Konten dari Pengguna

Mengenal Kubisme, Aliran Karya Seni Rupa Dua Dimensi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Demoiselles D’Avignon karya Pablo Picasso salah satu bentuk seni yang menggunakan aliran kubisme. Foto: pablopicasso.org
zoom-in-whitePerbesar
Demoiselles D’Avignon karya Pablo Picasso salah satu bentuk seni yang menggunakan aliran kubisme. Foto: pablopicasso.org

Kubisme ialah aliran karya seni rupa yang memuat sudut pandang dari suatu objek untuk menghasilkan lukisan yang terfragmentasi dan terdeformasi. Dalam hal ini, kubisme membentuk seni rupa dua dimensi yang dapat dilihat dari angle samping ataupun depan dan menciptakan kejanggalan yang artistik.

Nama kubisme dibuat oleh kritikus Louis Vauxcelles saat melihat karya lukisan Georges Braque di Paris pada tahun 1908. Ia menjelaskan bahwa konsep yang diambil merupakan bentuk geometris sehingga tampak seperti cube (kubus).

Tokoh di Balik Aliran Kubisme

Tokoh yang berperan besar dalam pengenalan aliran kubisme ialah Pablo Picasso dan Georges Braque. Pada tahun 1907, Picasso menciptakan prototype aliran seni karya ini yang diberi judul “Demoiselles D’Avignon” yang memiliki ciri distorsi radikal pada hidung, latar yang terfragmentasi, dan mata yang janggal namun memberikan kesan artistik.

Topeng suku afrika inspirasi Picasso dalam menciptakan karya seni kubisme. Foto: Pixabay

Picasso juga mengaku inspirasi yang datang pada saat ia menggunakan aliran ini ialah berasal dari topeng-topeng suku Afrika. Menurutnya, ornamen yang terdapat dalam topeng tersebut tidak realistik namun letak wajah yang terdiri dari mata, hidung, dan mulut dapat didistribusikan sesuai dengan keinginan sang pelukis. Hal itulah yang patut digarisbawahi dalam cara pandang aliran kubisme ini.

Sementara itu, Georges Braque mengaku sangat tertarik dengan lukisan karya Picasso saat berkunjung ke studio Picasso. Ia pun menanggapi lukisan tersebut dengan mengeksplorasi gaya yang serupa. Alhasil keduanya berkolaborasi dan menjadi permulaan berkembanganya aliran kubisme dalam karya seni rupa dua dimensi.

Jenis Aliran Kubisme

Seiring berjalannya waktu, aliran kubisme dibagi menjadi dua fase yakni kubisme kubisme analitik (analytics cubism) dan kubisme sintesis (synthetic cubism). Namun beberapa ahli kubisme memiliki empat fase dengan tambahan cezannian (cezannian cubism) dan kubisme kristal (crystal cubism).

  1. Kubisme Cezannian (Cezannian Cubism) berada pada sekitar tahun 1908 hingga 1909. Dalam fase awal ini masih menjadi mentahan karya Cezanne dari sisi positifnya yakni mengusung kebebasan berperspektif.

  2. Kubisme Analitik (Analytics Cubism) berkembang pada tahun 1910 hingga 1912 didasarkan pada kolaborasi Picasso dan Braque yang membatasi subjek serta palet warna.

  3. Kubisme Sintesis (Synthetic Cubism) terjadi pada tahun 1912 dimana Picasso dan Braque memperkenalkan unsur asing berupa benda non cat pada lukisannya.

  4. Kubisme Kristal (Crystal Cubism) ialah bentuk penyempurnaan dari fase sebelumnya. Dalam tahap ini lebih menekankan kepada bidang geometris yang saling tumpang tindih

(HDP)