Mengenal Sifat dan Karakteristik Gelombang Bunyi

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang terjadi karena adanya rapatan dan renggangan medium berupa gas, cair, maupun padat. Karena membutuhkan media untuk merambat, gelombang bunyi dikategorikan sebagai gelombang mekanik.
Berdasarkan frekuensinya, bunyi dapat dibedakan menjadi tiga jenis yakni infrasonik, ultrasonik, dan audiosonik. Bunyi yang dapat didengar manusia berkisar antara 20-20.000 Hz saja. Sedangkan bunyi yang berada di bawah atau di atasnya tidak dapat didengar oleh telinga manusia.
Secara umum, gelombang bunyi memiliki karakteristik dan sifat khusus yang mengikat. Apa sajakah itu? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut.
Karakteristik Gelombang Bunyi
Mengutip buku Master Kisi-Kisi SBMPTN Saintek 2019, gelombang bunyi merupakan gelombang transversal yang memiliki sifat pemantulan, pembiasan, dan interfensi. Dalam praktiknya, gelombang bunyi dapat dihasilkan oleh getaran dawai dan semacamnya.
Dalam kondisi bergetar, sebuah benda dapat merapatkan dan meregangkan udara di sekitarnya secara bergantian. Dalam medium udara, gangguan ini dirambatkan oleh interaksi berupa tumbukan antarmolekul udara.
Menurut Adip MS, dkk. dalam buku Best Score 100 Bank Soal IPASMP/MTs, karakteristik gelombang bunyi dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yakni sebagai berikut:
1. Nada, Desah, dan Dentum
Nada: bunyi yang frekuensinya teratur.
Desah: bunyi yang frekuensinya tidak teratur.
Dentum: bunyi yang sangat keras seperti bunyi bom.
2. Kekuatan Bunyi
Kekuatan sumber bunyi dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini:
Amplitudo.
Jarak sumber bunyi dari pendengar.
Jenis medium.
3. Timbre (warna bunyi)
Keunikan setiap bunyi dengan bunyi lainnya meskipun mempunyai frekuensi yang sama disebut dengan timbre (warna bunyi). Contohnya, alat musik organ dan gitar ketika dimainkan pada frekuensi yang sama masih dapat dibedakan suaranya.
Sifat Gelombang Bunyi
Selain karakteristik, gelombang bunyi juga memiliki sifat khusus yang mengikat. Berikut penjelasannya dikutip dari buku Taklukan Fisika SMA karya Hendri Hartanto:
1. Refleksi (pemantulan)
Ketika bunyi merambat melalui mediumnya, maka bunyi akan dipantulkan ke permukaan benda yang keras seperti batu, kaca, ataupun besi. Misalnya, ketika seseorang berada di dalam gua, maka suaranya akan terdengar bergema akibat pantulan dari dinding gua tersebut.
2. Refraksi (pembiasan)
Sifat gelombang bunyi selanjutnya ialah dapat dibiaskan. Sifat ini dapat terjadi ketika bunyi melewati dua medium perambatan yang berbeda. Jika ada bunyi yang melewati medium air dan udara, maka bunyi tersebut akan dibiaskan atau dibelokkan.
3. Interfensi (perpaduan)
Interferensi gelombang bunyi merupakan perpaduan dua gelombang dengan frekuensi dan fase yang berbeda. Dua gelombang ini saling bertemu dan saling berinteraksi pada medium yang sama.
4. Efek Dopler
Efek dopler menjelaskan sifat gelombang bunyi yang dapat menjauhi atau mendekati pendengarnya. Sehingga, frekuensi yang didengar oleh si penerima sumber bunyi pun bisa naik atau turun. Misalnya, sirine ambulans terdengar lebih kecil ketika mobilnya bergerak menjauh.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan gelombang bunyi?

Apa yang dimaksud dengan gelombang bunyi?
Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang terjadi karena adanya rapatan dan renggangan medium baik gas, cair, maupun padat.
Apa perbedaan antara nada, desah, dan dentum?

Apa perbedaan antara nada, desah, dan dentum?
Nada adalah bunyi yang frekuensinya teratur, desah adalah bunyi yang frekuensinya tidak teratur, sedangkan dentum adalah bunyi yang sangat keras.
Bagaimana pembiasan bunyi dapat terjadi?

Bagaimana pembiasan bunyi dapat terjadi?
Sifat ini terjadi ketika ada bunyi yang melewati dua medium perambatan yang berbeda.
