Mengenal Rumus PH beserta Contoh Soal dan Cara Menghitungnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PH adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh sebuah larutan. Dalam ilmu kimia, PH didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut.
Skala PH bersifat tidak absolut di mana tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan diukur menggunakan skala antara 0-14. Dikutip dari buku Desain Prototype Reaktor Plasma karya Prof. Dr. Soehartono, dkk., sifat asam mempunyai PH antara 0-7, sedangkan sifat basa mempunyai PH 7-14.
Sebagai contoh, air jeruk dan air aki yang bersifat asam memiliki nilai PH antara 0-7. Sedangkan air laut dan cairan pemutih yang bersifat basa memiliki nilai PH antara 7-14. Sementara air murni (aquades) adalah netral dengan nilai PH 7.
Nilai tersebut dapat diperoleh dari perhitungan kimia yang matang. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang rumus PH beserta cara menghitungnya yang bisa Anda pelajari.
Rumus PH dan Cara Menghitungnya
Rumus PH dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis tergantung pada sifat larutannya. Dirangkum dari buku Kimia SMA Kelas XI Semester 2 susunan Parning, dkk., berikut penjelasannya:
1. Asam kuat
Asam kuat adalah asam yang terionisasi sempurna dengan larutan airnya. Oleh karena itu konsentrasi ion H+ dapat dihubungkan dengan konsentrasi asamnya berdasarkan koefisien reaksi. Rumus PH asam kuat yaitu:
PH = -log (n x a)
Contoh soal:
Tentukan PH dari larutan H2SO4 0,01 M!
Jawaban
2. Asam lemah
Asam lemah adalah asam yang terionisasi sebagian. Reaksi ionisasinya merupakan reaksi reversibel. Konsentrasi ion H+ dapat ditentukan jika derajat ionisasinya telah diketahui. Rumus PH asam lemah yaitu:
PH = -log (a x α )
Contoh soal:
Tentukan PH larutan HF 0,1 jika derajat ionisasinya (α ) = 0,01!
Jawaban
3. Basa kuat
Sama seperti asam kuat, basa kuat juga terionisasi sempurna dalam larutan airnya. Oleh karena itu, konsentrasi ion OH dapat dihubungkan dengan konsentrasi basanya berdasarkan koefisien reaksi. Rumusnya sebagai berikut:
PH = 14 + log (n x a)
Contoh soal:
Tentukan PH dari larutan Ba(OH)2 0,2 M!
Jawaban
Ba(OH)2 adalah basa kuat bervalensi dua. Jadi, perhitungannya adalah sebagai berikut:
PH = 14 + log (n x a)
PH = 14 – (1 – 2 log 2)
PH = 13 + 2 log 2
4. Basa lemah
Basa lemah adalah basa yang terionisasi sebagian. Reaksi ionisasinya merupakan reaksi reversibel. Berikut rumus PH basa lemah:
POH = - log (a x α ) dan PH = 14 – POH
Contoh soal:
Tentukan PH larutan LOH 0,1 M dengan derajat ionisasi (α) 0,01 M!
Jawaban
Maka, PH nya adalah sebagai berikut:
PH = 14 – POH
PH = 14 – 3
PH = 11
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Bagaimana cara menghitung pH asam dan basa?

Bagaimana cara menghitung pH asam dan basa?
PH larutan asam dan basa bisa dihitung menggunakan rumus tertentu yang disesuaikan dengan sifat larutannya. Misalnya asam lemah, asam kuat, basa lemah, dan basa kuat.
Berapakah pH suatu larutan asam?

Berapakah pH suatu larutan asam?
Berkisar antara 0-7.
Basa kuat pH nya berapa?

Basa kuat pH nya berapa?
Berkisar antara 7-14.
