Konten dari Pengguna

Mengenal Makna Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makna Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu (Unsplash).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makna Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu (Unsplash).

Umat Hindu akan merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 pada Rabu, 22 Maret 2023. Berbeda dari perayaan tahun baru pada umumnya yang ingar bingar, makna Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu begitu mendalam.

Nyoman S. Pendit dalam buku berjudul Nyepi mengatakan, menurut Pinisepuh Perguruan Dharma Murti Pan Putu Budihartini, Hari Raya Nyepi adalah hari baik untuk mengenang kelahiran manusia (buana alit) dan alam semesta (buana agung).

Selama menyepi, umat Hindu harus mengikuti aturan Catur Brata Nyepi yang terdiri dari amati agni, karya, lelungan, dan lelanguan. Empat hal tersebut harus dilakukan, mulai dari matahari terbit hingga terbit lagi keesokan harinya.

Lantas, apa sebenarnya makna Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu? Berikut informasi lengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Sekilas tentang Hari Raya Nyepi

Ilustrasi makna Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu (Unsplash).

Nyepi berasal dari kata sepi yang artinya sunyi, senyap. Menurut KBBI, istilah ini digunakan sebagai sebutan hari raya umat agama Hindu Darma untuk memperingati tahun baru Saka berdasarkan penanggalan atau kalender caka.

Nyoman dalam buku yang sama menyebut penanggalan itu sendiri baru dimulai pada tahun 78 Masehi, tepatnya setelah Pendita Saka gelar Aji Saka menyebarkan ajaran agama Hindu di Indonesia. Penyebaran tersebut dilakukan pada tahun 456 Masehi.

Pendita Saka gelar Ajia Saka merupakan keturunan bangsa Saka dari Kshatrapa Gujarat. Ia melakukan ekspedisi untuk menyebarkan ajaran agama Hindu ke Javadwipa dan mendarat di desa Waru, Rembang, Jawa Tengah.

Sejak Pendita Saka gelar Aji Saka menyebarkan ajaran agama yang dirintis oleh Maharaja Diraja Kanishka I itu, umat Hindu di Indonesia mulai memperingati awal tahun Saka sebagai Hari Raya Nyepi.

Wilayah di Indonesia yang sangat identik dengan perayaan ini adalah Pulau Dewata, Bali. Selama 24 jam perayaan Nyepi, tak ada aktivitas seperti biasa di Bali karena hampir semua kegiatan ditiadakan, kecuali rumah sakit yang boleh beroperasi.

Perayaan Nyepi di Bali pun telah jadi daya tarik tersendiri bagi orang Indonesia maupun wisatawan dari negara lain. Bahkan, Kemenparekraf menyatakan World Silent Day yang ditetapkan PBB setiap 21 Maret terinspirasi dari perayaan Nyepi di Bali.

Makna Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu

Ilustrasi makna Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu (Unsplash).

Gede Agus Siswadi dan I Dewa Ayu Puspadewi dalam buku Beragama Tanpa Rasa Takut mengatakan, Hari Raya Nyepi merupakan hari toleransi. Ini merupakan salah satu wujud dari pengamalan kitab suci Veda (Atharvaveda_XII.1.45) yang berbunyi:

Janam vibhrati bahudha vivacasam nanadharmasam prithivi yathaikasam, sahasram dhara dravinasya me duham dhruveva dhenuranapasphuranti.

Artinya: Wahai umat manusia! Bekerjalah keras untuk kejayaan tumpah darah dan bangsamu yang menggunakan berbagai bahasa daerah. Berilah penghargaan yang sepatutnya kepada mereka yang menganut kepercayaan (agama) yang berbeda.

Hargai mereka seluruhnya seperti halnya sebuah keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Curahkan kasih sayangmu bagaikan induk sapi yang tak pernah meninggalkan anaknya, ribuan sungai mengalirkan kekayaan yang memberikan kesejahteraan kepadamu.

Selain itu, Hari Raya Nyepi juga bentuk introspeksi atau hari kebangkitan spiritual dan kesadaran sebagai umat manusia. Sebagaimana disampaikan dalam Veda dan kitab suci Yajur Veda XL.6 berikut:

Yastu sarvai bhutany atmanneva anupasyati, sarvabhutesu catmanam tato na vi cikitsati.

Artinya: Seseorang yang melihat Dia berada pada setiap makhluk dan kemudian melihat semua makhluk ada pada-Nya, ia tidak akan membenci yang lain.

(NSA)

Frequently Asked Question Section

Kapan Hari Raya Nyepi 2023?

chevron-down

Rabu, 22 Maret.

Ada berapa pantangan dalam Catur Brata Nyepi?

chevron-down

Ada 4, yaitu amati agni, karya, lelungan, dan lelanguan.

Berapa lama perayaan nyepi dilakukan?

chevron-down

Selama 24 jam, mulai dari menyingsingnya matahari hingga keesokan harinya.