Konten dari Pengguna

Mengenal Teknik Cetak Tinggi dalam Seni Grafis

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hasil karya seni cetak tinggi. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hasil karya seni cetak tinggi. Foto: iStock

Seni grafis merupakan seni rupa dua dimensi yang biasanya dikerjakan di atas kertas melalui proses cetak-mencetak. Ada beragam teknik yang menjadi pilihan dalam membuat seni grafis, salah satunya yaitu teknik cetak tinggi atau relief print.

Teknik cetak tinggi cukup diminati di kalangan mahasiswa maupun seniman. Pasalnya, teknik ini tidak memerlukan peralatan dan banyak bahan serta bisa dilakukan di mana saja. Selain itu, teknik cetak tinggi mempunyai karakter khas yang susah ditiru sehingga bisa dimanfaatkan untuk menghindari plagiarisme.

Mengutip buku Seni Budaya Kelas IX yang diterbitkan Kemendikbud (2015), teknik cetak tinggi adalah teknik yang menggunakan klise atau alat cetak dengan permukaan yang timbul atau meninggi sebagai penghantar tinta.

Cara kerja teknik ini cukup sederhana, yaitu ketika acuan dioles dengan tinta, maka bagian yang menonjol akan menerima tinta. Lalu, jika acuan tersebut ditempelkan pada kertas dan diangkat, tampaklah gambar pada kertas sesuai dengan bentuk acuan yang tertempel tinta.

Bagian dasar atau permukaan yang tidak timbul merupakan bagian yang tidak terkena tinta atau disebut bagian negatif, sedangkan bagian yang terkenal tinta disebut dengan bagian positif.

Dengan kata lain, cetak tinggi dilakukan dengan memanfaatkan bentuk atau permukaan yang paling tinggi dari suatu plat acuan. Contoh penggunaan teknik cetak tinggi yang sering dijumpai sehari-hari adalah cap atau stempel.

Jika diperhatikan, sebuah cap atau stempel memiliki dua bagian, di mana bagian yang lebih tinggi (timbul) membentuk suatu gambar atau tulisan. Nah, gambar atau tulisan itu lah yang nantinya akan dipindahkan pada media tertentu.

Salah satu jenis teknik cetak tinggi yang sering diterapkan adalah teknik woodcut atau cukil kayu yang juga disebut dengan xilografi atau engraving. Teknik ini menggunakan bahan dasar papan kayu dengan permukaan yang rata kemudian dicukil.

Selain cetak tinggi, teknik lain yang digunakan pada seni grafis antara lain cetak dalam, cetak datar, dan cetak saring. Cetak dalam adalah seni cetak yang menggunakan acuan dalam. Di mana bagian dalam menyerap tinta dan akan membekas pada kertas.

Cetak datar adalah memperbanyak hasil cetakan dengan kedua permukaan yang datar, contohnya buku, majalah, dan koran. Sementara, cetak saring merupakan teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan serat tertentu. Cetak saring dikenal juga dengan sablon.

Proses Pembuatan Cetak Tinggi

Ilustrasi cetak tinggi. Foto: iStock

Adapun proses pembuatan cetak tinggi yaitu sebagai berikut:

  1. Buat sketsa gambar pada plat cetak.

  2. Potong karet acuan sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

  3. Buat desain karet acuan tersebut menggunakan pensil

  4. Dengan menggunakan cutter atau pahat, cukil bagian sela-sela gambar atau tulisan sehingga bagian yang tidak dicetak lebih rendah dan bagian yang akan dicetak permukaannya lebih tinggi.

  5. Berilah tinta pada plat acuan tersebut menggunakan scrool. Lalu, tempelkan pada kertas dan ratakan dengan sendok atau permukaan.

  6. Selanjutnya, press dengan alat khusus atau tekan selama beberapa saat. Lepaskan kertas dari plat cetak.

(ADS)