Mengenal Teori Belajar Behavioristik, Model Pembelajaran Paling Tua

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori belajar behavioristik merupakan salah satu teori yang perlu dikuasai oleh tenaga pendidik. Teori ini memegang peranan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran.
Teori belajar bahavioristik fokus kepada tingkah laku manusia. Mengutip buku Belajar dan Pembelajaran yang ditulis oleh Regina Ade Darman, teori ini dipelopori oleh sejumlah tokoh, yaitu Thorndike, Pavlov, dan Skinner.
Secara garis besar, teori belajar behavioristik bisa dikenali dengan beberapa ciri, antara lain mengutamakan bagian-bagian kecil atau unsur-unsur, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan respons, dan menekankan pentingnya latihan.
Agar lebih memahami teori belajar behavioristik, yuk lihat ulasan di bawah ini.
Pengertian dan Prinsip Teori Belajar Behavioristik
Menurut Dr. Rusman, M. Pd dalam buku Belajar & Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, teori belajar behavioristik adalah tingkah laku yang bisa diamati yang disebabkan oleh stimulus dari luar.
Teori belajar behavioristik menjelaskan bahwa belajar merupakan perubahan perilaku yang bisa dilihat, diukur, dan dinilai secara konkret.
Teori ini termasuk model pembelajaran yang paling tua di dunia pendidikan. Hingga kini, teori belajar behavioristik masih sering digunakan di lembaga pendidikan ataupun implementasi kehidupan sehari-hari.
Contoh implementasi teori ini, yakni pendisiplinan terhadap peserta didik yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dengan mengurangi poin perilaku yang menjadi pertimbangan nilai rapor; teguran pertama, kedua, ketiga, hingga surat peringatan bagi pegawai yang datang terlambat; dan penilangan terhadap masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas.
Berdasarkan informasi dari buku Teori dan Inovasi Pendidikan, teori belajar behavioristik memiliki beberapa prinsip, antara lain:
Jika seseorang mampu menunjukkan perubahan perilaku, maka dianggap sudah belajar. Dengan kata lain, kegiatan belajar yang tidak membawa perubahan perilaku tidak dianggap sebagai proses “belajar”.
Hal terpenting dalam teori belajar behavioristik terletak pada stimulus dan respons karena keduanya bisa diamati.
Ada penguatan, yakni hal-hal yang dapat memperkuat respons. Penguatan ini bisa berupa penguatan positif atau negatif.
Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Behavioristik
Seperti teori belajar lainnya, teori behavioristik juga mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, berikut penjelasannya:
1. Kelebihan
Membiasakan guru bersikap jeli dan peka terhadap situasi belajar.
Bisa mengganti stimulus satu dengan stimulus lain dan seterusnya, hingga respons yang diinginkan muncul.
Cocok diterapkan untuk anak yang masih memerlukan dominasi peran orang dewasa.
Dapat mengoptimalkan bakat dan kecerdasan siswa yang sudah terbentuk sebelumnya.
2. Kekurangan
Tidak semua pelajaran bisa menggunakan teori belajar behavioristik.
Siswa sangat dipengaruhi penguatan yang diberikan oleh guru.
Siswa cenderung pasif, hanya mendengar, memandang, dan menghafalkan apa yang diajarkan guru.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu Teori Belajar Behavioristik?

Apa Itu Teori Belajar Behavioristik?
Teori belajar behavioristik adalah tingkah laku yang bisa diamati yang disebabkan oleh stimulus dari luar.
Apa Saja Ciri-ciri Teori Belajar Behavioristik?

Apa Saja Ciri-ciri Teori Belajar Behavioristik?
Teori belajar behavioristik dapat dikenali dengan beberapa ciri, di antaranya bersifat mekanistis, mementingkan unsur-unsur, dan lain sebagainya.
Apa Saja Kelebihan Teori Belajar Behavioristik?

Apa Saja Kelebihan Teori Belajar Behavioristik?
Ada beberapa kelebihan teori belajar behavioristik, salah satunya adalah dapat mengoptimalkan bakat siswa.
