Konten dari Pengguna

Mengenal Totemisme, Sistem Kepercayaan Manusia Praaksara

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi totemisme. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi totemisme. Foto: Pixabay

Manusia mulai mengenal sistem kepercayaan pada masa praaksara, tepatnya zaman Neolithikum. Seiring dengan perkembangan kemampuan berpikir, manusia mulai merenungkan kekuatan-kekuatan lain di luar dirinya.

Alhasil, muncul lah berbagai sistem kepercayaan yang diyakini oleh manusia praaksara, yaitu animisme, dinamisme, dan totemisme. Totemisme adalah kepercayaan bahwa hewan tertentu memiliki kekuatan supranatural, sehingga dianggap suci.

Sementara itu totem adalah sebutan untuk binatang yang dipuja. Sebenarnya totem tidak terbatas pada hewan saja, karena beberapa kelompok juga memiliki totem berupa tumbuhan. Namun totem binatang merupakan bentuk yang paling umum.

Totem merupakan simbol yang menjadi identitas suatu klan. Alasan mengapa hewan tertentu dijadikan totem di antaranya adalah:

  • Anggapan bahwa anggota klan dan totem berasal dari satu leluhur yang sama.

  • Leluhur mengalami suatu peristiwa khusus dengan totem tersebut.

Jadi, para manusia praaksara menyadari adanya suatu hubungan erat dengan totem tersebut. Oleh sebab itu totem dianggap sakral. Nilai-nilai baik yang ada pada totem kemudian dihayati sebagai panduan nilai moral dalam kehidupan bersama.

Salah satu contoh totem adalah burung elang yang dipuja oleh beberapa suku Indian di Amerika. Hewan lainnya yang kerap dijadikan totem adalah serigala dan harimau.

(ERA)