Konten dari Pengguna

Mengenal Ragam Gerak Tari Tunggal di Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh tari tunggal di Indonesia. Sumber: Flickr.com
zoom-in-whitePerbesar
Contoh tari tunggal di Indonesia. Sumber: Flickr.com

Tari tunggal adalah tari yang dibawakan oleh seorang penari saja tanpa diiringi penari lainnya, bisa laki-laki atau perempuan. Ciri-ciri yang membedakan antara tari tunggal yang ada di Indonesia adalah busana, tata rias, alat yang digunakan, dominasi gerak, dan musik pengiringnya.

Tari tunggal dapat dibagi menjadi 3 jenis, yakni tari tunggal ritual, tari tunggal tradisional, dan tari tunggal kreasi baru. Harry Sulastianto, dkk. dalam bukunya yang berjudul Seni dan Budaya menjelaskan masing-masing jenis tari tunggal tersebut.

  1. Tari tunggal ritual adalah tari yang dibawakan seorang penari untuk kebutuhan upacara. Contohnya adalah Tari Sang Hyang Jaran, Tari Sang Hyang Lelipi, dan Tari Sang Hyang Dedari dari Daerah Bali.

  2. Tari tunggal tradisional dibawakan oleh seorang penari yang menarikan tari tradisional ciri khas daerah/etnis tertentu dan berfungsi sebagai pertunjukan saja. Contohnya adalah Tari Golek Gaya Yogyakarta, Tari Wayang Sunda, dan Tari Topeng Cirebon.

  3. Tari tunggal kreasi baru adalah tari yang dibawakan oleh seorang penari dengan membawakan karya seorang koreografer yang memiliki karakteristik khas. Contohnya adalah Tari Kebyar Terompong ciptaan I Mario dari Bali, Tari-Tari Putri karya R. Tjetje Sumantri dari Jawa Barat, Tari Jaipongan karya Gugum Gumbira, dan Tari Piring karya Huriah Adam dari Sumatra Barat.

Contoh tari tunggal di Indonesia. Sumber: Flickr.com

Baca juga : Macam-macam Gerak Dasar Tari dari Kepala sampai Kaki

Ragam gerak tari tunggal

Gerak adalah unsur utama dalam seni tari. Tanpa gerak, sebuah tarian tidak akan terwujud. Gerak dalam tarian bisa dilakukan di beberapa bagian tubuh saja atau keseluruhan.

Gerak bagian tubuh misalnya gerak kepala, gerak tangan, gerak jari-jari tangan, gerak badan, gerak kaki, gerak pinggul, gerak alis, dan bola mata. Dalam buku Seni Budaya untuk SMA/MA kelas X oleh Jelly Eko Purnomo, berikut adalah ragam gerak dalam tari tunggal maupun kelompok.

Ragam Gerak kepala dan leher

  • Kedet, yaitu gerak kepala seolah menarik dagu.

  • Gedegm, yaitu gerak kepala tegak digerakkan ke samping kanan dan kiri.

  • Gedug angka delapan, yaitu gerakan dengan memfokuskan putaran dagu seolah menulis angka delapan dengan diakhiri gerak hedot.

  • Gilek, yaitu gerak kepala membuat lengkungan ke bawah kiri dan kanan.

  • Godeg cangreud, yaitu gerak gilek diakhiri dengan gerak kedet.

  • Galieur, yaitu gerak halus pada kepala yang dimulai dari menarik dagu, kemudian ditarik dengan leher kembali ke arah tengah, lalu diakhiri dengan kedet.

Ragam gerak badan

  • Hoyog, yaitu gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kiri.

  • Engkyek, yaitu gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan dengan sikap tangan lurus ke samping.

  • Polatan, yaitu gerakan badan sesuai arah padangan.

  • Aklak, yaitu menggerakkan pundak ke depan dan ke belakang.

  • Entrag, yaitu gerak menghentakkan badan ke bawah berkali-kali.

Ragam Gerak Tangan

  • Nyempurit, yaitu gerakan ujung ibu jari bertemu dengan ujung telunjuk membentuk bulatan dan jari-jari lainnya melengkung mengikuti arah jari tengah. Gerakan di tangan kanan dan kiri sama.

  • Ngrayung, yaitu gerakan keempat jari tangan rapat lurus ke atas dan ibu jari ditekuk menempel telapak tangan.

  • Ngepel, yaitu gerakan kelima jari tangan mengepal.

  • Naga rangsang, yaitu gerakan keempat jari tangan rapat lurus ke atas dan ibu jari dengan jari telunjuk membentuk sudut 90 derajat.

  • Ngithing, yaitu gerakan ruas ibu jari bersinggung dengan ruas jari tengah paling depan, jari-jari lainnya melengkung searah jari tengah.

  • Meber, yaitu gerakan kedua tangan ke samping dan telapak tangan menghadap ke belakang.

  • Nangreu, yaitu gerakan kedua telapak tangan ke depan dan empat jari lurus ke atas ibu jari ditekuk.

  • Mereket, yaitu gerakan telapak tangan dikepalkan.

  • Rumbe, yaitu gerakan kedua tangan ke samping, telapak tangan keluar lima jari lurus ke bawah.

  • Ngaplek, yaitu gerakan kedua tangan ke samping, telapak tangan keluar lima jari lurus ke bawah.

  • Sembah, yaitu gerakan telapak tangan dirapatkan tepat di depan hidung.

Ragam gerak Kaki

  • Debeg dan Gejug, yaitu gerak telapak kaki depan dihentakkan ke lantai, dilanjutkan dengan posisi kaki jinjit dihentakkan di belakang tumit.

  • Kengser, yaitu gerakan kedua kaki bergeser ke samping kanan maupun kiri.

  • Mendhak, yaitu gerakan kedua lutut ditekuk menghadap keluar.

  • Junjungan, yaitu gerakan kaki diangkat setinggi betis dan lutut untuk tari putra gagah.

  • Tanjak, yaitu gerakan berdiri menyesuaikan karakter peranan.

  • Adeg adeg masekon, yaitu gerakan kaki kanan dilangkahkan, serong kanan serong kiti, kaki tetap diam.

  • Lumaksono, yaitu gerak kaki orang berjalan.

  • Slisik, yaitu gerak kaki berjalan dengan ujung tepak kaki (jinjit).

(ULY)