Konten dari Pengguna

Mengenal Rarangken dalam Aksara Sunda beserta Jenis-Jenis dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aksara sunda, rarangken. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aksara sunda, rarangken. Foto: pixabay

Daftar isi

Rarangken adalah tanda vokalisasi bunyi dalam aksara Sunda. Tanda ini dapat mengubah, menambah, atau menghilangkan bunyi vokal pada aksara ngalagena (konsonan) yang terdiri dari 25 buah.

Mengutip buku Aksara Sunda Kaganga dan Sistem Tata Tulisnya karya Prof. Dr. H. Ayatrohaedi (2006), ada 13 rarangken dalam aksara Sunda. Masing-masing rarangken dikelompokkan lagi menjadi beberapa jenis yang disesuaikan dengan cara penulisan dan penempatannya.

Ada tanda vokalisasi yang ditulis di atas, di bawah, dan sejajar dengan aksara dasar bahasa Sunda. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang rarangken selengkapnya untuk Anda.

Rarangken dalam Aksara Sunda

Rarangken atau lambang vokalisasi aksara Sunda terdiri atas 13 buah. Mengutip buku Direktori Aksara Sunda untuk Unicode susunan Udin Baidillah, dkk (2008), berikut cara penulisannya yang tepat.

Ilustrasi aksara sunda, rarangken. Foto: pixabay

Vokalisasi yang ditulis “di atas” lambang aksara dasar

1. Panghulu

Panghulu berfungsi mengubah bunyi vokal aksara dasar /a/ menjadi /i/.

2. Pamepet

Pamepet berfungsi mengubah bunyi vokal aksara dasar /a/ menjadi /e/.

3. Paneuleung

Paneuleung berfungsi mengubah bunyi vokal aksara dasar /a/ menjadi /eu/.

4. Panglayar

Panglayar berfungsi menambah konsonan /+r/ pada akhir aksara dasar.

5. Panyecek

Panyecek berfungsi menambah konsonan /+ng/ pada akhir aksara dasar.

Ilustrasi rarangken dalam aksara sunda. Foto: Shutter Stock

Vokalisasi yang ditulis “di bawah” lambang aksara dasar

1. Panyuku

Panyuku berfungsi mengubah bunyi vokal aksara dasar /a/ menjadi /u/.

2. Panyakra

Panyakra berfungsi menambah bunyi aksara /+ra/ pada aksara dasar yang didekatinya dan bisa disesuaikan dengan tanda vokalisasi pada aksara dasarnya.

3. Panyiku

Panyiku berfungsi menambah bunyi aksara /+la/ pada aksara dasar yang dilekatinya dan bisa disesuaikan dengan tanda vokalisasi pada aksara dasarnya.

Ilustrasi menulis rarangken dalam aksara sunda. Foto: Shutter Stock

Vokalisasi yang ditulis “sejajar” dengan aksara dasar

1. Panéléng

Panéléng berfungsi mengubah bunyi vokal aksara dasar /a/ yang didahuluinya menjadi /é/.

2. Panolong

Panolong berfungsi mengubah bunyi vokal aksara dasar /a/ yang mendahuluinya menjadi /o/.

3. Pamingkal

Pamingkal berfungsi menambah bunyi /+ya/ pada aksara dasar yang dilekatinya, dan bisa disesuaikan dengan tanda vokalisasi pada aksara dasarnya.

4. Pangwisad

Pangwisad berfungsi menambah konsonan /+h/ pada akhir aksara dasar.

5. Pamaeh

Pamaéh berfungsi menghilangkan bunyi vokal pada aksara dasar yang mendahuluinya.

Sebagai catatan, penulisan rarangken harus berpindah posisinya ketika diikuti oleh rarangken lainnya. Misalnya, posisi panghulu harus simetris terhadap aksara ngalagena, tetapi ketika datang panyecek maka posisinya harus bergeser ke sebelah kiri.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu rarangken?
chevron-down

Rarangken adalah tanda vokalisasi bunyi dalam aksara Sunda.

Apa fungsi rarangken?
chevron-down

Tanda ini dapat mengubah, menambah, atau menghilangkan bunyi vokal pada aksara ngalagena (konsonan) yang terdiri dari 25 buah.

Ada berapa rarangken dalam aksara Sunda?
chevron-down

Ada 13 buah rarangken dalam aksara Sunda.