Konten dari Pengguna

Mengenal Pakaian Adat Jakarta yang Menjadi Kebanggaan Masyarakat Ibu Kota

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pakaian adat Jakarta dan Betawi. Sumber Flickr.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pakaian adat Jakarta dan Betawi. Sumber Flickr.com

Jakarta merupakan ibu kota Indonesia dan menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat perindustrian, serta pusat kebudayaan. Dahulu kala, Jakarta sempat memiliki beberapa nama seperti Sunda Kelapa, Batavia (Betawi), dan Jayakarta.

Sama seperti provinsi lain di Indonesia, Jakarta juga memiliki pakaian adat yang menjadi kebanggaan sekaligus kekayaan budaya. Pakaian adat Jakarta yang terkenal dan menjadi ikon utama adalah pakaian adat suku Betawi.

Pakaian Adat Jakarta

Pakaian khas masyarakat Betawi terdiri atas beragam jenis, mulai dari Baju Sadariah, Kebaya Encim, Baju Ujung Serong, Kebaya None, Dandanan Care None, dan Dandangan Care Haji. Keenam pakaian tersebut memiliki model yang berbeda-beda.

Dikutip dari Gado-Gado Betawi oleh Emot Rahmat Taendiftia, model pakaian khas Betawi sedikit banyak dipengaruhi oleh pakaian masyarakat China, Arab, dan Melayu. Meski begitu, perpaduan dari pakaian khas China, Arab, dan Melayu ini melahirkan pakaian khas Betawi yang sangat unik dan indah.

1. Baju Sadariah

Baju Sadariyah merupakan baju adat yang biasa dipakai oleh laki-laki dewasa atau biasa disebut "abang". Dikutip dari Jakarta 2045 oleh Pierre Senjaya, baju sadariah adalah baju koko yang disertai dengan celana batik.

Juga dilengkapi dengan kain pelekat atau sarung yang digantungkan di leher. Lalu, sebagai hiasan sekaligus pelindung untuk kepala, Baju Sadariah dilengkapi dengan peci.

Ilustrasi pakaian adat Jakarta dan Betawi. Sumber Flickr.com

2. Kebaya Encim

Kebaya Encim biasa digunakan oleh perempuan Jakarta. Model kebaya Encim dipengaruhi oleh sentuhan khas China atau Tionghoa. Berwujud baju kurung lengan pendek, kebaya Encim dipenuhi dengan hiasan bordir berbagai motif di bagian depan.

Pemakaian kebaya Encim dilengkapi dengan kain sarung batik sebagai bawahan dan kerudung untuk penutup kepala.

3. Baju Ujung Serong

Baju ujung serong biasa dipakai oleh laki-laki masyarakat Betawi ketika ada acara-acara resmi. Dikutip dari Mengenal Seni dan Budaya Indonesia oleh R. Rizky, pakaian ini berwujud jas yang menutup leher (jas tutup), celana panjang, dan memakai tutup kepala yang bernama destar. Sebagai pelengkap, kain batik dilingkarkan di pinggang dengan menyelipkan sebilah golok di depan perut.

4. Kebaya None

Kebaya none digunakan oleh para perempuan Jakarta. Kebaya ini berupa baju kurung lengan panjang dengan motif sederhana sebagai atasan, kain batik sebagai bawahan, dan selendang panjang sebagai penutup kepala. Berbeda dengan kebaya enchim yang memiliki bordir motif bunga yang ramai, kebaya none terkesan lebih sederhana dan kalem.

5. Dandanan Care None

Dandanan Care None merupakan sebutan untuk pakaian adat Betawi yang biasa digunakan pengantin perempuan saat pesta pernikahan. Windoro Adi dalam buku Batavia 1740 – Menyisir Jejak Betawi menjelaskan bahwa busana yang dipakai untuk Dandanan Care None adalah Tuaki, Kun, dan Terate.

6. Dandangan Care Haji

Dandanan Care Haji (bergaya pakaian haji) merupakan sebutan untuk pakaian adat Betawi yang biasa digunakan pengantin pria saat pesta pernikahan. Busananya terdiri atas jubah dengan sulaman benang emas dan manik-manik, gamis, selempang, topi alpie, dan sepatu pantofel.

(ULY)