Konten dari Pengguna

Mengenal POMG beserta Program dan Bentuk Penerapannya di Sekolah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi murid dan guru Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi murid dan guru Foto: Thinkstock

POMG adalah singkatan dari Persatuan Orang tua Murid dan Guru. Organisasi ini dibentuk dalam rangka melibatkan orang tua murid secara langsung dalam dunia pendidikan dan pembinaan di sekolah.

Organisasi POMG yang berada di bawah naungan komite sekolah telah hadir sejak tahun 1998. Mulanya, POMG hanya bertujuan untuk mempererat hubungan tali silaturahmi antar guru dan orang tua murid.

Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi POMG semakin berkembang. Organisasi ini turut membantu peningkatan kualitas dan mutu pendidikan anak-anak di Indonesia.

Beberapa tahun ini, POMG mengadakan sebuah program pendidikan langsung bagi para orang tua murid (program parenting). Hal ini ternyata berpengaruh pada metode pengajaran yang diterapkan, fasilitas pembelajaran yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, serta program pengajaran yang semakin variatif dan edukatif.

Bagaimana penerapan POMG di sekolah yang sesungguhnya? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.

Program POMG

Dalam praktiknya, POMG menyusun beberapa program pembinaan yang terdiri dari parenting, seni budaya, memasak bersama, olahraga bersama, dan religi. POMG juga mengadakan pertemuan rutin dengan tema yang ditentukan oleh orang tua.

Ilustrasi murid dan guru. Foto: Thinkstock

Di sisi lain, organisasi ini juga turut menyediakan makanan sehat setiap bulan. Ini dilakukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan makanan yang sehat dan layak.

Dijelaskan dalam buku Adolescence: Perkembangan Remaja karya John W. Santrock (2003), POMG menjadi cara yang paling tepat untuk melibatkan orang tua dalam pengambilan keputusan di sekolah.

Dalam beberapa kasus, POMG dapat memberikan masukan kegiatan rutin yang dilakukan berupa kunjungan edukatif bulanan. Kegiatan yang menjadi bagian dari kegitan POMG antara lain:

  • Kegiatan manasik haji penyediaan komsumsi.

  • Kegiatan santunan anak yatim penyediaan bingkisan

  • Kegiatan market day berupa penyiapan makanan yang dijual.

  • Kegiatan family day terlibat dalam kegiatan.

  • Kegiatan mencari jejak terlibat dalam kegiatan.

  • Kegiatan wisata edukatif setahun sekali sebagai fasilitator.

  • Kegiatan pentas seni sebagai fasilitator.

  • Kegiatan open house sebagai fasilitator.

Peran Orang tua sebagai POMG

Dikutip dari buku Membangun Kemitraan Antara Sekolah dan Orang Tua susunan Dr. Taufiq Rihatno, dkk., berikut ini peran orang tua sebagai POMG selengkapnya yang bisa Anda simak:

1. Fasilitator

Dalam hal ini, orang tua menggunakan segala kemampuannya sebagai penyedia fasilitas untuk mendukung kebutuhan sekolah. Orang tua turut menggali keterangan lebih lanjut dan membuat program untuk melayani kebutuhan tersebut.

Ilustrasi murid dan guru Foto: Thinkstock

2. Katalisator

Katalisator artinya sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan atau menimbulkan kejadian baru. Peran POMG sebagai katalisator yaitu membuktikan pentingnya kehadiran orang tua di sekolah.

3. Komunikator

Peran orang tua dalam POMG yaitu sebagai komunikator. Dalam hal ini, orang tua perlu menyampaikan pesan kepada anaknya serta menjawab pertanyaan dan masukan yang ditujukan untuk anak-anak mereka.

4. Inspirator

Orang tua perlu memberikan inspirasi kepada anak-anaknya agar tetap bersemangat dalam menggapai cita-cita. Sebagai bagian dari POMG, orang tua harus dapat memberikan perubahan, layanan terbaik, dan menciptakan suasana yang menyenangkan.

(MSD)