Konten dari Pengguna

Mengenal Najis Ainiyah dan Najis Hukmiyah beserta Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Najis ainiyah adalah, foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Najis ainiyah adalah, foto: Pixabay

Najis hukmiyah dan najis ainiyah adalah bagian dari najis mutawasitah. Berdasarkan kekuatan dan sumbernya, najis dibagi menjadi tiga macam, yakni najis mughallazhah, mukhaffafah dan mutawassitah.

Najis mughalladzah adalah najis yang paling berat. Najis ini berasal dari anjing dan babi. Sedangkan najis mukhaffafah adalah najis yang paling ringan, penyebabnya adalah air seni anak laki-laki yang belum makan apapun selain ASI.

Sedangkan najis mutawasitah adalah najis dengan kekuatan yang sedang. Sumber najis mutawasitah adalah yang berasal dari selain anjing, babi, dan air seni anak laki-laki yang belum makan apapun selain ASI.

Najis Hukmiyah dan Najis Ainiyah

Najis ainiyah adalah, foto: Pixabay

Mengutip buku Mura'atul Ibadah Fi At-Thaharah Wa Sholat karya Ibnu Asrori Najis dan Siti Sulaikho, najis mutawasitah berdasarkan sumbernya terbagi menjadi dua macam, yakni najis hukmiyah dan najis ainiyah. Perbedaan najis hukmiyah dan najis ainiyah adalah:

1. Najis Hukmiyah

Najis hukmiyah adalah najis yang tidak terlihat warna, bau, dan rasanya. Namun, orang tersebut meyakini dan mengetahui bahwa suatu benda telah terkena najis.

Contoh dari najis hukmiyah adalah air kencing yang telah mengering. Air kencing yang mengering tidak akan tampak zatnya dan baunya akan samar. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi kenajisannya.

Meskipun telah mengering, air kencing tersebut tetap najis dan wajib untuk disucikan. Cara membersihkan najis hukmiyah adalah membasuh benda atau bagian yang terkena najis dengan air yang mengalir hingga kita meyakini bahwa najisnya telah menghilang.

2. Najis Ainiyah

Najis ainiyah adalah najis yang tampak warna, bau, dan rasanya. Cara menyucikan najis ainiyah adalah dengan menghilangkan seluruh atau salah satu sifatnya saja. Apabila bau dan warnanya sulit untuk dihilangkan dengan cara dikerok, digosok maupun di cuci dengan sabun, maka hukumnya dimaafkan.

Contoh najis ainiyah yang dimaafkan adalah darah yang menempel di baju. Apabila najis tersebut telah dibasuh menggunakan air dan sabun hingga baunya menghilang, namun warnanya belum hilang dari bajumaka najis tersebut masuk kategori najis ainiyah yang termaafkan.

Frequently Asked Question Section

Apa itu najis mutawasitah?
chevron-down

Naji mutawasitah adalah najis yang memiliki kekuatan yang sedang, sumbernya berasal dari anjing, babi, dan air seni anak laki-laki yang belum makan apapun selain ASI.

Apakah darah yang menempel pada pakaian merupakan najis?
chevron-down

Darah termasuk ke dalam kategori najis mutawasitah, sehingga apabila mengenai pakaian, maka wajib untuk disucikan.

Bagaimana cara membasuh najis mutawasitah?
chevron-down

Cara menghilangkan najis muatasitah adalah dengan membasuh najis tersebut dengan menggunakan air yang mengalir hingga hilang seluruh atau salah satu zatnya.

(PHR)