Konten dari Pengguna

Mengenal Mantram Tri Sandya, Ibu dari Segala Mantram Umat Hindu

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mantram Tri Sandya Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mantram Tri Sandya Foto: Shutterstock

Mantram Tri Sandya dipandang sebagai ibu dari segala mantra umat Hindu. Mantram yang disebut dengan Puja Tri Sandhya ini kerap dibaca saat melaksanakan Tri Sandhya atau sembahyang tiga kali dalam sehari.

Menurut Khairul Anuar bin Mat Isa dalam Skripsi Tri Sandya dalam Skripsi Agama Hindu: Studi Analisa tentang Pelaksanaan dan Manfaatnya, Tri Sandhya sendiri adalah pertemuan antara waktu malam dengan pagi, pagi dengan siang, dan siang dengan malam.

Ketiga waktu pertemuan tersebut dianggap sebagai waktu kritis. Maka dari itu, umat Hindu harus melakukan sembahyang untuk mendapatkan keselamatan dari Sang Hyang Widhi dalam waktu-waktu kritis tersebut.

Agar lebih memahami Mantram Tri Sandya, Anda bisa menyimak pembahasannya melalui artikel di bawah ini.

Ilustrasi Mantram Tri Sandya Foto: Shutterstock

Apa Itu Mantram Tri Sandya?

Mantram Tri Sandya adalah sastra lisan dari Bali yang kerap digunakan oleh umat Hindu. Mengutip Jurnal Pemaknaan dan Transmisi Mantra Tri Sandhya Pada Remaja Hindu Bali di Daerah Malang oleh Khairul Candra, dkk., Mantram Tri Sandya wajib dipahami dan dihafalkan oleh umat Hindu ketika melakukan sembahyang atau ibadah Tri Sandhya.

Sembahyang dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari untuk memuji kemuliaan serta menundukkan diri sebagai rasa bakti terhadap Sang Hyang Widhi Wasa. Kewajiban umat Hindu untuk melakukan sembahyang tercatat dalam kitab Hindu, yang berbunyi:

Pergunakanlah dengan sebaik-baiknya kesempatan menjelma menjadi manusia ini, kesempatan yang sungguh sulit diperoleh, yang merupakan tangga untuk pergi ke sorga: segala sesuatu yang menyebabkan agar tidak jatuh lagi, itulah hendaknya dilakukan.

Di samping itu, Mantram Tri Sandya juga menjadi permohonan ampun kepada Sang Hyang Widhi lewat dewa dan dewi. Melalui pembacaan mantram tersebut, umat Hindu mengaku bahwa mereka adalah hamba yang lemah dan membutuhkan pengampunan serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Adapun dewa dan dewi yang disebutkan dalam Mantram Tri Sandya, yaitu Dewa Siwa, Brahma, Mahadewa, Rudra, Wisnu, Narayana, Bhur, Bhuva svah, dan Purusa. Mantram Tri Sandya dapat dibacakan di mana saja, baik rumah, sekolah, pura, dan lainnya.

Ilustrasi Mantram Tri Sandya Foto: Pexels

Bunyi Mantram Tri Sandya

Berikut bunyi Mantram Tri Sandya yang dikutip dari Skripsi Tri Sandya dalam Agama Hindu: Studi Analisa tentang Pelaksanaan dan Manfaatnya tulisan Khairul Anuar bin Mat Isa:

“Om bhur bhvah svah

tat savitur varenyam

bhargo devasya dhimahi

dhiyo yo nah pracodayat”

“Om Narasyana evedam sarvam

yad bhutam yac ca bhavyam

niskalanko niranjano nirvikalpo

nirakhyatah suddo deva eko

Narayano na dvitiyo’sti kascit”

“Om tvam sivah tvam mahadevah

isvarah paramesvarah

brahma visnusca rudrasca

purusah parikirtitah”

“Om papo’ham papakarmaham

papatma papasambhavah

trahi mam pundarikaksa

sabahyabhyantarah sucih”

“Om ksamasva mam mahadeva

sarvaprani hitankara

mam moca sarva papebyah

palayasva sada siva”

“Om ksantavyah kayiko dosah

ksantavyo vaciko mama

ksantavyo manaso dosah

tat pramadat ksamasvamam”

Om santih, santih, santih, Om

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Mantram Tri Sandya?

chevron-down

Mantram Tri Sandya merupakan mantra yang harus dihafalkan dan diucapkan umat Hindu ketika sembahyang.

Berapa Kali Umat Hindu Melakukan Ibadah Tri Sandhya?

chevron-down

Umat Hindu melakukan sembahyang atau ibadah Tri Sandhya sebanyak tiga kali sehari.

Apa Pentingnya Mantram Tri Sandya bagi umat Hindu?

chevron-down

Mantram Tri Sandya memiliki kedudukan penting bagi umat Hindu. Mantram ini menjadi bentuk permohonan ampun dan perlindungan dari Sang Hyang Widhi.