Mengenal Sumber Utama Penambahan Devisa Negara, Salah Satunya Pendapatan Ekspor

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu ekonomi mengenal sejumlah alat pembayaran yang digunakan suatu negara dalam transaksi internasionalnya, salah satunya devisa. Devisa dapat berupa mata uang asing yang sudah diakui secara internasional, contohnya Dollar (Amerika), Yen (Jepang), Euro (Eropa), Poundsterling (Inggris), Franc (Swiss), dan Deutsche Mark (Jerman).
Meskipun begitu, tidak semua mata uang asing bisa disebut sebagai devisa. Hanya yang tercatat secara resmi di Bank Sentral saja yang disebut devisa, seperti beberapa mata uang yang telah disebutkan di atas.
Mengutip buku Modul Ekonomi Kelas XI, sumber utama penambahan devisa negara bisa berasal dari beberapa sumber, salah satunya pendapatan ekspor. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang sumber devisa negara lengkap tujuan penggunaannya.
Sumber Devisa Negara
Secara umum, devisa suatu negara dapat diperoleh dari dua sumber, yaitu:
1. Devisa umun
Devisa umum adalah devisa yang diperoleh dari hasil ekspor barang atau dari penjualan jasa, dan transfer. Tingkat kurs devisa umum ditentukan oleh penawaran dan permintaan di pasar valuta asing.
Hal-hal yang termasuk dalam devisa umun di antaranya: ekspor barang penyelenggaraan jasa, wisatawan asing yang datang ke dalam negeri, hadiah (grant) dan bantuan luar negeri, serta kiriman uang dari luar negeri.
2. Devisa kredit
Devisa kredit adalah devisa yang berasal dari kredit atau pinjaman luar negeri. Tingkat kurs devisa kredit ditentukan oleh Pemerintah yang bertindak sebagai debitur, bukan oleh permintaan dan penawaran di pasar valuta asing.
Hal-hal yang termasuk dalam devisa kredit, di antaranya pinjaman dari luar negeri, penerimaan bunga dan deviden dari luar negeri, penerimaan emas dari luar negeri, dan penanaman modal asing (PMA).
Besar kecilnya devisa suatu negara sangat dipengaruhi oleh perkembangan neraca pembayaran dan sektor moneterya. Mengutip buku Membuka Cakrawala Ekonomi untuk Kelas XI oleh Imamul Arifin, devisa suatu negara secara khusus dapat diperoleh dari dua sumber utama, yaitu:
Pendapatan ekspor neto (surplus transaksi berjalan) atau selisih antara ekspor barang dan jasa dengan impor barang dan jasa.
Arus modal masuk neto (surplus neraca modal) atau selisih antara modal yang masuk dan modal yang keluar.
Di antara kedua sumber tersebut, pendapatan ekspor merupakan sumber utama penambahan devisa negara.
Tujuan Penggunaan Devisa
Devisa digunakan sebagai instrumen untuk memperlancar transaksi internasional sekaligus sabagai jaminan bagi tercapainya stabilitas moneter dan ekonomi makro suatu negara. Ada empat tujuan utama penggunaan devisa, yaitu:
Membayar impor tahun yang bersangkutan
Cadangan pembayaran tiga bulan impor tahun yang akan datang
Membayar cicilan utang luar negeri dan bunganya
Cadangari kekayaan pendukung nilai rupiah
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan devisa?

Apa yang dimaksud dengan devisa?
Devisa adalah salah satu jenis alat pembayaran yang digunakan oleh negara dalam transaksi internasionalnya.
Berasal dari mana saja kah sumber devisa itu?

Berasal dari mana saja kah sumber devisa itu?
Secara umum devisa berasal dari dua sumber yaitu devisa umum dan devisa kredit.
Apa contoh dari devisa umum?

Apa contoh dari devisa umum?
ekspor barang penyelenggaraan jasa, wisatawan asing yang datang ke dalam negeri, hadiah (grant) dan bantuan luar negeri, serta kiriman uang dari luar negeri.
