Konten dari Pengguna

Mengenal Pemeriksaan NST untuk Mengetahui Denyut Jantung dan Gerakan Janin

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi janin 22 Minggu. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi janin 22 Minggu. Foto: Shutter Stock

NST adalah cara pemeriksaan janin menggunakan kardiotokografi (CTG) yang dilakukan pada umur kehamilan kurang lebih 26 bulan. Dalam ranah kebidanan, NST (Non Stress Test) termasuk ke dalam tindakan non-invasif.

Pemeriksaan NST bertujuan untuk melihat interaksi antara perubahan denyut jantung dengan gerakan janin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, baik saat kehamilan ataupun persalinan.

Mengutip jurnal Nonstress Test Tampil PC susunan Mudhofar Afandy S, dkk (2016), NST dilakukan terhadap frekuensi djj (baseline), variabilitas (variability) dan timbulnya akselerasi yang sesuai dengan gerakan atau aktivitas janin (Fetal Activity Determination/FAD).

Melalui pemeriksaan NST, Anda dapat melihat apakah bayi merespons stimulus secara normal atau tidak. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang NST selengkapnya yang menarik untuk disimak.

Pemeriksaan NST pada Ibu Hamil

Pada dasarnya, NST adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kesejahteraan janin pada trimester III. Dijelaskan dalam buku Ilmu Kebidanan: Teori Aplikasi dan Isu susunan Deki Syaputra, dkk (2022), tes NST umumnya menggunakan monitor janin eksternal.

Ilustrasi detak jantung janin. Foto: Shutter Stock

Tes ini dilakukan pada wanita hamil yang mengalami nsufisiensi uteroplasental. NST rektif dipertimbangkan menjadi indikator kesejahteraan janin pada trimester III karena janin harus menerima oksigen dan nutrisi lain yang adekuat melalui plasenta.

Ini dilakukan agar akselerasi DJJ dapat dihubungkan dengan gerakan janin. Non Reaktif NST dipertimbangkan pada temuan yang tidak normal pada bayi preterm karena bayi masih imatur.

Di dalam NST terdapat tiga parameter yaitu, parameter Doppler, parameter pergerakan janin, dan tombol penanda. Fungsi parameter doppler yaitu untuk mendeteksi detak jantung janin di dalam kandungan, apakah tumbuh dengan normal atau tidak.

Biasanya teknik yang digunakan untuk deteksi detak jantung janin dengan ultrasound (frekuensi 2MHz). Alat ini dapat secara otomatis mengukur detak jantung dengan menggunakan mikroprosesor dan output secara digital.

Sedangkan parameter pergerakan janin berfungsi untuk memonitoring setiap pergerakan janin yang ditangkap oleh sensor. Ketika janin di dalam kandungan ibu bergerak atau beraktifitas, maka pergerakan tersebut menimbulkan tekanan pada perut ibu. Tekanan ini yang nantinya akan ditangkap oleh sensor load cell.

Untuk tombol penanda di sini difungsikan sebagai penanda ketika ibu merasakan pergerakan janin yang signifikan. Ketika tombol penanda ditekan, tombol akan menandai titik tertentu detak jantung bayi dan tekanan pada saat ibu merasakan kontraksi janin.

Ilustrasi Ibu Hamil dan musik untuk janin. Foto: Shutter Stock

Cara Membaca Pemeriksaan NST

Dirangkum dari jurnal Teknologi Pemantauan Kesejahteraan Janin di Indonesia susunan Irmalia Suryani Faradisa, dkk (2017), berikut tata cara membaca pemeriksaan NST selengkapnya:

1. Reaktif, bila:

  • Denyut jantung basal antara 120-160 kali per menit.

  • Variabilitas denyut jantung 6 atau lebih per menit.

  • Gerakan janin terutama gerakan multipel dan berjumlah 5 gerakan atau lebih dalam 20 menit.

  • Dalam keadaan sehat, pemeriksaan diulang 1 minggu kemudian.

  • Pada pasien diabetes melitus tipe IDDM pemeriksaan NST diulang tiap hari, tipe yang lain diulang setiap minggu.

2. Tidak reaktif, bila:

  • Denyut jantung basal 120-160 kali per menit.

  • Variabilitas kurang dari 6 denyut /menit.

  • Gerak janin tidak ada atau kurang dari 5 gerakan dalam 20 menit.

  • Tidak ada akselerasi denyut jantung janin meskipun diberikan rangsangan dari luar.

3. Sinusoidal, bila:

  • Ada osilasi yang persisten pada denyut jantung asal.

  • Tidak ada gerakan janin.

  • Tidak terjadi akselerasi, janin dalam keadaan bahaya. Bila paru-paru janin matur, janin dilahirkan. Gambaran ini didapatkan pada keadaan isoimunisasi-RH.

4. Hasil pemeriksaan NST disebut abnormal apabila ditemukan:

  • Bradikardi

  • Deselerasi 40 atau lebih di bawah (baseline), atau djj mencapai 90 dpm, yang lamanya 60 detik atau lebih.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu NST?

chevron-down

NST adalah cara pemeriksaan janin menggunakan kardiotokografi (CTG) yang dilakukan pada umur kehamilan kurang lebih 26 bulan.

Apa tujuan NST?

chevron-down

Pemeriksaan NST bertujuan untuk melihat interaksi antara perubahan denyut jantung dengan gerakan janin.

Bagaimana proses pemeriksaan NST?

chevron-down

NST dilakukan terhadap frekuensi djj (baseline), variabilitas (variability) dan timbulnya akselerasi yang sesuai dengan gerakan atau aktivitas janin (Fetal Activity Determination/FAD).