Konten dari Pengguna

Mengenal Tedak Siten, Upacara Turun Tanah Masyarakat Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selebriti Ardina Rasti dan Arie Dwi Adhika Menggelar Tedak Siten untuk Buah Hati Foto: Instagram/ardinarasti6
zoom-in-whitePerbesar
Selebriti Ardina Rasti dan Arie Dwi Adhika Menggelar Tedak Siten untuk Buah Hati Foto: Instagram/ardinarasti6

Masyarakat Jawa memiliki beragam tradisi yang penuh makna, salah satunya adalah upacara adat Tedak Siten. Tradisi yang dikenal dengan "Upacara Turun Tanah" ini dilakukan oleh balita yang berusia tujuh selapan atau 7 x 35 hari.

Upacara Tedak Siten biasanya dilakukan di pagi hari. Ritual yang disebut dengan "Mudon Lemah" ini menandakan bahwa seorang anak sudah mampu berdiri dalam menjalani kehidupan.

Makna Tedak Siten

Mengutip buku 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia tulisan Fitri Haryani Nasution (2019: 51), tedak berarti turun, sedangkan siten artinya tanah. Secara keseluruhan, Tedak Siten adalah upacara turun tanah yang bertujuan membuat anak tumbuh kuat, mandiri dan mampu menghadapi rintangan hidup.

Di sisi lain, ritual adat Tedak Siten mencerminkan persiapan seorang anak dari kecil hingga dewasa untuk menghadapi setiap fase kehidupan dengan lancar. Upacara ini juga menjadi wujud penghormatan atas bumi, yang menjadi tempat anak berjalan.

Perlengkapan Tedak Siten

Mengutip buku Indonesia Nan Indah: Upacara Adat karya Maryani (2019:14-15), ritual Tedak Siten membutuhkan beberapa perlengkapan, yaitu:

  • Sesaji Selamatan: nasi tumpeng dengan sayur mayur, bubur merah dan putih, bubur boro-boro, jajanan pasar lengkap, umbi-umbian.

  • Jadah tujuh macam warna, yakni merah, putih, hitam, kuning, biru, jingga, dan ungu.

  • Bunga setaman yang diletakkan dalam bakor besar dan tanah.

  • Tangga terbuat dari batang tebu ungu.

  • Sangkar ayam berhiaskan janur kuning atau kertas beraneka warna.

  • Padi, kapas, sekar telon (tiga macam bunga, misalnya melati, mawar dan kenanga).

  • Beras kuning dan beberapa lembaran uang.

  • Barang berharga (gelang, bros, kalung, dan lainnya).

  • Barang bermanfaat (buku, alat tulis, dan sebagainya) yang dimasukkan dalam sangkar.

Varsha Strauss, menantu Bambang Trihatmodjo. Foto: dok. Instagram/ @varshaadhikumoro

Prosesi Tedak Siten

Upacara Tedak Siten terdiri dari beberapa tahapan. Apa saja? Berikut prosesi Tedak Siten yang dikutip dari buku 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia tulisan Fitri Haryani Nasution (2019: 51-52):

  1. Anak akan dituntun berjalan maju dengan menginjak bubur yang dibuat dari beras ketan tujuh warna. Angka tujuh melambangkan pertolongan, sedangkan warna beras mencerminkan harapan orangtua agar anak mampu menjalani hidup hingga dewasa.

  2. Selanjutnya, anak akan dituntun menaiki anak tangga yang terbuat dari tebu. Tahapan ini adalah bentuk harapan orangtua agar anak mempunyai kemantapan hati untuk menjalani hidup.

  3. Setelah turun tangga, anak akan dituntun menuju onggokan pasir dan dibiarkan mengais pasir menggunakan kaki. Melalui tahap ini, anak diharapkan mampu mencari nafkah untuk mencukupi hidupnya nanti.

  4. Anak dimasukkan dalam kurungan ayam bersama beberapa benda seperti buku, raket, bohlam, bola, dan sebagainya. Nantinya, benda yang dipilih sang anak akan menggambarkan dirinya di masa mendatang. Kurungan digambarkan sebagai dunia, sehingga tahapan ini melambangkan anak yang memasuki dunia nyata dalam hidup.

  5. Selanjutnya, kakek akan menyebar udik-udik, yakni uang logam yang dicampur dengan beberapa bunga. Tahap ini melambangkan harapan agar si kecil lancar rezeki, dermawan, dan gemar bersedekah. Jika kakek sudah tiada, prosesi penyebaran udik-udik bisa digantikan oleh ayah.

  6. Setelah itu, anak dibasuh dengan kembang bunga setaman agar memiliki nama harum dan bisa membanggakan keluarga.

  7. Di tahap akhir, anak akan diberikan pakaian bagus dan bersih serta didandani. Tahap ini bertujuan agar anak mempunyai jalan kehidupan bagus dan dapat membanggakan keluarganya kelak.

(GTT)