Mengenal Pagar Nusa Silat, Wadah Perkumpulan Aliran Pencak Silat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejak 1986, Pagar Nusa silat sudah berdiri sebagai wadah perkumpulan pencak silat. Organisasi yang berada di bawah naungan Nahdatul Ulama itu menganut kebijakan NU pada pengembangan seni, budaya, tradisi, olahraga pencak silat, dan pengabdian masyarakat.
Berdirinya Pagar Nusa silat tidak lepas dari keinginan para ulama untuk menyatukan beragam aliran silat di lingkungan Nahdatul Ulama dan mengembalikan pencak silat sebagai identitas pondok pesantren.
Secara umum, keberadaan organisasi Pagar Nusa juga berfungsi untuk membina kekuatan fisik, mental, perilaku, dan spritual para anggota dengan berlandaskan Ahlusunnah Wal Jam’ah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Skripsi Pencak Silat Nahdatul Ulama Pagar Nusa di Pondok Pesantren Al-Hanif Bagelen Purwerejo Tahun 1994-2016 oleh Adrian Sofyana (2018).
Saat ini, aliran Pagar Nusa semakin beragam, di antaranya Pagar Nusa Batara Perkasa, Pagar Nusa Gasmi, Pagar Nusa Satria Perkasa Sejati, Pagar Nusa Sapu Jagad, Pagar Nusa Bintang Sembilan, Pagar Nusa JPC, Pagar Nusa Tegal Istigfar, Pagar Nusa Kalimah Syahadat, dan lainnya.
Setiap aliran Pagar Nusa memiliki ciri khas masing-masing. Meskipun berbeda, aliran tersebut tetap menganut panca prasetya dan jati diri yang sama. Lebih lengkapnya, mari simak penjelasan yang terdapat dalam artikel di bawah ini.
Panca Prasetya Pagar Nusa Silat
Seperti disinggung sebelumnya, Pagar Nusa silat memiliki panca prasetya yang menjadi acuan para anggota dalam berorganisasi, antara lain:
Berbakti kepada Allah SWT dan berbudi pekerti mulia.
Setia pada Pancasila dan UUD 1945.
Mampu meningkatkan ilmu dan amaliyah Ahlu Sunnah Wal Jamaah.
Mampu melestarikan dan mengembangkan LPS NU Pagar Nusa sebagai sarana Han Kamrata dan Dakwah Islamiah.
Berbakti kepada orangtua, guru, alim ulama, nusa, dan bangsa.
Jati Diri Pagar Nusa
Berdasarkan informasi dari buku Buku Jago Beladiri tulisan Muhammad Syahrial (2020), organisasi Pagar Nusa silat menganut jati diri yang selaras dengan NU, berikut penjelasannya:
Ukhwah Pagar Nusa: Persaudaraan tanpa membedakan aliran dalam perguruan silat di Pagar Nusa.
Ukhwah Islamiyah: Persaudaraan sesama Islam tidak dibatasi oleh perbedaan amaliyah.
Ukhwah Basyariyah: Prinsip yang menegaskan bahwa sesama manusia adalah saudara lantaran berasal dari ayah dan ibu yang sama, yaitu Adam dan Hawa.
Ukhwah Wathaniyah: Komitmen Persaudaraan seluruh masyarakat yang kaya akan keberagaman, mulai dari ragam suku, bangsa, etnis, agama, bahasa, budaya, dan lain-lain.
Ukhwah Isaniyah: Prinsip ini cukup mirip dengan Ukhwah Basyariyah, yaitu memandang semua manusia sama di hadapan Allah SWT. Perbedaan setiap manusia hanya terlihat dari ketakwaannya.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Pagar Nusa Silat?

Apa yang Dimaksud dengan Pagar Nusa Silat?
Pagar Nusa silat adalah perkumpulan pencak silat yang berada di bawah naungan Nahdatul Ulama.
Kapan Pagar Nusa Silat Berdiri?

Kapan Pagar Nusa Silat Berdiri?
Pagar Nusa silat sudah berdiri sejak 1986 silam.
Apa Saja Panca Prasetya Pagar Nusa Silat?

Apa Saja Panca Prasetya Pagar Nusa Silat?
Ada beberapa panca prasetya Pagar Nusa silat, salah satunya setia pada Pancasila dan UUD 1945.
