Mengenal Ogoh-ogoh yang Diarak Menjelang Hari Raya Nyepi

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
13 Maret 2021 18:12 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pawai ogoh-ogoh menyambut Nyepi Foto: Wira Suryantala/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Pawai ogoh-ogoh menyambut Nyepi Foto: Wira Suryantala/ANTARA
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ogoh-ogoh menjadi salah satu tradisi yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi. Tradisi ini dilakukan beramai-ramai oleh umat Hindu, khususnya mereka yang berada di Pulau Dewata.
ADVERTISEMENT
Mengutip Jurnal Tradisi Upacara Ogoh-ogoh oleh Mohammad Syamsudin Alfattah (2017:294), tradisi Ogoh-ogoh tidak hanya menjadi rangkaian acara Nyepi. Tradisi ini juga menjadi media promosi dan pariwisata di beberapa daerah.

Pengertian Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh adalah replika perwujudan roh jahat atau Bhuta Kala dalam bentuk patung atau boneka besar. Boneka ini terbuat dari kertas, steroform, karet, dan bahan lainnya. Biasanya, boneka raksasa ini ditemukan dalam acara tertentu seperti Hari Raya Nyepi, upacara bersih desa, dan lainnya.
Sejumlah sumber mengatakan bahwa ogoh-ogoh berawal dari patung lelakut yang berfungsi mengusir burung yang memakan hasil tani di sawah. Namun, ada juga yang menyebut bahwa boneka tersebut merupakan bentuk kesenian Ndong-nding di wilayah Karangasem dan Gianyar Bali.
ADVERTISEMENT
Mengutip situs resmi Pemerintah Kabupaten Buleleng, ogoh-ogoh biasanya diarak keliling desa menjelang malam sebelum Hari Raya Nyepi. Arakan ini diiringi oleh gamelan Bali yang dikenal dengan Bleganjur. Setelah itu, ogoh-ogoh akan dibakar.
Ogoh-ogoh foto: Kumparan

Awal Mula Tradisi Ogoh-Ogoh di Bali

Sejarah ogoh-ogoh di Bali bermula pada 1983. Kala itu, Keputusan Presiden menyatakan Nyepi sebagai hari libur nasional. Masyarakat pun mulai membuat perwujudan Bhuta Kala. Salah satunya adalah ogoh-ogoh.
Ogoh-ogoh mulai dibuat di berbagai tempat di Denpasar. Namun, boneka raksasa tersebut mulai dikenal publik dan menyebar setelah tampil dalam Pesta Kesenian Bali ke XII.
Menurut Cendekiawan Hindu, tradisi ogoh-ogoh adalah wujud keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dahsyat.
Kekuatan tersebut mencakup kekuatan bhuana agung (kekuatan alam raya) dan bhuana alit (kekuatan dalam diri manusia). Kedua kekuatan ini bisa digunakan untuk menghancurkan atau membuat dunia semakin indah.
ADVERTISEMENT
(GTT)