Konten dari Pengguna

Mengenal Tren Cosplay dan Jenis-Jenisnya dalam Budaya Jepang

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cosplay Foto: Faisal Rahman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cosplay Foto: Faisal Rahman/kumparan

Cosplay adalah tren berbusana yang terinspirasi dari tokoh anime atau manga. Tren ini pertama kali diadakan di Jepang pada tahun 1978 dalam rangka merayakan konvensi pertemuan fiksi ilmiah.

Jika diterjemahkan secara bahasa, cosplay merupakan singkatan dari 'costume play' yang berarti permainan busana. Secara istilah, cosplay artinya bermain busana agar menyerupai karakter tertentu dalam anime atau manga.

Fernando Kusuma dalam buku Japan in Popular Culture menyebut tren cosplay sangat berkembang dan digemari masyarakat Indonesia. Jenis-jenisnya amat beragam. Apa sajakah itu? Untuk mengetahuinya, simaklah artikel berikut.

Jenis-Jenis Cosplay

Tidak hanya anime atau manga, cosplay Jepang terdiri dari beberapa jenis lainnya. Dirangkum dari skripsi berjudul Perkembangan Budaya Cosplay Jepang di Kalangan Komunitas Cosplay Jakarta (2018), berikut penjelasannya:

1. Cosplay Game

Sesuai dengan namanya, cosplay ini mendapat inspirasi dari karakter game yang sedang dimainkan. Umumnya berupa tokoh robot, karakter fantasi, prajurit, dan lain-lain.

Tantangan pada cosplay ini adalah membuat akesoris yang mirip dengan karakter aslinya. Selain itu, penggunakan make up yang detail juga diperlukan guna menjadikan cosplay mirip seperti karakter game.

cosplay. Foto: Faisal Rahman/kumparan

2. Cosplay Tokusatsu

Cosplay tokusatsu merupakan singkatan dari bahasa Jepang “tokushu satsuei” yang berarti special photography atau special effect. Dalam bahasa Indonesia, karakter ini disebut cosplay efek khusus.

Istilah tokusatsu digunakan untuk menyebut produksi film yang menggunakan efek khusus di Jepang. Contohnya seperti Kamen Raider, Goban, Godzilla, dan masih banyak lagi.

Ciri khas menonjol dari jenis cosplay ini yaitu para cosplayer tidak menunjukkan wajahnya. Mereka biasanya menggunakan topeng seperti tokoh tokusatsu pada umumnya.

3. Cosplay Ghotic

Ciri khas cosplay gothic ialah nuansa pakaian serba gelap dan hitam yang digunakan para cosplayer. Kesan ini membuat mereka terlihat lebih misterius dan menyeramkan. Tidak selalu hitam, terkadang cosplay ghotic dipadukan dengan warn lain seperti putih dan abu-abu.

Biasanya jenis cosplay ini memerankan karakter seperti vampire, malaikat pencabut nyawa, dan lain sebagainya. Tidak sedikit juga beberapa cosplayer menggabungkannya dengan fashion Lollita.

Cosplay Foto: Facebook CosplayParents

4. Cosplay Original

Cosplay original mengandalkan hasil pikiran seseorang yang direalisasikan menjadi sebuah kostum. Inspirasinya tidak datang dari dunia fiksi seperti manga, anime, tokusatsu, dan lain sebagainya. Beberapa cosplayer kerap memadukannya dengan harajuku style.

5. Random Cosplay

Random cosplay atau freestyle cosplay tidak memiliki aturan tertentu dalam berbusana. Cosplayer bebas menjadi siapa saja, tidak harus berpatokan pada karakter anime atau manga. Misalnya, menjadi karakter Elsa dalam film Frozen.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud cosplay?

chevron-down

Cosplay adalah tren berbusana yang terinspirasi dari tokoh anime dan manga.

Kapan tren cosplay pertama kali diadakan?

chevron-down

Cosplay pertama kali diadakan di Jepang pada tahun 1978 dalam rangka merayakan konvensi pertemuan fiksi ilmiah.

Apa saja jenis cosplay?

chevron-down

Cosplay anime, random cosplay, cosplay original, dan cosplay game.