Konten dari Pengguna

Mengenal Prinsip Pengolahan Limbah dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi limbah makanan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi limbah makanan. Foto: Shutter Stock

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik industri maupun domestik. Jika dilihat dari bahan utamanya, limbah dapat dibedakan menjadi tiga jenis yakni limbah padat, cair, dan gas.

Beberapa jenis limbah mengandung bahan beracun yang bisa membahayakan lingkungan sekitar. Limbah juga bisa membahayakan manusia dan makhluk hidup lain jika tidak bijak dalam mengolahnya.

Masing-masing jenis limbah memiliki cara tersendiri dalam pengolahannya. Terdapat prinsip dasar pengolahan limbah yang harus dipahami manusia. Apa saja? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Prinsip Pengolahan Limbah

Menurut Gunawan dalam buku Senjakala Bumi: Serampai Esai Masa Pandemi, ada empat prinsip pengolahan limbah yang harus diperhatikan yaitu reduce, reuse, recycle, dan replace. Prinsip ini biasa dikenal dengan istilah 4R yaitu pemanfaatan kembali sampah atau barang-barang yang sudah tidak digunakan.

Ilustrasi sampah styrofoam bekas bungkus makanan Foto: Dok.Shutterstock

Prinsip 4R dapat dijadikan sebagai media efektif dalam pengolahan sampah. Adapun penjelasan lengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Reduce

Reduce dilakukan dengan mengurangi barang yang digunakan. Karena semakin banyak kita menggunakan material, maka semakin banyak pula sampah yang dihasilkan. Contoh dari kegiatan reduce yaitu mengganti pemakaian kantong plastik sekali pakai menjadi kantong belanja yang ramah lingkungan.

2. Reuse

Reuse artinya menggunakan kembali barang-barang yang bisa digunakan. Untuk memaksimalkannya, kita bisa menghindari pemakaian barang-barang disposable (sekali pakai) seperti botol plastik dan kantong sekali pakai.

3. Recycle

Recycle artinya mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak berguna menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Misalnya, kemasan bungkus kopi diubah menjadi tas, karpet, dompet, dan lain-lain.

4. Replace

Replace berarti mengganti barang sekali pakai dengan barang yang tahan lama atau lebih ramah lingkungan. Misalnya, mengganti pemakaian styrofoam dengan daun pisang untuk membungkus makanan.

Mengutip buku Rumah Tangga Peduli Lingkungan (2008) karya Bagong Suyoto, terdapat beberapa contoh konkret kegiatan reduce, reuse, recycle, dan replace yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya sebagai berikut:

com-Ilustrasi sampah plastik Foto: shutterstock
  • Mengurangi pemakaian kantong plastik sekali pakai ketika berbelanja di pasar

  • Memaksimalkan penggunaan wadah, kantong, ataupun benda yang dapat digunakan berulang kali.

  • Menggunakan alat-alat penyimpanan elektronik yang efisien.

  • Memanfaatkan botol plastik air mineral sebagai tempat penyimpanan zat cair tertentu seperti sabun, minyak, dan lain-lain.

  • Mendaur ulang kembali sisa-sisa bahan makanan.

  • Mengubah sampah plastik menjadi souvenir.

  • Melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

  • Mengubah sampah kertas menjadi lukisan atau mainan miniatur.

  • Memanfaatkan kaleng atau baskom besar sebagai pot bunga atau tempat sampah.

  • Memanfaatkan gelas atau botol plastik untuk pot bibit dan macam-macam kerajinan.

  • Memanfaatkan bekas kemasan plastik tebal sebagai tas.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan limbah?

chevron-down

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik

Bagaimana dasar proses pengolahan limbah yang benar?

chevron-down

Setidaknya ada empat proses pengolahan limbah yaitu reduce, reuse, recycle, dan replace.

Apa yang dimaksud dengan reuse?

chevron-down

Reuse artinya menggunakan kembali barang-barang yang bisa digunakan. Untuk memaksimalkannya, kita bisa menghindari pemakaian barang-barang disposable (sekali pakai) seperti botol plastik.