Konten dari Pengguna

Mengenal Tingkatan Hadits Berdasarkan Kualitas Sanad dan Perawinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca Al Quran. Foto: Shutterstock

Memahami tingkatan hadits dan mempelajarinya adalah hal utama yang harus ditunaikan oleh umat Islam. Sebab, hadits adalah sumber hukum kedua setelah Alquran yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan.

Secara bahasa, hadits artinya sesuatu yang baru, dekat, atau singkat. Mengutip buku Pengantar Studi Ilmu Hadits karya Syaikh Manna al-Qaththan, hadits juga bisa berarti sesuatu yang diberitakan, diperbincangkan, dan dipindahkan dari seorang kepada orang lain.

Secara istilah, hadits adalah hal-hal yang datang dari Rasulullah SAW, baik berupa ucapan, perbuatan, ataupun pengakuan. Jika dilihat dari segi kualitasnya, tingkatan hadits dapat digolongkan menjadi tiga. Apa saja?

Tingkatan Hadits Berdasarkan Kualitasnya

Berdasarkan kualitas sanad dan perawinya, hadits dapat digolongkan menjadi tiga tingkatan yakni shahih, hasan, dan dhaif. Berikut penjelasan lengkapnya:

Ilustrasi membaca Al-Quran. Foto: Unsplash

1. Hadits shahih

Hadis shahih adalah hadis musnad yang bersambung sanadnya, dinukil oleh seorang yang adil dan dabit hingga akhir sanadnya, tanpa ada kejanggalan dan cacat. Mengutip buku Al-Qur'an Hadits Madrasah Aliyah Kelas X, sebuah hadits dikatakan shahih jika memenuhi syarat berikut:

  • Hadisnya musnad, yaitu disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW disertai sanad.

  • Sanadnya bersambung. Artinya, antara rawi dari sanad hadits tersebut pernah bertemu langsung dengan gurunya.

  • Seluruh rawinya adil dan dabit. Maksud dari adil yaitu rawi yang bertakwa dan menjaga kehormatan dirinya, serta dapat menjauhi perbuatan buruk dan dosa besar seperti syirik, fasik, dan bid’ah. Adapun yang dimaksud dengan dabit adalah kemampuan seorang rawi dalam menghafal hadits.

  • Tidak ada syadz. Artinya, hadits tersebut tidak bertentangan dengan rawi lain yang lebih kuat darinya.

  • Tidak ada ‘illah. Artinya, dalam hadits tersebut tidak ditemukan cacat yang merusak kesahihan hadits.

Hukum memakai hadits sahih adalah wajib, sebagaimana disepakati oleh ahli hadits dan para fuqaha. Sebab, hadits sahih merupakan salah satu sumber hukum syariat, sehingga tidak ada alasan untuk mengingkarinya.

Umat muslim membaca Al Quran di Masjid di Masjid Al Markaz Al Islam, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (8/5). Foto: Antara/Abriawan Abhe

2. Hadits Hasan

Kata hasan berasal dari kata al-husnu yang berarti kecantikan dan keindahan. Secara istilah, Abu Isa at-Tirmidzi mengartikan hadits hasan sebagai hadits yang dalam sanadnya tidak terdapat orang yang tertuduh bohong, haditsnya tidak janggal, serta diriwayatkan tidak hanya dalam satu jalur rawian.

Perbedaan antara hadits sahih dan hadits hasan memang sangat tipis. Bahkan, sebagian ulama mengatakan bahwa antara hadits sahih li gairihi dan hadits hasan li zatihi adalah sama.

Tingkatan hadits hasan berada di bawah level hadits sahih. Meski begitu, para fuqaha tetap memakainya sebagai hujjah dan sumber hukum. Adapun para fuqaha yang dimaksud yaitu al-Hakim, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah.

3. Hadits Dhaif

Hadits dhaif adalah sabda Rasulullah yang tidak memenuhi syarat diterimanya suatu hadits dikarenakan hilangnya salah satu dari beberapa syarat yang ada. Hadits jenis ini tingkatannya paling lemah di antara jenis hadits lain.

Para ulama berbeda pendapat dalam memandang kedudukan hadits dha’if. Namun, mayoritas membolehkan mengambil hadits dhaif sebagai hujjah, apabila terbatas pada masalah fadh’ilul 'amal.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan hadits?

chevron-down

Hadits adalah hal-hal yang datang dari Rasulullah SAW, baik berupa ucapan, perbuatan, ataupun pengakuan.

Bagaimana tingkatan hadits berdasarkan kualitasnya?

chevron-down

Jika dilihat dari segi kualitasnya, tingkatan hadits terdiri dari hadits shahih, hadits hasan, dan hadits dhaif.

Apa yang dimaksud dengan perawi dabit?

chevron-down

Dabit adalah kemampuan seorang rawi dalam menghafal hadis.