Konten dari Pengguna

Mengenal Tembang Pangkur, Puisi Tradisional dari Jawa

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tembang Pangkur Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tembang Pangkur Foto: Unsplash

Ada beberapa macam tembang macapat, salah satunya adalah tembang pangkur. Macapat sendiri merupakan tembang atau puisi tradisional dari Jawa yang kemudian masuk dalam budaya Bali dan Sunda.

Biasanya, tembang macapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memberi nasihat spiritual dan mencatat peristiwa penting yang terjadi pada zaman dulu. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Mengungkap Perjalanan Sunan Kalijaga tulisan Jhony Hadi Saputra (2010).

Kembali berbicara tentang tembang pangkur, kesenian tembang Jawa ini identik dengan nasihat kehidupan. Untuk menambah wawasan Anda, langsung saja simak penjelasan mengenai tembang pangkur berikut ini.

Ilustrasi Tembang Pangkur Foto: Unsplash

Apa Itu Tembang Pangkur?

Menurut Bram Palgunadi (2021) dalam buku Serat Kandha Suluk Tembang Wayang, pangkur berasal dari nama punggawa dalam kalangan kependetaan. Dalam Serat-Purwa-Ukura, pangkur diberi arti “ekor” atau “buntut”.

Tembang pangkur bermakna seseorang yang menginjak usia senja. Di mana orang tersebut mulai mungkur atau mengundurkan diri dari hal-hal keduniawian dan mendekatkan diri pada Tuhan.

Tembang pangkur lazim digunakan untuk memberikan nasihat kehidupan kepada orang lain agar orang tersebut mampu menempuh hidup baik serta bermartabat.

Pada dasarnya, tembang pangkur memiliki beragam sikap, mulai dari disiplin, ramah, tegas, dan lain-lain. Tembang pangkur tersusun atas tujuh gatra (baris) setiap pada (bait). Watak tembang pangkur, yakni mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadikan manusia lebih mulia derajatnya.

Ilustrasi Tembang Pangkur Foto: Unsplash

Contoh Tembang Pangkur

Agar lebih memahami tembang pangkur, ada baiknya Anda menyimak contoh tembang pangkur berikut seperti dikutip dari buku Mengungkap Perjalanan Sunan Kalijaga oleh Jhony Hadi Saputra (2010) dan buku Filsafat Ku oleh Wafa Aldawamy:

Contoh 1

Sekar Pangkur kang winarna

lelabuhan kang kanggo wong urip

ala lan becik puniku

prayoga karwuhana

adat waton puniku dipun kadulu

miwa ingkang tatakrama

den keesthi siyang ratri

Contoh 2

Mingkar mingkuring ukara

Akarana karenan mardi siwi

Sinawung resmining kidung

Sinuba sinukarta

Mrih kretarta pakartining ilmu luhung

Kang tumrap ing tanah Jawa

Agama ageming aji

Ilustrasi Tembang Pangkur Foto: Unsplash

Contoh 3

Rukun agawe santosa,

Sapa congkrah mung bubrah kang pinanggih,

Iku piwulang salugu

Elinga sapu sada,

Yen den esuh yekti tan kena pinutung,

Nanging yen suhe tan ana,

Luwih gampang den putungi.

Jam pitu mangkat sekolah,

Kaya ngene rasane wong dadi murid,

Wira-wiri saben esuk,

Mlebu nyang pawiyatan,

Aja uwis lamun durung entuk kursus,

Kursus saking pawiyatan,

Minangka sanguning urip.

Contoh 4

Ayo sayangi sesame,

Bagai sayang pada diri sendiri,

Dengan menyayangi itu,

Dan dengan rasa ikhlas,

Ayolah bersegera lakukan itu,

Menjadi disayang Tuhan,

Mendapat Rahmat Illahi.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa yang Dimaksud dengan Tembang Pangkur?

chevron-down

Tembang pangkur merupakan kesenian tembang Jawa yang tergabung dalam tembang macapat.

Apa Fungsi Tembang Pangkur?

chevron-down

Tembang pangkur berfungsi untuk memberikan nasihat kehidupan kepada orang lain.

Apa Ciri-ciri Tembang Pangkur?

chevron-down

Ciri-ciri tembang pangkur, yaitu tersusun atas tujuh gatra (baris) setiap pada (bait).