Konten dari Pengguna

Mengenal Simposium, Sarana untuk Mengumpulkan Pendapat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Simposium adalah Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Simposium adalah Foto: Unsplash

Simposium adalah tempat untuk mengumpulkan pendapat, ide, konsep, atau gagasan. Bentuk diskusi ini biasanya melibatkan dua hingga empat orang pakar untuk menyampaikan pidato pendek.

Menurut Tim Super Tentor (2014) dalam bukunya yang berjudul 3 in 1 Solusi Cerdas BBM SMA/MA Kelas 1, 2, & 3, durasi pelaksanaan simposium tergolong singkat. Pelaksanaannya bertujuan untuk mengetahui berbagai aspek dari suatu masalah.

Untuk informasi lebih lanjut, mari simak pembahasan tentang simposium melalui artikel di bawah ini.

Apa Itu Simposium?

Mengutip buku Keterampilan Berbicara-1 tulisan Dr. Berman Hutahean, dkk. (2021), secara etimologis, simposium berasal dari bahasa Yunani, yaitu syn yang artinya bersama-sama dan posis yang berarti minum.

Simposium adalah serangkaian pidato pendek di depan peserta dengan seorang pemimpin. Simposium diartikan pula sebagai suatu pertemuan untuk mendiskusikan kumpulan beberapa pendapat mengenai subjek tertentu, yang disusul dengan pertanyaan-pertanyaan dari kelompok pendengar.

Ilustrasi Simposium adalah Foto: Unsplash

Simposium sebenarnya cukup mirip dengan panel, yang membedakan keduanya hanyalah pembahasan persoalan dan sifat simposium yang cenderung lebih formal.

Dalam simposium, moderator akan berperan sebagai pemimpin jalannya acara. Kemudian peserta diskusinya merupakan beberapa ahli yang memiliki pandangan berbeda, sehingga pendengar akan dihadapkan dengan beragam pendirian.

Simposium akan diawali dengan pembacaan pidato dari para pakar selama 5-20 menit. Selanjutnya, para pendengar diberikan kesempatan untuk bertanya, memberi kritik, hingga menambahkan keterangan dari pidato tersebut melalui moderator.

Sebelum menggelar simposium, ada beberapa hal yang perlu disiapkan, antara lain adalah:

1. Penentuan Topik dan Tujuan Simposium

Topik dan tujuan simposium harus ditentukan agar pelaksanaan acaranya jelas.

2. Penentuan Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat harus ditentukan dengan jelas.

3. Persiapan Fasilitas

Segala kebutuhan dan fasilitas harus disiapkan guna kelancaran simposium. Misalnya, tempat duduk yang memadai, cahaya yang terang, sirkulasi udara yang baik, alat-alat peraga, dan publikasi.

4. Penentuan Peserta

Tentukan peserta yang hendak hadir dalam simposium.

Ilustrasi Simposium adalah Foto: Unsplash

Kelebihan dan Kekurangan Simposium

Mengutip buku Mega Book Pelajaran SMA/MA IPA Kelas X, XI, & XII karya Tim Guru Eduka (2015), ada beberapa kelebihan dan kekurangan simposium, di antaranya:

1. Kelebihan

  • Dapat mengemukakan banyak informasi dalam waktu singkat.

  • Bisa dilakukan kelompok besar ataupun kecil.

  • Pergantian pembicara menambahkan variasi, sehingga lebih menarik.

  • Bisa dirancang dari jauh-jauh hari.

2. Kekurangan

  • Kurangnya interaksi kelompok.

  • Sifatnya terlalu formal.

  • Sulit mengadakan kontrol waktu.

  • Secara umum membatasi pendapat pembicara.

  • Membutuhkan perencanaan dengan hati-hati agar jangkauannya tepat.

  • Kurangnya kreativitas karena pembahas dan penyanggah sudah ditentukan sebelumnya.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Simposium?

chevron-down

Simposium adalah pertemuan untuk mendiskusikan kumpulan beberapa pendapat mengenai subjek tertentu, yang disusul dengan pertanyaan-pertanyaan dari kelompok pendengar.

Apa Saja Kelebihan Simposium?

chevron-down

Beberapa kelebihan simposium, yakni dapat mengemukakan banyak informasi dalam waktu singkat, bisa dilakukan kelompok besar ataupun kecil, dan lainnya.

Apa Saja Kelebihan Simposium?

chevron-down

Simposium juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya kurang interaksi kelompok, kurang kreativitas, dan sebagainya.