka tidak menjangkau-Nya.
فَاُشْرِبَتْ مَعْنَى ضَمِيْرِ الشَّانِ ۞ فَأَعْرَبَتْ فِى اْلحَانِ بِاْلاَلْحَانِ
lalu diresapi makna dlomir sya’n (kalimat tauhid), lalu hati mereka berkata di kaum dengan nada-nada.
ثُمَ الـصَّلاَةُ مَعْ سَـلاَمٍ لاَئِــقِ ۞ عَلَى النَّبِيِّ اَفْصَـحِ اْلخَلاَئِقِ
Lalu sholawat serta salam yang layak semoga tercurah atas Nabi makhluk yang paling fasih.
مُحَمَّدٍ وَالاَلِ وَاْلاَصْحَابِ ۞ مَـنْ َاتْقَنُوا الْقُرْاَنَ بِاْلاِعْـرَابِ
Muhammad, Keluarga dan sahabatnya, yaitu mereka yang mengokohkan al-Qur’an dengan i’rob.
وَبَعْدُ فَاعْلَمْ اَنهُ لمَــَّا اقْتَصَـرْ ۞ جُلُّ اْلوَرَى عَلىَ اْلكَلاَمِ مُخْتَصَر
dan setelah itu, maka ketahuilah, bahwa ketika mayoritas manusia menyukai ucapan yang ringkas.
وَكَانَ مَطْلُـــوْباً اَشَدَّ الطَّـلَبِ ۞ مِنَ اْلوَرَىْ حِــفْظُ الِّسَانِ اْلعَرَبِى
dan menjaga bahasa arab itu tuntutan yang sangat terhadap manusia.
كَىْ يَــــفْهَمُوْا مَعَانِيَ اْلــــقُرْاَنِ ۞ وَالـــسُّنَةِ الــدَّقِـيْــقَةِ اْلمَــعَانِى
supaya mereka paham makna-makna al quran dan sunnah yang detail makna-maknanya.
وَالنَّحْوُ اَوْلَى اَوّلاً اَنْ يُـعْلَمَا ۞ اِذِ اْلكَـــــلاَمُ دُوْنَـــــهُ لَنْ يُــــــفْهَمَا
dan nahwu itu lebih baik untuk dipelajari pertama kali, karena kalam tanpa nahwu itu tidak dipaham.
وَكَانَ خَيْرُ كُــتْبِهِ الصَّغِيْرَةْ ۞ كُرَّسَةً لَـــطـِيْفَـــــةً شَـــــــهِيْـــرَةْ
dan lebih baik kitab nahwu yang kecil itu kitab kecil yang mashur.
فِى عُرْبِهَا وَعُجْمِهَا وَالرُّوْمِ ۞ اَلـَّفَــــــــهَا الْحَـــــبـْرُ ابْنُ اَجُــرُوْمِ
di Arab dan selain Arab dan Romawi, yang dikarang oleh orang yang pandai yaitu Ibn Ajrumi.
وَانْتَفَعَتْ اَجِلَةٌ بِــعْلِمِهَا ۞ مَعْ مَاتَرَاهُ مِنْ لَطِـــــيْفٍ حَجْمِهَا
banyak orang mengambil manfaat dari ilmunya, walaupun kita melihat kecil ukurannya.
نَظَمْتُهَا نَظْمًا بَدِيـْـعًا مُقْتَدِى ۞ بِاْلاَصْلِ فِى تَقْرِيْبِهِ لِلْمُبْتَدِى
saya menadzomkan dengan nadzom yang baru yang mengikuti kitab asli dalam memudahkan bagi pemula belajar.
وَقَدْ حَذَفْتُ مِنْهُ مَا عَنْهُ غِنَى ۞ وَزِدْتُهُ فَوَائِدًا بِهَـــــــا اْلغِنــَى
dan aku buang sesuatu yang tidak dibutuhkan, dan saya menambahkan faidah-faidah yang dibutuhkan.
مُتَمِّمًا لِغَـــالِبِ اْلاَبْـوَابِ ۞ فَجَاءَ مِثْلَ الشَّرْحِ لِلْكِــتاَبِ
menyemprnakan kebanyakan bab-bab, maka nadzom ini seperti penjelasan kitab Jurumiyah.
سُئِلْتُ فِيْهِ مِنْ صَدِيْقٍ صَادِقِ ۞ يَفْهَمُ قَوْلِى لاِعتِقَادٍ وَاثِـــــقِ
saya diminta mengarang oleh seorang teman yang jujur, yang paham ucapanku karena itikad yang terpercaya.
اِذِ اْلفَتَى حَسْبَ اعْتِقَادِهِ رُفِع ۞ وَكُلُّ مَنْ لـَمْ يَعْتَقِدْ لَـمْ يَنْتَفِعْ
karena pemuda itu di angkat menurut itikadnya, dan setiap orang yang tidak beriktikad tidak bermafaat.
فَنَسْأَلُ الْمَنَّانَ اَنْ يُجِيـْرَنَا ۞ مِنَ الرِّياَ مُضَاعِفًا اُجُوْرَناَ
lalu kita meminta kepada maha pemberi untuk menyelamatkan kita dari riya, serta menggandakan pahala kita.
وَاَنْ يَكُوْنَ نَافِعًا بِعِلْمِهِ ۞ مَنِ اعْتَنىَ بِحِفْظِهِ وَفَهْمِهِ
dan supaya Allah memberi manfaat tentang ilmu kitab ini bagi seorang yang serius menghafalkan dan memahami.
(AAA)
Frequently Asked Question Section
Siapa pengarang kitab Imrithi?

Siapa pengarang kitab Imrithi?
Nadhom Imrithi disusun oleh seorang ulama abad ke-16 M bernama Syekh Yahya Syarafuddin al-‘Imrithi.
Kitab Imrithi membahas tentang apa?

Kitab Imrithi membahas tentang apa?
Kitab Imrithi secara keseluruhan membahas mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu nahwu, perubahan kalimat dalam bahasa Arab, serta contoh-contoh kalimatnya.
Apa manfaat kitab Imrithi?

Apa manfaat kitab Imrithi?
Kitab Imrithi sering dijadikan acuan bagi para santri yang ingin mempelajari tata bahasa Arab lanjutan dengan cara menghafal syair-syair.
