Mengenal Tamiflu, Obat Rekomendasi Kemenkes untuk Pasien Virus Corona

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik untuk pengobatan pasien infeksi virus corona. Mulai dari pemesanan avigan dan klorokuin, sampai yang terbaru adalah penggunaan obat Tamiflu di beberapa rumah sakit rujukan.
Tamiflu sebetulnya adalah merk dagang obat yang mengandung oseltamivir. Itu tergolong ke dalam obat antivirus yang berfungsi untuk menghentikan aktivitas perkembangan virus di dalam tubuh.
Tamiflu sebetulnya sudah tidak asing lagi di dunia kedokteran. Umumnya, Tamiflu merupakan obat yang sering digunakan untuk penyembuhan penyakit virus influenza, baik itu influenza A ataupun influenza B.
Berikut ini beberapa info soal Tamiflu Oseltamivir:
Tamiflu Bersifat Suportif
Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto menyebutkan bahwa Tamiflu Oseltamivir hanya bersifat sebagai obat pendukung dalam penanganan pasien corona. Itu karena vaksin untuk pengobatan COVID-19 belum ditemukan.
Tamiflu juga sudah mendapatkan rekomendasi penggunaan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Obat ini bisa meredakan gejala pada pasien virus corona seraya menunggu Avigan dan Klorokuin yang sudah dipesan oleh Presiden Jokowi.
Solusi Paling Memungkinkan di Indonesia
Setiap negara punya kriteria obat tersendiri yang digunakan sebagai solusi penyembuhan pasien corona. Contohnya, di rumah sakit China, mereka menggunakan favipavir untuk tindakan awal pengobatan corona. Amerika Serikat juga demikian, menggunakan chloroquine phosphate sebagai obat pendukung bagi pasien infeksi COVID-19.
Sedangkan Kemenkes menjadikan Tamiflu sebagai solusi paling memungkinkan untuk pengobatan corona di Indonesia. Pasalnya, Kemenkes sendiri menyebutkan sudah memiliki cadangan 450 ribu tablet Tamiflu.
Namun, penggunaan Tamiflu pun harus tetap berdasarkan rekomendasi dan protokol dari PDPI.
Digunakan Saat Wabah Flu Burung
Tamiflu juga pernah digunakan sebagai obat utama ketika wabah flu burung melanda Indonesia di tahun 2005. Saat itu, Indonesia mengikuti arahan WHO dengan menjadikan Tamiflu sebagai salah satu obat dalam terapi penyembuhan pasien virus H5N1.
Mempunyai Efek Samping
Penggunaan Tamiflu oseltamivir harus tetap berdasarkan rekomendasi dari dokter spesialis atau dokter yang menangani pasien terinfeksi. Penggunaan Tamiflu oseltamivir yang keliru dapat menyebabkan beberapa efek samping. Di antaranya adalah:
Sakit kepala
Merasa tidak enak badan
Batuk dan hidung tersumbat (khususnya pada anak-anak)
Sakit perut
Diare
Mual dan muntah
Sulit tidur
Flu
Alergi
Berpotensi memiliki efek samping bagi janin
(FZN)
